PENANAMAN NILAI-MORAL PADA ANAK DALAM KELUARGA NELAYAN DI DUKUH NGUJUNG KELURAHAN TANJUNGSARI KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG

Mahsunah Setiyawati, 3401406009 (2011) PENANAMAN NILAI-MORAL PADA ANAK DALAM KELUARGA NELAYAN DI DUKUH NGUJUNG KELURAHAN TANJUNGSARI KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang(UNNES).

This is the latest version of this item.

Abstract

SARI Setiyawati, Mahsunah. 2010. 3401406009. Penanaman Nilai-Moral Pada Anak Dalam Keluarga Nelayan Di Dukuh Ngujung Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang. Sarjana Pendidikan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum Dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Drs. Makmuri, Pembimbing II Drs. Suprayogi, M.Pd 102 Halaman. Kata Kunci : Penanaman Nilai Moral Pada Anak Dalam Keluarga Nelayan Melatih perbuatan, ucapan dan pikiran agar selalu benar, anak sejak dini membutuhkan penanaman nilai-moral. Penanaman nilai-moral dapat dilakukan dilingkungan keluarga sebagai pendidikan nonformal. Penanaman nilai-moral yang dilakukan sejak dini, diharapkan pada tahap perkembangan selanjutnya anak akan mampu membedakan baik buruk, benar salah, sehingga ia dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu akan berpengaruh pada mudah tidaknya anak diterima oleh masyarakat sekitarnya dalam hal bersosialisasi. Keluarga nelayan merupakan keluarga yang hidup, tumbuh, dan berkembang dikawasan pesisir. Sebagian besar waktu dihabiskan nelayan untuk menangani pekerjaan melaut, sehingga tidak cukup kesempatan bagi nelayan mengurus aktivitas sosial ekonomi di darat, diantaranya dalam hal mengasuh dan menanamkan nilai-moral pada anak. Dalam pelaksanaan penanaman nilai-moral sebagian keluarga nelayan ada yang belum menanamkan nilai-moral yang berkaitan dengan agama, nilai etika dan sosial. Ada juga keluarga nelayan yang sudah menanamkan nilai-moral tersebut pada anak mereka namun belum maksimal. Masalah dalam penelitian ini adalah pelaksanaan penanaman nilai-moral pada anak dalam keluarga nelayan, siapa yang paling berperan dalam penanaman nilai-moral dan hambatan dalam penanaman nilai-moral pada anak dalam keluarga nelayan. Berdasarkan permasalahan tersebut tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan penanaman nilai-moral pada anak dalam keluarga nelayan di Dukuh Ngujung Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang, mengetahui siapa yang berperan dalam penanaman nilai-moral pada anak dalam keluarga nelayan di Dukuh Ngujung Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang, serta untuk mengetahui hambatan-hambatan apa saja yang terjadi dalam pelaksanaan penanaman nilai-moral pada anak dalam keluarga nelayan di Dukuh Ngujung Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Dukuh Ngujung Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penanaman nilai-moral pada anak dalam keluarga nelayan berlangsung pada saat malam hari setelah orang tua pulang dari bekerja. Orang tua menggunakan pendekatan teladan dan pembiasaan, orang tua memberikan nasehat ketika anak melakukan kesalahan, dan mengajarkan perilaku yang baik. Orang tua mengajarkan beberapa nilai-nilai diantaranya nilai agama, nilai etis, nilai intelek dan nilai sosial. Dari segi nilai agama, orang tua mengajarkan anaknya untuk beribadah (sholat, zakat, puasa, mengaji). Dari segi nilai etis, orang tua mengajarkan anak untuk sopan dalam bertutur kata dengan orang yang lebih tua, yaitu dengan menggunakan bahasa krama. Nilai intelek, orang tua mengajarkan anak untuk bersekolah. Nilai sosial, orang tua mengajarkan anak tentang tolong-menolong, bersikap adil, dan demokratis. Pola yang diterapkan adalah pola yang bersifat fleksibel, terkadang pola otoriter, demokrasi, dan permisif. Pihak-pihak yang berperan dalam membantu mengasuh, mendidik serta menanamkan nilai-moral pada anak nelayan adalah kerabat atau orang terdekat yang sudah dikenal oleh anak nelayan dan yang masih memiliki hubungan darah. Mereka diyakini dapat mengajarkan kebaikan kepada anak-anak. Sedangkan hambatan dalam melaksanakan penanaman nilai-moral pada anak yaitu terbatasnya waktu bertemu dengan anak, pengaruh lingkungan pergaulan anak misalnya sering bermain, pengaruh pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi misalnya sering menonton televisi, bermain telepon genggam, dan bermain internet. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Penanaman Nilai-Moral Pada Anak Dalam Keluarga Nelayan di Dukuh Ngujung Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang sudah cukup baik walaupun dalam pelaksanaannya masih ada hambatan. Saran yang dapat penulis berikan berdasarkan penelitian yang dilakukan adalah hendaknya orang tua lebih menanamkan sopan santun dan tata krama khususnya dalam hal berbicara dengan orang yang lebih tua menggunakan bahasa krama. Selain itu orang tua hendaknya membatasi waktu bermain anak diluar rumah, waktu menonton TV, serta mengawasi anak dalam bergaul dengan teman sebayanya. Bagi warga masyarakat nelayan hendaknya pada saat berkumpul dengan anak sebaiknya memanfaatkan waktu yang ada secara maksimal untuk mengasuh dan mendidik anak. Sehingga kebutuhan material, serta kebutuhan kerohanian atau pendidikan anak dapat terpenuhi secara seimbang. Demi kebaikan serta masa depan anak-anak nantinya.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Penanaman Nilai Moral Pada Anak Dalam Keluarga Nelayan
Subjects: K Law > K Law (General)
Fakultas: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum, S1
Depositing User: syaiful imam fisika
Date Deposited: 29 Nov 2011 00:19
Last Modified: 29 Nov 2011 00:19

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item