ANALISIS DAMPAK KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KALIMATAN BARAT TERHADAP KUALITAS UDARA DI KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA KOTA PONTIANAK


Abdul Piqram, 3211416006 (2020) ANALISIS DAMPAK KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KALIMATAN BARAT TERHADAP KUALITAS UDARA DI KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA KOTA PONTIANAK. Under Graduates thesis, UNNES.

[thumbnail of ANALISIS DAMPAK KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KALIMATAN BARAT TERHADAP KUALITAS UDARA DI KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA KOTA PONTIANAK]
Preview
PDF (ANALISIS DAMPAK KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KALIMATAN BARAT TERHADAP KUALITAS UDARA DI KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA KOTA PONTIANAK) - Published Version
Download (2MB) | Preview

Abstract

Hutan merupakan suatu hasil sumber daya Indonesia yang sangat kaya baik karena hasil alamnya maupun fungsinya bagi lingkungan. Di Indonesia saat ini sudah sangat berkurang luasan hutan karena adanya masalah yang selalu dialami hampir setiap musim kemarau yaitu kebakaran hutan. Hal ini yang membuat luasan hutan di Indonesia kian hari makin sedikit. Salah satu provinsi yang sering terjadi kebakaran hutan adalah Provinsi Kalimantan Barat. Dimana hampir seluruh kabupaten/kota terjadi kebakaran hutan yang terpantau melalui sebaran hotspot yang ada dengan citra NOAA. Tujuan dari penelitian ini ialah ingin mengetahui sebaran hotspot serta dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat terhadap kualiatas udara dan untuk mengetahui dampak dari adanya penurunan kualitas udara terhadap masyarakat Kecamatan Pontianak Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data-data yang ditabulasikan dan disusun sesuai dengan kebutuhan yang ada. Populasi dan sampel yang digunakan adalah populasi area dan masyarakat dalam hal ini diwakili oleh Kepala Keluarga yang terkena dampak dan area berupa sebaran hotspot yang ada. Dimana dengan metode Purposive Random Sampling dilakukan secara acak dan dianggap bisa mewakili keseluruhan dari data sampel dan populasi yang ada. Variabel data yang dibutuhkan adalah sebaran hotspot serta ISPU serta standar kualitas udara dan pengaruhnya bagi masyarakat. Metode analisis data yang digunakan menggunakan analisis sebaran hotspot dengan menggunakan peta sebaran hotspot Kalimantan Barat dan Kota Pontianak untuk melihat banyak sebaran yang ada, sedangkan yang kedua dengan analisis deskriftif kuantitatif dimana data dan angka yang di peroleh dan dikelompokkan nantinya dijabarkan sesuai kegunaannya. Hasil penelitian ini menunjukkan pada tahun 2019 sendiri terdapat 1895 titik hotspot yang terpantau di Kalimantan Barat, dimana Kota Pontianak sendiri menjadi yang paling sedikit hotspotnya yaitu 12 titik selama tahun 2019. Nilai ISPU pada bulan September merupakan yang tertinggi di Kecamatan Pontianak Tenggara yaitu sebesar 1802. Dampak dari adanya kebakaran hutan dan menurunnya kualitas udara di Kecamatan Pontianak Tenggara yaitu banyaknya penderita ISPA yang ada, sebanyak 118 kasus ISPA tercatat ada di Kecamatan Pontianak Tenggara. Selain itu dampak yang dirasakan oleh masyarakat Kecamatan Pontianak Tenggara ialah kerusakan lingkungan, tecemarnya udara dan banyaknya kasus ISPA, kegiatan arus ekonomi terganggu, banyak sekolah libur yang dapat menghambat proses belajar mengajar, hampir semua transportasi baik darat, laut dan udara ditunda bahkan dibatalkan karena jarak pandang yang tidak aman untuk operasional dan berbahaya bagi keselamatan arus mobilitas orang dan barang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebaran hotspot di kalimantan Barat pada tahun 2019 sebanyak 1895 titik. Kota Pontianak terpantau ada 12 titik dengan nilai ISPU Kecamatan Pontianak Tenggara tertinggi terjadi pada bulan September yaitu 1802. Dampak dari banyaknya hotspot dan tingginya nilai ISPU juga berdampak bagi masyarakat berupa adanya kasus ISPA. Dimana kasus tertinggi di Kecamatan Pontianak Tenggara terjadi pada bulan Agustus sebanyak 118 kasus selain itu kebakaran hutan juga berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat Kecamatan Pontianak Tenggara. Saran yang diajukan pada penelitian ini adalah bagi pemerintah terkait, perlu adanya sosialisasi terhadap masyarakat mengenai pembukaan lahan selain cara konvesional atau tradisional dengan cara dibakar langsung, menggunakan teknologi yang tepat guna tanpa harus dibakar selain kebijakan yang tegas. Masyarakat harus ikut juga berpartisipasi dan bekerjasama dengan pemerintah dalam upaya dan pencegahan kebakaran hutan serta usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Kebakaran Hutan, Sebaran Hotspot dan ISPU.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
Depositing User: budi Budi santoso perpustakaan
Date Deposited: 08 Jan 2021 00:17
Last Modified: 08 Jan 2021 00:17
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/42735

Actions (login required)

View Item View Item