Pebandingan Model Pembelajaran Collaborative Learning Dengan Model Pembelajaran Konvensional Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Membuat Hiasan Pada Busana (Embroidery) Bagi Siswa Kelas XI Tata Busana Di SMK Muhammadiyah 3 Gemolong


Muti’ah Zahroh, 5401407045 (2012) Pebandingan Model Pembelajaran Collaborative Learning Dengan Model Pembelajaran Konvensional Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Membuat Hiasan Pada Busana (Embroidery) Bagi Siswa Kelas XI Tata Busana Di SMK Muhammadiyah 3 Gemolong. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of Pebandingan Model Pembelajaran Collaborative Learning Dengan Model Pembelajaran Konvensional Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Membuat Hiasan Pada Busana (Embroidery) Bagi Siswa Kelas XI Tata Busana Di SMK Muhammadiyah 3 Gemolong] Microsoft Word (Pebandingan Model Pembelajaran Collaborative Learning Dengan Model Pembelajaran Konvensional Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Membuat Hiasan Pada Busana (Embroidery) Bagi Siswa Kelas XI Tata Busana Di SMK Muhammadiyah 3 Gemolong) - Published Version
Download (36kB)

Abstract

Proses belajar mengajar dipengaruhi oleh model pembelajaran. Hal ini melihat model pembelajaran yang berlangsung disekolah, terutama disekolah kejuruan SMK Muhammadiyah 3 Gemolong. Disekolah tersebut masih menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu siswa sebagai objek belajar yang berperan sebagai penerima informasi secara pasif, serta cara belajar siswa yang masih individu. Model pembelajaran merupakan komponen yang harus dikuasai oleh seorang guru agar dapat menarik perhatian siswa dalam menerima pelajaran, serta merangsang siswa dalam belajar. Model pembelajaran Collaborative Learning atau yang disebut dengan pembelajaran kolaborasi adalah proses belajar kelompok dimana setiap anggota menyumbangkan informasi, pengalaman, ide, sikap, pendapat, kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya, untuk secara bersama-sama saling meningkatkan pemahaman seluruh anggota. Sedangkan Model pembelajaran Konvensional adalah model pembelajaran tradisional atau disebut juga dengan metode ceramah, karena sejak dulu model ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar dan pembelajaran. Dalam Collaborative Learning, siswa aktif berpartisipasi untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan model pembelajaran Collaborative Learning dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar mata pelajaran membuat hiasan pada busana (embroidery) bagi siswa kelas XI tata busana di SMK Muhammadiyah 3 Gemolong. (2) Untuk mengetahui mana yang lebih baik antara model pembelajaran Collaborative Learning dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar mata pelajaran membuat hiasan pada busana (embroidery) bagi siswa kelas XI tata busana di SMK Muhammadiyah 3 Gemolong. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain eksperimen Nonrandomized Control Group Pretest-Posttest design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI Tata Busana di SMK Muhammadiyah 3 Gemolong sebanyak 66 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh sebesar 33 siswa untuk pengajaran dengan model pembelajaran Collaborative Learning dan 33 siswa dengan model pembelajaran konvensional. Data penelitian diperoleh melalui tes (pretes, postes dan tes kinerja), observasi dan dokumentasi. Data tes yang dikumpulkan kemudian dianalisis, sedangkan data observasi hanya melengkapi hasil afektif siswa. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan model collaborative learning dan pembelajaran dengan model konvensional. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar mata pelajaran membuat hiasan pada busana (embroidery) yang ditunjukkan dengan nilai. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah jumlah siswa, bahan pembelajaran, alat pembelajaran, materi pembelajaran dan waktu belajar. Hasil penilaian pada kelas eksperimen antara lain nilai rata-rata pretes teori 55,91, rata-rata postes teori 79,09, nilai rata-rata pretes praktek 57,88 dan nilai rata-rata postes praktek 80,45 sedangkan penilaian pada kelas kontrol antara lain rata-rata nilai pretes teori 57,24 rata-rata postes teori 60,58, nilai pretes prektek 59,62 dan nilai rata-rata postes praktek 73,33 . Berdasarkan data tersebut nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Hasil analisis uji t diperoleh thitung – 0,965 dan ttabel 1,67, karena harga thitung < tabel dengan dk = 64 dan α = 5 % pada hasil pretes, yang berarti Ho diterima. Hasil data postes teori diperoleh thitung > tabel yaitu 12,855 > 1,67 dengan dk = 64 dan α = 5 %, dan postes praktek diperoleh thitung > tabel yaitu 4,354 > 1,67 dengan dk = 64 dan α = 5 % dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak yang berarti ada perbedaan hasil belajar antara kelopok eksperimen dan kelompok kontrol serta hasil belajar kelompok eksperimen lebih baik dari kelompok kontrol setelah diberi perlakuan. Simpulan dari penelitian ini adalah (1) Ada perbedaan model pembelajaran Collaborative Learning dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar mata pelajaran membuat hiasan pada busana (embroidery) bagi siswa kelas XI tata busana di SMK Muhammadiyah 3 Gemolong. (2) Model yang lebih baik digunakan pada mata pelajaran membuat hiasan pada busana (embroidery) bagi siswa kelas XI tata busana di SMK Muhammadiyah 3 Gemolong adalah dengan model pembelajaran Collaborativ Learning. Saran yang dapat diberikan terkait dengan penelitian ini adalah : (1) Bagi guru, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dan informasi dalam memilih model pembelajaran yang efektif dan efisien, (2) Bagi siswa, agar lebih aktif menambah pengetahuan tentang membuat hiasan pada busana (embroidery) dari buku maupun internet sehingga tidak sekedar mengandalkan guru sebagai sumber belajar siswa. (3) Perlu ada penelitian lain yang dapat lebih menunjang keberhasilan pembelajaran pada mata pelajaran membuat hiasan pada busana (embroidery) selain dengan model pembelajaran Collaborative Learning, untuk mendapatkan hasil belajar yang paling baik

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Collaborative Learning, Konvensional, Hasil Belajar, Membuat Hiasan Pada Busana (Embroidery)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
T Technology > TX Home economics
Fakultas: Fakultas Teknik > Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, S1
Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 25 Aug 2012 23:18
Last Modified: 25 Aug 2012 23:18
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/14248

Actions (login required)

View Item View Item