PERUBAHAN SOSIAL PADA TRADISI GOTONG ROYONG MASYARAKAT PETANI DI DESA SIGENTONG KECAMATAN WANASARI KABUPATEN BREBES
Ziadatul Khoeriyah, 3301420083 (2024) PERUBAHAN SOSIAL PADA TRADISI GOTONG ROYONG MASYARAKAT PETANI DI DESA SIGENTONG KECAMATAN WANASARI KABUPATEN BREBES. Under Graduates thesis, UNNES.
|
PDF (Skripsi)
- Published Version
Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Gotong-royong merupakan tradisi yang telah lama menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di pedesaan. Di Desa Sigentong, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, tradisi ini menjadi simbol solidaritas dan kekeluargaan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di kalangan petani. Namun, modernisasi dan perkembangan teknologi pertanian telah membawa perubahan sosial yang signifikan terhadap tradisi gotong-royong ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan sosial yang terjadi pada tradisi gotong royong di Desa Sigentong, serta menganalisis dampaknya, baik dari segi sosial, budaya, maupun ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala desa, tokoh masyarakat, dan petani setempat yang memiliki pengalaman langsung dengan tradisi gotong-royong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan sosial pada tradisi gotong-royong di Desa Sigentong disebabkan oleh beberapa faktor, seperti modernisasi teknologi pertanian, pergeseran nilai-nilai budaya, dan perubahan kebutuhan masyarakat. Tradisi yang sebelumnya mengandalkan kerja sama kolektif secara manual dalam aktivitas pertanian, seperti menanam dan memanen padi, kini mulai tergantikan oleh penggunaan mesin dan tenaga kerja individual. Dampak positif dari perubahan ini meliputi peningkatan efisiensi kerja, percepatan proses panen, dan penghematan biaya produksi. Selain itu, modernisasi teknologi juga memungkinkan hasil produksi pertanian meningkat, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat petani. Namun, di sisi lain, dampak negatifnya tidak dapat diabaikan. Berkurangnya interaksi sosial antarwarga menyebabkan melemahnya solidaritas komunitas, hilangnya kebersamaan, dan menurunnya rasa saling tolong-menolong. Selain itu, penggunaan mesin juga mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual, yang pada akhirnya meningkatkan angka pengangguran di kalangan petani. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika perubahan sosial di masyarakat pedesaan akibat modernisasi. Implikasi praktisnya adalah perlunya langkah-langkah strategis untuk mempertahankan nilai-nilai tradisi gotong royong, seperti penggalakan program kerja bakti dan pelestarian budaya lokal. Dengan demikian, tradisi gotong royong di Desa Sigentong dapat tetap lestari dan relevan dalam menghadapi tantangan zaman.
| Item Type: | Thesis (Under Graduates) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perubahan sosial, Gotong-royong, Masyarakat petani |
| Subjects: | L Education > Special Education > Civic Education |
| Fakultas: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1 |
| Depositing User: | TUKP unnes |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 08:20 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 08:20 |
| URI: | http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/73413 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
