PENERAPAN GURU TUNGGAL DALAM PEMBELAJARAN IPS TERPADU PADA SMP NEGERI SE-KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Ekawati Rekno Anggraeni , 3201406512 (2011) PENERAPAN GURU TUNGGAL DALAM PEMBELAJARAN IPS TERPADU PADA SMP NEGERI SE-KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2010/2011. Under Graduates thesis, universitas negeri semarang.

This is the latest version of this item.

Abstract

Anggraeni, Ekawati Rekno. 2010. Penerapan Guru Tunggal Dalam Pembelajaran IPS Terpadu Pada SMP Negeri Se-Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Semester Gasal Tahun Pelajaran 2010/ 2011. Skripsi. Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Drs. R. Sugiyanto, SU.,Pembimbing II: Drs. Satyanta Parman, M. T. 87 halaman. Kata kunci: Guru Tunggal, Pembelajaran IPS terpadu Pembelajaran IPS Terpadu merupakan kesatuan antara berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial, maka dalam pelaksanaannya tidak lagi terpisah-pisah melainkan menjadi satu kesatuan. Namun demikian, pelaksanaannya di SMP/ MTs pembelajaran IPS sebagian besar masih dilaksanakan secara terpisah. Pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS masih dilakukan sesuai dengan bidang kajian masing-masing (Sosiologi, Sejarah, Geografi, Ekonomi) tanpa ada keterpaduan di dalamnya. Hal ini tentu saja menghambat ketercapaian tujuan IPS itu sendiri yang dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu sosial (Sosiologi, Sejarah, Geografi, Ekonomi, Politik, Hukum, Budaya). Untuk lebih mengarah pada pokok permasalahan, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut : (1) bagaimana persepsi guru IPS terpadu tentang guru tunggal yang diterapkan dalam pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri se-Kecamatan Bumiayu semester gasal tahun pelajaran 2010/2011? (2) bagaimana penerapan guru tunggal dalam pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri se-Kecamatan Bumiayu semester gasal tahun pelajaran 2010/2011? Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui persepsi guru IPS terpadu tentang guru tunggal yang diterapkan dalam pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri se-Kecamatan Bumiayu semester gasal tahun pelajaran 2010/2011, dan (2) mengetahui penerapan guru tunggal dalam pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri se-Kecamatan Bumiayu semester gasal tahun pelajaran 2010/2011. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan fokus penelitian adalah penerapan guru tunggal dalam pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri se-Kecamatan Bumiayu. Subyek penelitian adalah guru IPS Terpadu dan informannya Kepala Urusan Kurikulum di sekolah tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara (subyek dan informan), observasi (subyek penelitian pada saat pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu) dan dokumentasi (profil sekolah, jumlah guru IPS, dan RPP) . Analisis data menggunakan model deskriptif kualitatif untuk menjelaskan penerapan guru tunggal dalam pembelajaran IPS terpadu di SMP Negeri se-Kecamatan Bumiayu semester gasal tahun pelajaran 2010/2011. Berdasarkan hasil penelitian, Persepsi guru IPS terpadu tentang guru tunggal yang diterapkan dalam pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri se-Kecamatan Bumiayu tahun pelajaran 2010/2011 adalah guru yang mengajar seorang diri di kelas dan mempunyai tanggungjawab secara individu, baik dalam pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaannya di kelas dan juga penilaian yang cakupannya hanya dalam satu kelas bukan satu sekolah satu guru IPS. Hal ini bertujuan untuk efektifitas dan efisiensi waktu, perencanaan program, maupun pelaksanaannya. Guru tunggal idealnya diterapkan ketika seorang guru IPS Terpadu sudah menguasai 4 bidang studi yang ada di IPS Terpadu, yaitu Geografi, Sejarah, Ekonomi dan Sosiologi. Penerapan guru tunggal dalam pembelajaran IPS terpadu di SMP Negeri se-Kecamatan Bumiayu tahun pelajaran 2010/2011 pada hakikatnya sama, setiap guru IPS mengajar materi IPS yang terdapat empat bidang studi secara sendiri di kelas dengan cara mengajarnya perbidang studi walaupun materi dan guru sudah terpadu. Jadi setiap guru IPS membuat perangkat mengajar, khususnya RPP secara sendiri. Walaupun di tiap SMP Negeri ada 3 sampai 5 orang guru IPS, namun tanggung jawab mengajar, membuat perangkat mengajar, membuat penilaian itu secara individual. Penerapan guru tunggal dalam pembelajaran IPS Terpadu masih terdapat kesulitan, karena seorang guru IPS dituntut untuk mengajar yang bukan basicnya. Penilaian dilakukan dengan menyatukan nilai hasil belajar siswa yang terdiri dari Geografi, Sejarah, Ekonomi dan Sosiologi yang disebut nilai mata pelajaran IPS Terpadu. Berdasarkan hasil temuan diatas, maka saran yang dapat peneliti ajukan sebagai berikut: 1) bagi guru IPS terpadu : a) lebih mengefektifkan guru tunggal untuk pembelajaran IPS terpadu, dan b) hendaknya mampu membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dan penerapannya yang lebih menjurus pada terpadunya sub bidang studi yang ada di mata pelajaran IPS Terpadu untuk menjadikan pembelajaran yang lebih menarik dengan topik atau tema; 2) bagi SMP Negeri se-Kecamatan Bumiayu : mengadakan kepelatihan pendalaman materi IPS Terpadu untuk guru IPS Terpadu baik persekolah maupun perkecamatan Bumiayu; dan 3) bagi perguruan tinggi : sebaiknya menyediakan mahasiswa lulusan yang berkompeten di bidang ilmu sosial khusus untuk mengajar mata pelajaran IPS Terpadu di SMP/ MTs.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Guru Tunggal, Pembelajaran IPS terpadu
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Geografi, S1
Depositing User: Users 3258 not found.
Date Deposited: 27 Nov 2011 04:27
Last Modified: 27 Nov 2011 04:27

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item