PENINGKATAN KEPATUHAN TERHADAP NILAI DAN NORMA PADA SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 TUNTANG DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI MELALUI METODE VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT)

Siti Ruchayati , 3501406008 (2011) PENINGKATAN KEPATUHAN TERHADAP NILAI DAN NORMA PADA SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 TUNTANG DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI MELALUI METODE VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

This is the latest version of this item.

Abstract

Ruchayati, Siti. 2010. Peningkatan Kepatuhan terhadap Nilai dan Norma pada Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Tuntang dalam Pembelajaran Sosiologi melalui Metode Value Clarification Technique (VCT). Skripsi. Jurusan Sosiologi dan Antropoplogi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang. Kata Kunci: pelaksanaan metode VCT, tingkat kepatuhan terhadap nilai dan norma, dan siswa kelas XI IPS 2. Pendidikan memiliki tiga aspek, yakni kognitif, psikomotor, dan afektif yang ketiganya harus diseimbangkan. Siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Tuntang memiliki masalah afektif yang ditandai dengan tingginya angka pelanggaran rata-rata dibandingkan dengan kelas XI IPS 1. Metode VCT diterapkan untuk membantu siswa memahami nilai-nilai sosial dan kemudian setiap siswa mampu mengambil nilai yang dianggap baik bagi masyarakat, serta mampu ditunjukkan dalam perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah. Nilai-nilai yang telah diambil siswa diharapkan mampu memperbaiki perilaku sosialnya di lingkungan sekolah sehingga mengurangi angka pelanggaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) mengetahui pelaksanaan metode value clarification technique (VCT) pada siswa kelas XI IPS 2 di SMA Negeri 1 Tuntang, (2) mengetahui tingkat kepatuhan siswa kelas XI IPS 2 terhadap nilai dan norma dalam kehidupan sosialnya di lingkungan SMA Negeri 1 Tuntang, dan (3) mengetahui hambatan dalam meningkatkan kepatuhan siswa kelas XI IPS 2 terhadap nilai dan norma melalui metode value clarification technique (VCT). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang lokasi penelitiannya dilakukan di SMAN 1 Tuntang, Kabupaten Semarang. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 2 tahun ajaran 2009/2010, sedangkan informan adalah kepala sekolah, guru mata pelajaran Sosiologi, guru bimbingan konseling (BK), serta guru mata pelajaran Agama Islam. Fokus penelitian di antaranya adalah pelaksanaan metode value clarification technique (VCT) pada siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Tuntang dalam pembelajaran sosiologi, tingkat kepatuhan siswa kelas XI IPS 2 terhadap nilai dan norma dalam kehidupan sosialnya di lingkungan sekolah, serta hambatan-hambatan dalam meningkatkan kepatuhan siswa kelas XI IPS 2 melalui metode value clarification technique (VCT). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah (1) pelaksanaan metode VCT pada siswa kelas XI IPS 2 hanya terbatas pada penggunaaan 5 (lima) model pembelajaran yakni sosiodrama, diskusi, kartu keyakinan, percontohan, serta pengamatan perilaku, dan belum menerapkan model pembelajaran inquiri, (2) pelaksanaan metode VCT dapat meningkatkan kepatuhan siswa kelas XI IPS 2 yang ditunjukkan dengan penurunan angka kredit poin pelanggaran rata-rata terhitung sejak bulan Maret sampai dengan bulan Mei, (3) hambatan yang dihadapi penerapan metode VCT di antaranya adalah kurangnya persiapan yang dilakukan oleh guru sehingga proses pembelajaran menjadi kurang optimal, penerapan model-model pembelajaran yang kurang sempurna karena tanpa penerapan teknik inquiri, serta pelaksanaan evaluasi yang hanya menggunakan penilaian kualitatif tanpa menyajikan penilaian secara kuantitatif. Saran yang dapat diberikan adalah (1) pelaksanaan metode VCT yang dilakukan guru untuk meningkatkan kepatuhan siswa kelas XI IPS 2 hendaknya menggunakan persiapan yang sebaik mungkin agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan optimal karena siswa akan lebih siap ketika guru menyiapkan setiap model pembelajaran secara matang, (2) pelaksanaan metode VCT akan lebih lengkap dan ideal ketika guru menyertakan penerapan model pembelajaran inquiri. Penerapan inquiri akan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, serta melatih sikap bertanggung jawab, di mana aspek ini dibutuhkan dalam proses pembelajaran melalui metode VCT terutama untuk memperbaiki nilai afektif siswa, (3) penilaian atau evaluasi dalam pembelajaran bermetode VCT ini hendaknya dilakukan dengan dua bentuk penyajian, yakni penilaian kualitatif dan kuantitatif agar guru memiliki pedoman yang lebih lengkap dalam menentukan nilai afektif siswa.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: pelaksanaan metode VCT, tingkat kepatuhan terhadap nilai dan norma, dan siswa kelas XI IPS 2.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BJ Ethics
L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
Depositing User: Users 3260 not found.
Date Deposited: 28 Nov 2011 19:33
Last Modified: 28 Nov 2011 19:33

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item