PERBEDAAN KUALITAS HASIL BUSANA READY TO WEAR YANG DITINJAU DARI BAHAN PELAPISNYA


Aas Anis Safitri, 5403416017 (2021) PERBEDAAN KUALITAS HASIL BUSANA READY TO WEAR YANG DITINJAU DARI BAHAN PELAPISNYA. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[thumbnail of SKRIPSI] PDF (SKRIPSI) - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Busana mempunyai fungsi sebagai sarana komunikasi non-verbal dalam arti busana yang dipakai oleh seseorang dapat mempengaruhi reaksi dari orang lain yang melihatnya, sebagai ekspresi identitas pribadi, busana juga mempunyai fungsi untuk membantu menutupi kekurangan bagian-bagian tubuh tertentu dari si pemakai. Jenis busana yang paling sering digunakan manusia diantaranya busana santai, kerja, rumah, tidur dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas hasil ready to wear dan mengetahui jenis tricot yang paling bagus jika diaplikasikan dalam pembuatan busana ready to wear. Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan one shoot case study. Populasi dalam penelitian ini adalah penjahit yang ada dalam lingkup Desa Kayen, Kec. Kayen, Kab. Pati sejumlah 25 orang. Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yaitu sejumlah 25 orang. Pengambilan data penelitian ini menggunakan lembar pengamatan dengan uji ANOVA dengan SPSS 16. Hasil dan simpulan penelitian diperoleh sebagai berikut (1) terdapat perbedaan kualitas hasil busana ready to wear dengan menggunakan tiga jenis bahan pelapis tricot (R22, KSLL8224, PD542), dapat dilihat dari indikator penilaian hasil uji Anova yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai yang signifikan diantara ketiga pelapis tersebut jika diterapkan ke kain batik dan lurik. Hasil uji tersebut dilanjutkan dengan hasil uji Tukey yang menunjukkan bahwa yang terdapat perbedaan secara signifikan tricot R22 dengan tricot PD952. (2) Hasil busana ready to wear terbaik adalah busana ready to wear menggunakan pelapis tricot jepang / R22. Dapat dilihat pada uji statistic deskriptif bahwa mean dari hasil uji kelompok tricot R22 adalah 3,6960. Kelompok tricot salur / KSLL8224 dengan mean 3,5120. Kelompok terakhir dengan mean terendah yaitu kelompok tricot kulit jeruk / PD9542 sebesar 3,4336. Saran yang berkaitan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut hasil terburuk diantara tiga pengaplikasian tricot pada busana ready to wear menunjukkan tricot kulit jeruk yang memperoleh penilaian terendah. Sehingga untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan tricot yang lain untuk bahan pembentuk atau diterapkan pada bahan utama selain batik dan lurik. Untuk perbaikan penelitian selanjutnya bisa menggunakan bahan utama yang tidak bermotif untuk mendukung maksimalnya pengamatan interfacing pada suatu busana.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Perbedaan Kualitas Hasil, Ready to Wear, Interfacing
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TY Pendidikan Kesejahteraan Keluarga > TY3 Tata Busana S1
Fakultas: Fakultas Teknik > Pendidikan Tata Busana, S1
Depositing User: TUKP unnes
Date Deposited: 24 Dec 2024 02:38
Last Modified: 24 Dec 2024 02:38
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/66538

Actions (login required)

View Item View Item