PERBEDAAN KETERLAKSANAAN PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING ANTARA SEKOLAH DENGAN ALOKASI JAM PEMBELAJARAN DAN TANPA ALOKASI JAM PEMBELAJARAN (SMK NEGERI 1 PETARUKAN DAN SMK NEGERI 1 PEMALANG)


Poja Fiji Liana, 1301413112 (2020) PERBEDAAN KETERLAKSANAAN PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING ANTARA SEKOLAH DENGAN ALOKASI JAM PEMBELAJARAN DAN TANPA ALOKASI JAM PEMBELAJARAN (SMK NEGERI 1 PETARUKAN DAN SMK NEGERI 1 PEMALANG). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of PERBEDAAN KETERLAKSANAAN PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING ANTARA SEKOLAH DENGAN ALOKASI JAM PEMBELAJARAN DAN TANPA ALOKASI JAM PEMBELAJARAN (SMK NEGERI 1 PETARUKAN DAN SMK NEGERI 1 PEMALANG)] PDF (PERBEDAAN KETERLAKSANAAN PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING ANTARA SEKOLAH DENGAN ALOKASI JAM PEMBELAJARAN DAN TANPA ALOKASI JAM PEMBELAJARAN (SMK NEGERI 1 PETARUKAN DAN SMK NEGERI 1 PEMALANG)) - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Kata Kunci: keterlaksanaan program layanan bimbingan dan konseling, alokasi jam pembelajaran Sekolah diberi hak dalam mengatur jalannya proses belajar mengajar sesuai aturan yang berlaku di Dinas Pendidikan Daerah maupun Pusat. Di SMK Negeri 1 Pemalang, sekolah tidak memberikan alokasi jam pembelajaran bimbingan dan konseling. Studi awal menunjukkan konselor mampu melaksanakan program dengan baik. Berbeda dengan SMK Negeri 1 Petarukan yang menyediakan alokasi jam untuk bimbingan dan konseling, namun konselor merasa kekurangan jam untuk melaksanakan program. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat perbedaan keterlaksanaan program layanan bimbingan dan konseling. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey ekspalanatory. Populasi penelitian ini adalah SMK Negeri 1 Petarukan dan SMK Negeri 1 Pemalang dengan jumlah 18 konselor. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling, dan didapatkan sampel berjumlah 8 konselor. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode non tes wawancara, dan alat pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara dengan jumlah 16 item pertanyaan yang sebelumnya telah diuji oleh ahli. Teknik analisis data menggunakan statistic deskriptif, dan analisis uji t-tes. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa (1) tingkat keterlaksanaan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah dengan alokasi jam pembelajaran SMK Negeri 1 Petarukan berada dalam kriteria tinggi dengan prosentase sebesar 82,92%, (2) tingkat keterlaksanaan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah tanpa alokasi jam pembelajaran SMK Negeri 1 Pemalang berada dalam kriteria sedang dengan prosentase sebesar 65% dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua sekolah tentang keterlaksanaan program layanan bimbingan dan konseling. Dibuktikan dengan menggunakan uji beda t-test dengan nilai t hitung 6,748 dan t tabel dengan 5% adalah 1,859 jadi t(hitung) > t(tabel). Sehingga teridentifikasi apabila sekolah menyediakan alokasi jam pembelajaran untuk bimbingan dan konseling maka konselor mampu melaksanakan seluruh program layanan sehingga mampu memaksimalkan diri dalam membantu perkembangan diri peserta didik. Oleh karena itu disarankan konselor mampu meningkatkan kompetensi diri dalam pelaksanaan berbagai program layanan bimbingan dan konseling

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: keterlaksanaan program layanan bimbingan dan konseling, alokasi jam pembelajaran
Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling, S1
Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling (S1)
Depositing User: S.Hum Maria Ayu
Date Deposited: 18 Sep 2021 05:49
Last Modified: 18 Sep 2021 05:49
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/46523

Actions (login required)

View Item View Item