REST AND RECREATION AREA DI JALUR LINGKAR NAGREG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN


Jhony Ichwan Satyadi , 5112412069 (2017) REST AND RECREATION AREA DI JALUR LINGKAR NAGREG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of REST AND RECREATION AREA DI JALUR LINGKAR NAGREG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN]
Preview
PDF (REST AND RECREATION AREA DI JALUR LINGKAR NAGREG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN) - Published Version
Download (14MB) | Preview

Abstract

Kecamatan Nagreg menjadi salah satu wajah bagian timur Kab. Bandung, sebagai gerbang. Karena itu, kawasan Nagreg akan menjadi salah satu prioritas penataan khusus pemerintah terkait. Yaitu, penataan dengan konsep wisata. Penataan itu sangat penting dilakukan karena kawasan Nagreg menjadi perhatian masyarakat nasional. Bahkan, sempat dibicarakan sejumlah warga di luar negeri. Nagreg selain terkenal dengan jalur lalu lintas kendaraan yang selalu padat, juga kerap terjadi kecelakaan lalu lintas hingga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Kecelakaan lalu lintas itu menimbulkan kepadatan dan kemacetan. Difungsionalkannya Lingkar Nagreg diharapkan bisa mengurai kepadatan volume kendaraan di jalur Jln. Raya Nagreg yang mencapai 8000 unit kendaraan per jam. Terkait dengan adanya pembangunan Lingkar Nagreg itu, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kab. Bandung menyatakan harus ada penataan di jalur jalan tersebut. Jangan sampai dengan adanya rencana pengoperasionalan jalur Lingkar Nagreg itu terdapat para pedagang tenda biru yang berdiri di pinggir jalur jalan tersebut. Pasalnya, dapat merusak keindahan jalur. Karena itu bersamaan dengan diberlakukannya Lingkar Nagreg harus dibarengi dengan pembangunan rest area. Rest area itu untuk menempatkan para pedagang yang terkena imbas dari pembangunan Lingkar Nagreg. Berdasarkan data yang ada, sebanyak 83 pedagang di bagian selatan Jln. Raya Nagreg, Kp. Pamuncatan, Desa/Kec. Nagreg, yang akan terkena imbasnya. Keinginan adanya penataan itu senada dengan para pedagang makanan yang ada di jalur tersebut. Dengan adanya rest area bisa dijadikan pasar wisata. Hal itu seiring dengan kondisi alam di jalur tersebut sangat menarik dan bagus. Sehingga akan memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengendara yang kebetulan lewat di jalur tersebut. Daya tarik lainnya, pembangunan jalur Lingkar Nagreg mengitari perbukitan. Selain itu, pembangunannya pun dibarengi dengan konstruksi pembangunan semitunnel (semi terowongan) yang panjangnya 400 meter.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Rest Area, Rekreasi, Jalur Lingkar Nagreg, Transportasi
Subjects: T Technology > TK Electrical and Electronic Engineering
T Technology > TYA Teknik Sipil
Fakultas: Fakultas Teknik > Teknik Arsitektur, S1
Depositing User: Retma IF UPT Perpus
Date Deposited: 26 Jun 2019 19:38
Last Modified: 26 Jun 2019 19:38
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/31575

Actions (login required)

View Item View Item