TENUN SONGKET SASAK DALAM KONTEKS PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA: STUDI PEMERTAHANAN IDENTITAS ETNIK DAN REFLEKSI PENDIDIKAN SENI


Moh. Fathurrahman, 0205619001 (2025) TENUN SONGKET SASAK DALAM KONTEKS PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA: STUDI PEMERTAHANAN IDENTITAS ETNIK DAN REFLEKSI PENDIDIKAN SENI. Doctoral thesis, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

[thumbnail of DISERTASI] PDF (DISERTASI) - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (14MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perubahan sosial budaya yang berdampak terhadap eksistensi kain tenun songket Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tenun songket yang awalnya memiliki makna simbolik, fungsi adat, dan status sosial kini mengalami pergeseran menjadi produk komersial dalam industri kreatif. Pergeseran ini berpotensi mengancam keberlanjutan nilai-nilai budaya lokal dan identitas etnik masyarakat Sasak. Penelitian ini difokuskan pada tiga rumusan masalah utama: (1) bagaimana keberadaan tenun songket sebagai ekspresi budaya masyarakat Sasak; (2) bagaimana fungsi tenun songket dalam konteks perubahan sosial budaya; dan (3) bagaimana peran pendidikan seni dalam pemertahanan tenun songket sebagai identitas etnik masyarakat Sasak. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan ketiga aspek tersebut secara komprehensif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi dokumentasi, serta analisis visual terhadap motif dan produk tenun songket Sasak. Lokasi penelitian meliputi tiga sentra tenun utama, yaitu Desa Sukarara, Desa Sade Lombok Tengah, dan Desa Pringgasela di Lombok. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan tenun songket Sasak tetap memiliki nilai strategis sebagai simbol identitas budaya, meskipun mengalami perubahan bentuk, fungsi, dan makna. Tenun songket kini tidak hanya digunakan dalam konteks adat, tetapi juga dalam produk fashion modern, souvenir wisata, dan dekorasi interior. Perubahan fungsi tenun songket Sasak tidak hanya merupakan adaptasi bentuk dan teknik, tetapi juga merupakan representasi dari perubahan cara pandang masyarakat terhadap warisan budaya. Pendidikan seni memiliki peran penting dalam proses pemertahanan nilai-nilai budaya tenun songket melalui integrasi materi lokal dalam kurikulum, kegiatan ekstra kurikuler, dan pelatihan berbasis komunitas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemertahanan tenun songket sebagai identitas etnik masyarakat Sasak memerlukan kolaborasi antara masyarakat, institusi pendidikan, pemerintah, dan pelaku industri kreatif dengan mengedepankan pendekatan pendidikan seni berbasis budaya lokal.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Tenun Songket Sasak, Perubahan, Sosial Budaya, Identitas Etnik, Pendidikan Seni.
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > Community Culture
L Education > Special Education > Art education
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni (S3)
Depositing User: TUKP unnes
Date Deposited: 29 Jan 2026 06:21
Last Modified: 29 Jan 2026 06:21
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/74450

Actions (login required)

View Item View Item