APLIKASI METODE GEOLISTRIK RESISTIVITY UNTUK PENDUGAAN SEBARAN INTRUSI AIR LAUT DI KELURAHAN KLEGO KOTA PEKALONGAN


Muhammad Ghufron Faza , 4211410016 (2015) APLIKASI METODE GEOLISTRIK RESISTIVITY UNTUK PENDUGAAN SEBARAN INTRUSI AIR LAUT DI KELURAHAN KLEGO KOTA PEKALONGAN. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of 4211410016.pdf]
Preview
PDF
Download (3MB) | Preview

Abstract

Beberapa kota yang berada di jalur pantai utara pulau Jawa mengalami intrusi air laut di pesisir pantai, salah satunya adalah kota Pekalongan. Intrusi air laut akan terjadi apabila keseimbangan antara hidrostatik antara air bawah tanah dan air bawah tanah asin di daerah pantai terganggu dan dampaknya sumur warga akan terasa asin/payau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai resistivitas air asin dan mengetahui daerah yang diduga telah terkena intrusi air laut di lokasi penelitian. Penelitian dilakukan di kelurahan Klego, tepatnya berada di area perbatasan antara wilayah sebaran air tanah agak payau dan wilayah air tanah tawar. Pengambilan data menggunakan metode geolistrik resistivity dengan konfigurasi Schlumberger dan spasi antar elektroda 10 meter. Titik 1 sebagai titik referen yang diambil untuk menentukan nilai resistivitas air asin kemudian titik 2, titik 3 dan titik 4 dapat ditentukan daerah yang diduga intrusi air laut berdasarkan nilai resistivitas air laut dari hasil interpretasi titik 1. Tahapan analisis data untuk mencari nilai resistivitas batuan menggunakan Microsoft Excel dan ditampilkan bentuk penampang 2-D menggunakan Res2Dinv. Berdasarkan hasil interpretasi titik 1 mempunyai litologi material pasir dengan nilai resistivitas (0,2 Ωm – 10,0 Ωm) di kedalaman (2,5 m – 18,5 m), material lempung (10,0 Ωm – 100 Ωm) di kedalaman (12,5 m – 31,9) dan material pasir 100 Ωm – 600 Ωm. Dari tabel resistivitas, air laut bernilai 0,2 Ωm berada di lapisan pasir bagian atas lapisan lempung. Dengan litologi yang sama dugaan intrusi air laut di titik 2 di kedalaman (2,5 m – 18,5 m lintasan 2a) dan (2,5 m – 20 m lintasan 2b), titik 3 di kedalaman (2,5 m – 12,8 m lintasan 3a dan 3b) dan titik 4 di kedalaman (2,5 m – 18,5 lintasan 4a) dan (7,5 m – 24,5 m lintasan 4b). Variasi nilai resistivitas menunjukkan adanya lapisan batuan yang beragam. Semakin kecil nilai resistivitas suatu batuan maka semakin mudah batuan tersebut dialiri oleh arus listrik. Penyebaran dugaan intrusi air laut berada di semua titik. Diduga intrusi air laut telah menyebar melewati perbatasan antara daerah yang telah terkena intrusi dan daerah yang belum terkena. Hal ini ditunjukkan adanya intrusi di bentangan (15 m – 75 m lintasan 2a) dan adanya intrusi di titik 4. Titik 2 diduga penyebaran intrusi mengarah kearah timur, titik 3 diduga mengarah kearah utara-selatan dan titik 4 diduga mengarah kearah timur, namun juga mengarah ke selatan dari titik 2

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Intrusi Air Laut, Geolistrik Resistivity, Schlumberger, Resistivitas
Subjects: Q Science > QC Physics
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Fakultas: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Fisika, S1
Depositing User: Users 23382 not found.
Date Deposited: 13 Jan 2016 13:48
Last Modified: 13 Jan 2016 13:48
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/22958

Actions (login required)

View Item View Item