EKSISTENSI KESENIAN ROPAK SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA DAERAH DI DUSUN GENDOL DESA SUKOMAKMUR KECAMATAN KAJORAN KABUPATEN MAGELANG


Ipin, 3301413091 (2017) EKSISTENSI KESENIAN ROPAK SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA DAERAH DI DUSUN GENDOL DESA SUKOMAKMUR KECAMATAN KAJORAN KABUPATEN MAGELANG. Masters thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 3301413091.pdf]
Preview
PDF - Published Version
Download (344kB) | Preview

Abstract

Eksistensi dapat diartikan adanya atau hadirnya sesuatu dalam kehidupan, yang keberadaannya adalah nyata, benar adanya dan hidup dalam kehidupan masyarakat. Segala sesuatu bisa eksis karena keberadaannya selalu dijaga dan dilestarikan, seperti Kesenian Ropak yang ada di Dusun Gendol Desa Sukomakmur Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang yang keberadaannya selalu dijaga dan dilestarikan. Kesenian Ropak merupakan bagian dari sebuah budaya daerah yang dimiliki masyarakat Dusun Gendol, yang melekat dan tidak dapat terpisahkan dari tengah-tengah masyarakat, sehingga kesenian ini menjadi sebuah identitas budaya daerah masyarakat yang membedakan dengan kebudayaan daerah lain. Kesenian Ropak sebagai suatu identitas budaya daerah memuat nilai-nilai dalam kehidupan. Namun era globalisasi menjadi tantangan keberadaan budaya daerah. Nilai-nilai yang ada dalam Kesenian Ropak yang seharusnya sebagai arahan dalam kehidupan era globalisasi. Kesenian Ropak digunakan sebagai sarana penyampaian nilai agar dalam kehidupan menjadi lebih baik, mendapat ketentraman dan kenyamanan. Tujuan penelitian ini akan mengungkap diantaranya: 1) Mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam kesenian ropak. 2) Menngetahui peran anggota kesenian dan masyarakat dalam melestarikan Kesenian Ropak di Dusun Gendol. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode kualitatif dengan berusaha memahami fenomena yang dialami subjek penelitian, misalnya perilaku, pandangan, motivasi dan lain-lain. Secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Lokasi penelitian adalah Kesenian Ropak di Dusun Gendol Desa Sukomakmur Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang. Subjek penelitian adalah Kesenian Ropak itu sendiri, anggota kesenian, ketua kesenian dan masyarakatsetempat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi (pengamatan), wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data dilakukan secara induktif, yaitu dimulai dari terjun ke lapangaan. Analisi data dalam penelitian kualitatif dilakukan bersama dengan proses pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Kesenian Ropak mengandung pesan nilai, meliputi: (1) Nilai religius. (2) Nilai ketuhanan. (3) Nilai sosial kemasyarakatan. (4) Nilai budi pekerti. (5) Nilai estetika (keindahan). Nilai religius Nilai religius adalah suatu kepercayaan masyarakat Dusun Gendol bahwa keberadaan Kesenian Ropak memberikan kekuatan positif bagi masyarakat Dusun Gendol. Nilai ketuhanan adalah nilai mutlak yang bersumber pada keyakinan manusia sebagai tanda patuh seorang hamba kepada Tuhannya. Nilai sosial kemasyarakatan ada pada esensi penonton yang saling berinteraksi sehingga timbullah kebersamaan dan persatuan diantara mereka. Nilai budi pekerti secara jelas terdapat pada syair-syair lagu yang berisi nilai sopan santun, bekerja keras, tolong menolong dalam kehidupan bermasyarakat. Selanjutnya nilai estetika, yang berguna sebagai sarana hiburan bagi masyarakat agar nilai yang terkandung dapat disampaikan dan menambah rasa cinta masyarakat terhadap budaya daerah. Sejauh ini peran anggota kesenian dan masyarakat dalam melestarikan Kesenian Ropak sangatlah baik. Peran anggota kesenian dalam melestarikan Kesenian Ropak yaitu aktif dalam pementasan, kaderisasi yang dilakukan kepada masyarakat dan iuran anggota kesenian untuk mengganti alat atau kostum yang rusak. Masyarakat juga sangat mendukung Kesenian Ropak ini, dengan mengundangnya ketika ada acara-acara keluarga dan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Saran peneliti agar Kesenian Ropak tetap terjaga kelestariannya meliputi anggota kesenian sendiri, masyarakat, pemuda karang taruna dan juga pemerintah terkait. Saran untuk anggota kesenian agar anggota yang masih muda-muda hendaknya juga dilatih untuk membawakan alat musik, agar jika yang sudah tua sudah berhenti karena faktor usia maka ada yang menggantikannya. Saran untuk masyarakat agar selalu mendukung anak-anaknya untuk masuk menjadi anggota kesenian. Saran untuk pemuda karang taruna diharapkan untuk mempublikasikan Kesenian Ropak agar lebih dikenal oleh masyarakat luas, dengan cara mendokumentasikan (foto dan video) agar diunggah ke situs internet. Saran untuk pemerintah terkait diharapkan untuk lebih memperhatikan keberadaan dan kelangsungan Kesenian Ropak agar menjadi daya tarik bagi masyarakat luas, sehingga secara tidak langsung juga meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat Dusun Gendol dan masyarakat sekitar.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Budaya Daerah, Eksistensi, Identitas, Kesenian Ropak
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > Community Culture
L Education > Special Education > Civic Education
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
Depositing User: Users 7 not found.
Date Deposited: 10 Dec 2018 12:54
Last Modified: 04 Apr 2019 17:12
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/31845

Actions (login required)

View Item View Item