ANALISIS FAKTOR-FAKTOR GEOGRAFI DAN POLA PERSEBARAN BUDIDAYA NANAS MADU DI KABUPATEN PEMALANG SEBAGAI INDIKASI GEOGRAFIS


Putri Risma Wati, 3211415004 (2019) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR GEOGRAFI DAN POLA PERSEBARAN BUDIDAYA NANAS MADU DI KABUPATEN PEMALANG SEBAGAI INDIKASI GEOGRAFIS. Under Graduates thesis, UNNES.

[thumbnail of 3211415004maria.pdf]
Preview
PDF - Published Version
Download (2MB) | Preview

Abstract

Tempat merupakan salah satu konsep geografi yang terbentuk dari kondisi fisik dan sosial tertentu. Budidaya nanas di Kabupaten Pemalang memiliki keunikan pada kondisi geografis yang jarang ditemui di tempat lain. Penelitian berada di Kecamatan Belik dan Watukumpul dikarenakan adanya perbedaan pada hasil produk pertanian nanas. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui faktor-faktor geografi yang mempengaruhi budidaya nanas madu di Kabupaten Pemalang, mengetahui dan memetakan pola persebaran budidaya nanas madu di Kabupaten Pemalang, dan mengetahui budidaya nanas di Kabupaten Pemalang. Populasi dalam penelitian ini yaitu populasi penduduk dan area, populasi penduduk yaitu seluruh petani yang terlibat budidaya nanas madu sejumlah 2581 pada Kecamatan Belik dan 31 pada Kecamatan Watukumpul, sehingga diperoleh sampel penduduk petani 96 pada Kecamatan Belik dan 24 Kecamatan Watukumpul. Sampael ditentukan dengan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Sampel area diambil dari produksi nanas tertinggi dan terendah yaitu pada Kecamatan Belik dan Watukumpul. Analisis data yang digunakan analisis deskripsi kualitatif dan analisis tetangga terdekat. Hasil penelitian menunjukan budidaya nanas di Kabupaten Pemalang berada dalam keadaan iklim A sangat basah, dengan curah hujan rata-rata 4500-6000 mm/tahun di Kecamatan Belik dan 5000-5500 mm/tahun di Kecamatan Watukumpul. Daerah budidaya nanas madu berada pada topografi yang cukup tinggi yaitu 300-1200 mdpl dengan keadaan topografi dari datar, bergelombang sampai dengan berbukit, terletak pada kemiringan 0-25% landai hingga agak curam. Nanas di Kabupaten Pemalang ditanam pada tanah yang bertekstur lempung berpasir, klei berpasir, dan klei dengan struktur gembur dan gumpal memiliki kandungan organik rendah sampai dengan tinggi. Pengetahuan petani di Kecamatan Belik mengenai proses budidaya lebih tinggi karena faktor pengalaman bertani yang lebih lama dan adanya peran pemerintah yang memberikan penyuluhan terkait usaha tani sehingga memberikan pengetahuan bagi para petani dalam melakuakn proses budidaya yang baik. Pola persebaran budidaya nanas diketahui nilai T 0,38 dan 0,26 yang artinya masuk kriteria mengelompok, budidaya nanas madu mengelompok di Kecamatan Belik daerah tersebut merupakan daerah yang berada dikondisi lempung berpasir dengan kandungan organik yang cukup tinggi dan sudah sesuai dengan syarat tumbuh tanaman. Sehingga mengakibatkan sebagian besar budidaya nanas terpusat pada area tersebut. Kondisi geografis yang mendukung pertumbuhan tanaman menjadikan daerah Kecamatan Belik sebagai wilayah Indikasi Geografis. Saran untuk penelitian ini diharapkan dapat memberikan arahan dan kepelatihan mengenai budidaya nanas khususnya di Kecamatan Watukumpul, agar penduduk lebih mengenal dan mengetahui pertanian nanas madu.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Faktor Geografi, Pola Persebaran, Budidaya
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
Depositing User: S.Hum Maria Ayu
Date Deposited: 30 Dec 2019 20:16
Last Modified: 30 Dec 2019 20:16
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/34209

Actions (login required)

View Item View Item