PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATERI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DUA TINGGAL DUA TAMU (TWO STAY TWO STRAY) DENGAN KEPALA BERNOMOR TERSTRUKTUR (NUMBERED HEAD TOGETHER)


Idris Umar, 5201408123 (2013) PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATERI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DUA TINGGAL DUA TAMU (TWO STAY TWO STRAY) DENGAN KEPALA BERNOMOR TERSTRUKTUR (NUMBERED HEAD TOGETHER). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATERI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DUA TINGGAL DUA TAMU (TWO STAY TWO STRAY) DENGAN KEPALA BERNOMOR TERSTRUKTUR (NUMBERED HEAD TOGETHER)]
Preview
PDF (PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATERI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DUA TINGGAL DUA TAMU (TWO STAY TWO STRAY) DENGAN KEPALA BERNOMOR TERSTRUKTUR (NUMBERED HEAD TOGETHER))
Download (4MB) | Preview

Abstract

Model ekspositori dianggap menjadi salah satu faktor kekurangaktifan siswa saat pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif salah satu alternatif untuk dapat meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mana yang lebih baik antara model pembelajaran kooperatif tipe TSTS dengan NHT maupun dengan model ekspositori pada materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan penelitian post-test group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Teknik Mekanik Otomotif SMK Negeri 4 Semarang Tahun Ajaran 2012 / 2013. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TKR (Teknik Kendaraan Ringan) 1 sebanyak 36 siswa diberikan model pembelajaran tipe TSTS, kelas X TSM (Teknik Sepeda Motor) sebanyak 36 siswa diberikan model pembelajaran tipe NHT dan kelas X TKR (Teknik Kendaraan Ringan) 2 sebanyak 35 siswa sebagai kelas kontrol dengan model pembelajaran ekspositori. Data hasil belajar kemudian dianalisis dengan melakukan uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil analisis data menggunakan anava dan uji-t. Berdasarkan hasil analisis uji prasyarat, ketiga kelompok berdistribusi normal dan homogen. Rata-rata persentase nilai hasil belajar dari kelas TSTS, NHT dan ekspositori secara berurutan adalah 77,28%, 82,42%, dan 73,71%. Berdasarkan hasil analisis varian (Anava) terhadap data post-test diperoleh nilai Fhitung = 20,557 > Ftabel = 3,08 untuk α = 5% dengan dk = (2:104). Berdasarkan uji t pada data post-test kelas eksperimen 1 dan kelas kontrol, diperoleh nilai thitung = 2,694 > ttabel = 1,67 untuk α = 5% dengan dk = 69. Berdasarkan uji t pada data post-test kelas eksperimen 2 dan kelas kontrol dengan uji t diperoleh nilai thitung = 6,145 > ttabel = 1,67 untuk α = 5% dengan dk = 69. Berdasarkan uji t pada data post-test kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 diperoleh nilai thitung = 3,814 > ttabel = 1,67 untuk α = 5% dengan dk = 70. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan signifikan pada ketiga kelompok dan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS dan NHT lebih baik daripada dengan model ekspositori, serta mengindikasikan bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada materi K3 yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih baik daripada tipe TSTS pada kelas Teknik Mekanik Otomotif SMK Negeri 4 Semarang tahun ajaran 2012/2013

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Hasil belajar, K3, TSTS, NHT
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
T Technology > T Technology (General)
Fakultas: Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Mesin, S1
Depositing User: Users 22792 not found.
Date Deposited: 30 Oct 2013 13:42
Last Modified: 30 Oct 2013 13:54
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/18224

Actions (login required)

View Item View Item