Kedudukan dan Peran Perempuan dalam Menopang Penghasilan Keluarga Sebuah Analisis Gender pada Buruh Kerajinan Tanduk Kerbau dan Sapi di Desa Pucang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang

Fatmah Nur Ulinhana, 3401407109 (2011) Kedudukan dan Peran Perempuan dalam Menopang Penghasilan Keluarga Sebuah Analisis Gender pada Buruh Kerajinan Tanduk Kerbau dan Sapi di Desa Pucang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Kedudukan dan Peran Perempuan dalam Menopang Penghasilan Keluarga Sebuah Analisis Gender pada Buruh Kerajinan Tanduk Kerbau dan Sapi di Desa Pucang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang) - Submitted Version
Download (1053Kb)

    Abstract

    UU No. 1 Tahun 1974 jelas mengatur mengenai hak, kedudukan dan status istri yang sama dengan suami, hanya perannya yang dibedakan. Suami berkerja mencari nafkah di luar rumah dan istri menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga di dalam rumah. Pada akhir abad ke-20 dan memasuki abad ke-21, peran perempuan dalam masyarakat mengalami perubahan yang sangat pesat. Perempuan diharapkan untuk menjadi seseorang yang mandiri disamping adanya kebebasan bagi mereka untuk mengembangkan bakat yang ada dalam dirinya. Walaupun seorang perempuan telah terjun dalam pekerjaan di sektor publik, namun mereka tetap tidak dapat melepaskan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga. Begitu juga halnya penduduk di Desa Pucang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang dengan penduduk 2.720 jiwa (1.401 laki-laki dan 1.319 perempuan), di mana sebagian besar dari perempuan (ibu rumah tangga) tersebut berpendidikan rendah namun hal itu tidak mengurangi semangat mereka untuk ikut bekerja mencari nafkah sebagai buruh kerajinan tanduk kerbau dan sapi walaupun dengan upah yang rendah. Permasalahan dalam penelitian ini: (1) bagaimana kedudukan perempuan dalam menopang penghasilan keluarga pada buruh kerajinan tanduk kerbau dan sapi di Desa Pucang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang, (2) bagaimana peran perempuan dalam menopang penghasilan keluarga pada buruh kerajinan tanduk kerbau dan sapi di Desa Pucang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang, (3) faktor-faktor apa sajakah yang mendorong perempuan (Istri) bekerja sebagai buruh kerajinan tanduk kerbau dan sapi di Desa Pucang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang. Tujuan dalam penelitian ini: (1) mengetahui kedudukan perempuan dalam menopang penghasilan keluarga pada buruh kerajinan tanduk kerbau dan sapi di Desa Pucang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang, (2) mengetahui peran perempuan dalam menopang penghasilan keluarga pada buruh kerajinan tanduk kerbau dan sapi di Desa Pucang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang, (3) mengetahui faktor-faktor yang mendorong perempuan (Istri) bekerja sebagai buruh kerajinan tanduk kerbau dan sapi di Desa Pucang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif. Lokasi penelitian terletak di Desa Pucang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, pengamatan, dan dokumentasi yang diolah dan diperiksa dengan menggunakan teknik perpanjangan keikutsertaan untuk menetapkan keabsahan data. Data penelitian ini dianalisis dan diolah dengan menggunakan model teknik analisis gender yaitu model Moser. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kedudukan buruh perempuan kerajinan tanduk kerbau dan sapi dalam keluarga adalah setara atau sama dengan laki-laki yang dapat dilihat dari pengambilan keputusan yang diambil, namun masih terdapat ketidakadilan dalam pembagian kerja dalam rumah tangganya, (2) Buruh perempuan kerajinan tanduk kerbau dan sapi memiliki tiga peranan dalam rumah tangganya yaitu peran produktif, reproduktif, dan kemasyarakatan (kerja sosial), (3) Terdapat tiga faktor yang mendorong perempuan (istri) bekerja sebagai buruh kerajinan tanduk kerbau dan sapi, yaitu faktor ekonomi dan keterampilan, faktor pendidikan, serta faktor usia. Saran yang disampaikan adalah: (1) bagi perempuan buruh kerajinan tanduk kerbau dan sapi apabila diberikan kepercayaan oleh suami untuk mengelola keuangan keluarga hendaknya dapat dikelola dengan baik supaya kebutuhan keluarga bisa tercukup, (2) perempuan buruh kerajinan tanduk kerbau dan sapi hendaknya dapat menyeimbangkan peran produktif, reproduktif, dan kemasyarakatan yang menjadi tugas dalam kehidupan sehari-harinya. Jangan sampai salah satu peran tersebut menjadikan tugas yang lain terabaikan, (3) bagi laki-laki (suami) buruh kerajinan tanduk kerbau dan sapi hendaknya bisa membantu perempuan (istri) menjalankan peran reproduktif. Hal itu dilakukan agar perempuan (istri) tidak memikul beban ganda secara sendiri.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: kedudukan dan peran perempuan, menopang penghasilan keluarga UU No. 1 Tahun 197
    Subjects: J Political Science > JS Local government Municipal government
    K Law > K Law (General)
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
    Depositing User: eko handoyo perpustakaan
    Date Deposited: 04 Apr 2011 04:45
    Last Modified: 25 Apr 2015 00:12

    Actions (login required)

    View Item