Ketidaksadaran Personal, Ketidaksadaran Kolektif, dan Arketipe Sebagai Tingkatan Psike Pada Tokoh Utama Dalam Roman Et Si C’était Vrai Karya Marc Levy : Kajian Psikologi Analitis Carl Gustav Jung


Annisaatul Qudwah , 2311412004 (2016) Ketidaksadaran Personal, Ketidaksadaran Kolektif, dan Arketipe Sebagai Tingkatan Psike Pada Tokoh Utama Dalam Roman Et Si C’était Vrai Karya Marc Levy : Kajian Psikologi Analitis Carl Gustav Jung. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 2311412004.PDF]
Preview
PDF - Published Version
Download (280kB) | Preview

Abstract

Berdasarkan analisis yang telah diuraikan pada bab empat dapat ditarik simpulan sebagai berikut : Pertama, Lauren dan Arthur sebagai tokoh utama mengalami ketidaksadaran personal yang menekan ingatan mereka tentang suatu hal yang telah terjadi di masa lalu. Kemudian ketidaksadaran personal tersebut terhenti dengan adanya kompleks yang menyadarkan mereka akan kenangan yang telah mereka lalui. Ketidaksadaran personal Lauren muncul karena dirinya tidak mengerti dengan apa yang dialaminya setelah kecelakaan mobil tersebut, sedangkan Arthur mengalami ketidaksadaran personal yang berkenaan dengan ibunya. Namun demikian, Lauren dan Arthur memiliki kesamaan ketidaksadaran personal yaitu sama-sama mengenang sosok ibu dalam hidup mereka. Kedua, ketidaksadaran kolektif yang ada dalam novel tersebut dialami oleh Arthur. Ketidaksadaran kolektif Arthur tidak serta merta datang dengan sendirinya, melainkan dipengaruhi oleh Lauren. Ketidaksadaran kolektif memunculkan impian besar yang tidak dapat dinalar oleh akal manusia. Sama halnya dengan keadaan yang dialami oleh Arthur, dalam pikiran yang dipengaruhi 88 oleh leluhur bahwa ia tidak mungkin dapat melihat sosok roh sedangkan ia hanyalah manusia biasa. Namun demikian, Lauren seolah memaksa Arthur untuk mempercayainya. Dengan demikian, hal tersebut memunculkan arketipe berupa realisasi diri yaitu keadaan yang memaksa ia menerima sesuatu yang dialaminya. Ketiga, ketidaksadaran kolektif tidak terhenti pada satu titik di mana ia telah menerima suatu keadaan yang luar biasa. Arketipe yang merupakan pengaruh dari ketidaksadaran kolektif dan tidak dapat muncul dengan sendirinya, turut menghiasi gejala psikologis tokoh utama dalam roman tersebut. Arketipe tokoh utama dalam roman Et Si C’était Vrai karya Marc Levy adalah Ibu Agung (Great Mother), Pahlawan (hero), dan Diri (self). Arketipe Ibu Agung (Great Mother) dialami oleh Lauren dan Arthur yang sama-sama hidup hanya dengan sosok seorang ibu, sehingga nilai-nilai yang ia terapkan dalam hidup tidak lain merupakan pelajaran yang diberikan oleh sang ibu. Arketipe pahlawan ditunjukkan oleh Arthur sebagai seorang yang lebih kuat dan melindungi Lauren, meskipun ambisi melemahkannya. Sikap pahlawan (hero) tersebut ditunjukkan karena ia tidak ingin Lauren dieutanasie, namun ia berani menerima resiko sebagai hukuman dari ambisinya tersebut. Kemudian yang terakhir, arketipe diri (self) juga ditunjukkan oleh Lauren dan Arthur sebagai respon tentang apa yang dialami mereka.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Subjects: P Language and Literature > PB Modern European Languages > PB1501 Gaelic (Scottish Gaelic, Erse)
P Language and Literature > PN Literature (General)
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Sastra Perancis (S1)
Depositing User: Eko Handoyo Eko
Date Deposited: 23 Jan 2018 18:42
Last Modified: 23 Jan 2018 18:42
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/29432

Actions (login required)

View Item View Item