SEJARAH TRANSPORTASI BUS ESTO DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN KOTA SALATIGA TAHUN 1923-1942


Eni Setyowati , 3111413038 (2017) SEJARAH TRANSPORTASI BUS ESTO DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN KOTA SALATIGA TAHUN 1923-1942. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 3111413038.pdf]
Preview
PDF
Download (822kB) | Preview

Abstract

Munculnya kebijakan Pemerintah Hindia Belanda melalui Undang-Undang Agraria 1870 membuat industri perkebunan semakin berkembang di Indonesia salah satunya di Salatiga. Dibukanya jalur transportasi kereta api di daerah pedalaman Jawa yang melewati beberapa daerah yang letaknya tidak jauh dari Salatiga turut memberikan pengaruh di Salatiga. Kebutuhan sarana transportasi disekitarnya juga semakin meningkat. Bus Esto merupakan angkutan umum masal pertama di Salatiga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimanakah latar belakang berdirinya Bus Esto di Salatiga, (2) bagaimanakah perkembangan Bus Esto tahun 1923-1942, (3) Apakah dampak sosial dan ekonomi adanya Bus Esto di Salatiga tahun 1923-1942. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yang mencangkup empat langkah, yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengambilan data yang digunakan melalui studi dokumen, studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bus Esto didirikan di Salatiga untuk memenuhi kebutuhan transportasi yang semakin meningkat. Transportasi yang lebih cepat dan bisa menampung lebih banyak orang sangat dibutuhkan. Selain membawa penumpang Bus Esto juga membawa barang, dengan adanya Bus Esto para dagang bisa membawa barang dengan jumlah yang lebih banyak jika dibandingkan dengan dokar. Adanya Bus Esto di Salatiga memudahkan mobilitas masyarakat Salatiga dan sekitarnya untuk mencapai wilayah lain dengan lebih cepat. Awalnya trayek yang dilayani hanya jurusan Salatiga-Tuntang dan Salatiga-Bringin PP, karena dua daerah tersebut terdapat stasiun kereta api. Pada awal operasinya penumpang yang menggunakan Bus Esto lebih banyak orangorang kulit putih sedangkan pribumi hanya para priyayi. Tahun 1930-an merupakan masa kejayaan Bus Esto, trayek yang dilalui hampir seluruh Jawa Tengah. Pada tahun 1930-an Bus Esto menjadi angkutan masal banyak pedagang menggunakan Bus Esto untuk meuju ke pasar. Bus Esto menjadi perusahaan yang terbaik dan terbesar di Semarang. Manajemen perusahaan sangat baik, sangat memperhatikan pegawainya. Namun ketika ada krisis ekonomi merupakan masa sulit yang dihadapi perusahaan Bus Esto. Selama tahun 1923-1942 kepemimpinan Esto sudah berganti selama tiga kali. Pergantian tersebut turun-temurun berdasarkan budaya Tionghoa. Adanya Bus Esto memberikan pengaruh terhadap perkembangan Salatiga. Bus Esto memberikan pendapatan daerah melalui pajak yang berguna untuk pembangunan kota, mengurangi jumlah pengangguran di Salatiga, memberikan kesejahteraan untuk pegawai. Selain dalam bidang ekonomi adanya Bus Esto juga turut memberikan pengaruh dalam bidang sosial.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Transportasi, Bus Esto, Salatiga, Perkembangan
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > Transportation
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Ilmu Sejarah, S1
Depositing User: Users 98 not found.
Date Deposited: 02 Mar 2018 17:21
Last Modified: 02 Mar 2018 17:21
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/30094

Actions (login required)

View Item View Item