PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN LAWATAN SEJARAH LOKAL WADUK MALAHAYU DALAM UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATERI DAMPAK KOLONIALISME DAN IMPERIALISME KELAS XI SMA N 1 BANJARHARJO TAHUN AJARAN 2022/2023
Siti Munawaroh, 3101418010 (2023) PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN LAWATAN SEJARAH LOKAL WADUK MALAHAYU DALAM UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATERI DAMPAK KOLONIALISME DAN IMPERIALISME KELAS XI SMA N 1 BANJARHARJO TAHUN AJARAN 2022/2023. Under Graduates thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.
![]() |
PDF
- Published Version
Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat dan kebutuhan model pembelajaran sejarah di SMA N 1 Banjarharjo. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengembangan Lawatan Sejarah sebagai model pembelajaran sejarah di SMA N 1 Banjarharjo. Setelah model pembelajaran dikembangkan, Pengembangan model pembelajaran lawatan sejarah ini diimplementasikan kepada siswa dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh lawatan sejarah dalam upaya meningkatkan minat belajar siswa. Objek lawatan dalam penelitian ini yaitu Waduk Malahayu yang merupakan salah satu tempat wisata yang memiliki nilai sejarah khususnya dalam materi sejarah dampak kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan yang mengacu pada pendapat Plomp. Semua tahapan penelitian pengembangan menurut pendapat Plomp diaplikasikan dalam penelitian ini yaitu diantaranya: 1) Preliminary Investigation, 2) Design, 3) Realization/ Construction, 4) Test, Evaluation and Revision, 5)Implementation. Pengembangan model pembelajaran lawatan sejarah dalam penelitian ini mengacu pada paham konstruktivistik dimana siswa bisa belajar berdasarkan pengalaman mereka, adapun pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning). Ada 7 fase/langkah dalam proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran lawatan sejarah yaitu: 1) Fase Konstruktivisme, Fase Pemodelan, Fase Bertanya, Fase Inquiry, Fase Masyarakat Pembelajar, Fase Refleksi dan Fase Penilaian autentik. Berdasarkan hasil observasi minat belajar sejarah siswa masih kurang dan berdasarkan hasil analisis kebutuhan siswa menginginkan sebuah proses pembelajaran di luar kelas dengan belajar langsung ke tempat yang memiliki nilai sejarah. pada tahap pengembangan, model pembelajaran lawatan sejarah telah melalui uji validasi dari para ahli yaitu ahli materi, ahli model, dan praktisi pembelajaran. Model pembelajaran ini juga telah diujikan kepada 5 perwakilan siswa. Hasil akhir dari Validasi para ahli dan uji coba skala kecil termasuk kedalam kategori “sangat baik” dan layak untuk diuji cobakan. Pada tahap implementasi model pembelajaran diujikan kepada siswa kelas XI IPS 3 untuk melihat perubahan minat belajar siswa. Pada tahap implementasi ini terjadi peningkatan pada minat belajar siswa yaitu sebanyak 23,22% dari yang mulanya 59,16% menjadi 82,38%.
Item Type: | Thesis (Under Graduates) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Minat Belajar, Pengembangan Model Pembelajaran, Lawatan Sejarah. |
Subjects: | L Education > L Education (General) |
Fakultas: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Pendidikan Sejarah, S1 |
Depositing User: | Setyarini UPT Perpus |
Date Deposited: | 25 Nov 2024 03:04 |
Last Modified: | 25 Nov 2024 03:04 |
URI: | http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/65794 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |