Pengaruh Latihan Interval dan Continuous Running terhadap Peningkatan VO2MAX pada Tim Sepakbola SMA Negeri Ajibarang Tahun 2011


Robbi Darmawan, 6301407020 (2012) Pengaruh Latihan Interval dan Continuous Running terhadap Peningkatan VO2MAX pada Tim Sepakbola SMA Negeri Ajibarang Tahun 2011. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Pengaruh Latihan Interval dan  Continuous Running terhadap Peningkatan VO2MAX pada Tim Sepakbola SMA Negeri Ajibarang Tahun 2011] Microsoft Word (Pengaruh Latihan Interval dan Continuous Running terhadap Peningkatan VO2MAX pada Tim Sepakbola SMA Negeri Ajibarang Tahun 2011) - Published Version
Download (27kB)

Abstract

Bermainan sepakbola erat kaitannya antara satu komponen dengan komponen yang lain sangatlah penting artinya bahwa untuk dapat bermain sepak bola dengan baik, seseorang harus dapat menguasai faktor fisik dan keterampilan dasar bermain sepak bola dan inilah yang kurang dimiliki oleh para pemain SMA Negeri Ajibarang. Latihan kondisi fisik secara khusus sangat diperlukan bagi SMA Negeri Ajibarang. Sebab latihan-latihan mengenai kondisi fisik yang sudah dilakukan di SMA Negeri Ajibarang saat ini sangat kurang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Apakah ada pengaruh latihan interval terhadap peningkatan VO2MAX?, 2) Apakah ada pengaruh latihan continuous running terhadap peningkatan VO2MAX?, 3) Bentuk latihan apa yang lebih baik antara interval dan continuous running terhadap peningkatan VO2MAX?. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui pengaruh latihan interval terhadap peningkatan VO2MAX pada Tim Sepakbola SMA Negeri Ajibarang tahun 2011, 2) Mengetahui pengaruh latihan continuous running terhadap peningkatan VO2MAX pada Tim Sepakbola SMA Negeri Ajibarang tahun 2011, 3) Mengetahui bentuk latihan apa yang lebih baik antara interval dan continuous running terhadap peningkatan VO2MAX pada Tim Sepakbola SMA Negeri Ajibarang tahun 2011. Penelitian eksperimen ini menggunakan populasi siswa SMA Negeri Ajibarang yang berjumlah 728 orang dan sampel 24 pemain sepakbola. Teknik pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Variabel penelitian ini yaitu latihan interval dan continuous running sebagai variabel bebas, serta peningkatan VO2MAX sebagai variabel terikatnya. Analisis data menggunakan rumus t-test. Secara nyata bahwa latihan interval dan continuous running berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan VO2MAX pada pemain sepakbola SMAN Ajibarang Tahun 2011. Akan tetapi hasil perhitungan data tes awal (pre-test) dan tes akhir (post test) kelompok eksperimen 1 adalah thitung = -1,45 < ttabel = 2,201, maka latihaninterval tidak berpengaruh terhadap peningkatan VO2MAX. Perhitungan data tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) kelompok eksperimen 2 adalah thitung = -2,15 < ttabel 2,201, dengan demikian terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara latihan interval dan continuous running terhadap peningkatan kemampuan VO2MAX. Simpulan penelitian ini adalah secara fakta di lapangan latihan interval berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan VO2MAX pada pemain sepakbola SMAN Ajibarang Tahun 2011, tetapi secara perhitungan statistik tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Secara fakta latihan continuous running berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan VO2MAX pada pemain sepakbola SMAN Ajibarang Tahun 2011, secara perhitungan statistik juga memberikan pengaruh yang cukup signifikan. Secara perhitungan statistik latihan interval lebih baik daripada latihan continuous running terhadap peningkatan VO2MAX pada pemain tim sepakbola SMA Negeri Ajibarang tahun 2011. Peneliti mengajukan saran: 1) Bagi pelatih sepakbola dalam meningkatkan kondisi fisik atau daya tahan aerobik para pemain sebaiknya latihan continuous running dimasukkan dalam program latihan fisik utama, setelah itu bisa diselingi dengan latihan interval sebagai variasi latihan dan pelaksanaan program latihan sebaiknya dilakukan sebanyak 3-5 kali dalam seminggu. 2) Bagi peneliti yang tertarik melakukan penelitian sejenis dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan referensi dan diharapkan untuk menggunakan bentuk latihan daya tahan lain seperti fartlek, cross country, dan circuit training. Penggunaan tes pengukuran juga bisa menggunakan Multistage Fitness Test (MFT) atau harvard step test.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Subjects: O Sport > Education, Training, Research
Fakultas: Fakultas Ilmu Keolahragaan > Pendidikan Kepelatihan Olahraga, S1
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 06 Jul 2012 23:16
Last Modified: 06 Jul 2012 23:16
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/13142

Actions (login required)

View Item View Item