MITIGASI BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN WISATA PANTAI JETIS KECAMATAN NUSAWUNGU KABUPATEN CILACAP


Syarif Hidayatullah, 3211420151 (2025) MITIGASI BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN WISATA PANTAI JETIS KECAMATAN NUSAWUNGU KABUPATEN CILACAP. Under Graduates thesis, UNNES.

[thumbnail of Skripsi] PDF (Skripsi) - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Kawasan wisata pantai memiliki potensi sebagai daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga menyimpan potensi risiko bencana, khususnya tsunami. Bencana ini dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur serta korban jiwa. Pantai Jetis, yang terletak di Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, merupakan salah satu kawasan wisata yang cukup rentan terhadap ancaman tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi risiko tsunami di Pantai Jetis, mengidentifikasi penerapan mitigasi struktural dan non-struktural, serta memberikan rekomendasi perbaikan mitigasi yang lebih efektif di kawasan ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan lokasi di Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Populasi penelitian mencakup pelaku usaha, masyarakat setempat, dan pemangku kepentingan terkait mitigasi bencana. Sampel dipilih melalui metode purposive sampling. Variabel yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi potensi tsunami, mitigasi struktural dan non struktural, serta kekurangan mitigasi yang ada. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner, wawancara, observasi lapangan serta data sekunder juga digunakan, peta bahaya tsunami BMKG. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan potensi risiko dan efektivitas mitigasi di kawasan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Pantai Jetis termasuk dalam kategori bahaya tinggi hingga sedang terhadap tsunami, yang terbagi dalam empat zona risiko (Zona Merah, Oranye, Kuning, dan Hijau). Mitigasi struktural yang diterapkan di kawasan ini meliputi pemasangan breakwater, groin, dan sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS, Tsunami Warning System/TWS). Sementara itu, mitigasi non-struktural meliputi edukasi kepada masyarakat, latihan evakuasi, dan sosialisasi mengenai sistem peringatan dini. Meskipun lebih dari 97% responden memahami prosedur evakuasi, masih terdapat kendala pada keterbatasan jalur evakuasi yang ada di kawasan wisata. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar upaya mitigasi di Pantai Jetis diperkuat. Salah satu langkah penting adalah peningkatan infrastruktur, seperti penambahan jalur evakuasi yang lebih jelas dan pemasangan rambu evakuasi yang mencolok. Selain itu, pengembangan sistem peringatan dini melalui aplikasi mobile juga perlu dilakukan untuk mempercepat penyebaran informasi kepada masyarakat dan wisatawan. Evaluasi terhadap infrastruktur yang ada, termasuk breakwater dan groin, perlu dilakukan secara berkala. Diperlukan juga edukasi lebih lanjut mengenai bangunan tahan gempa bagi masyarakat dan pelaku usaha di kawasan wisata. Masyarakat Desa Jetis juga diimbau untuk berpartisipasi dalam latihan evakuasi secara rutin dan mendukung penanaman mangrove sebagai bentuk mitigasi alami untuk mengurangi dampak tsunami.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Mitigasi Bencana Tsunami, Pantai Jetis, Wisata
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Geografi, S1
Depositing User: TUKP unnes
Date Deposited: 22 Jan 2026 08:10
Last Modified: 22 Jan 2026 08:10
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/73401

Actions (login required)

View Item View Item