Survei Persepsi Guru Non Penjasorkes Terhadap Kinerja Guru Penjasorkes di SMP dan Sederajat Se-Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Tahun 2008/ 2009

Eva Satriya Wijaya, 6101405109 (2009) Survei Persepsi Guru Non Penjasorkes Terhadap Kinerja Guru Penjasorkes di SMP dan Sederajat Se-Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Tahun 2008/ 2009. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Survei Persepsi Guru Non Penjasorkes Terhadap Kinerja Guru Penjasorkes di SMP dan Sederajat Se-Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Tahun 2008/ 2009) - Published Version
Download (7Mb)

    Abstract

    Adanya stigma negatif yang selama ini membebani profesi guru Penjasorkes yaitu tentang kinerja guru Penjasorkes yang dinilai rendah oleh rekan-rekan guru bidang studi non Penjasorkes memotivasi penulis untuk melakukan penelitian secara empiris tentang bagaimana persepsi guru non Penjasorkes terhadap kinerja guru Penjasorkes di SMP dan Sederajat Se- Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru non penjasokes terhadap kinerja guru penjasorkes di sekoah yang diharapkan dapat digunakan sebagai pedoman guru dalam meningkatkan pembejaran penjasorkes. Populasi dalam penelitian ini adalah guru non penjasorkes SMP dan sederajat se kecamatan Jekulo. Dengan menggunakan teknik total sampling, terdapat 162 orang guru non Penjasorkes sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket dengan mengisi kuesioner yang telah di sediakan oleh peneliti guna mendapatkan informasi tentang bagaimana persepsi mereka terhadap kinerja guru Penjasorkes di sekolahnya. Data yang diperoleh dari kuesioner tentang persepsi kinerja guru meliputi kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional dan sosial. Data yang diperoleh dianalis sebagai Hasil penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru Penjasorkes di SMP dan Sederajat Se-Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus menurut persepsi guru non Penjasorkes tergolong baik terbukti dari 83,43% responden berpersepsi baik, dengan rincian aspek berkepribadian pendidik mencapai 90,23%, aspek kompetensi pedagogik sebesar 80,97%, aspek kompetensi professional sebesar 80,90% dan aspek kompetensi sosial sebesar 82,30%. Guru penjasorkes tersebut memiliki kompetensi kepribadian dan sosial yang lebih baik dari pada kompetensi pedagogik dan profesionalnya. Untuk meningkatkan kompetensi di bidang pedagogik, guru Penjasorkes perlu meningkatkan kemauan dan kemampuannya dalam merancang dan mengembangkan serta memodifikasi atau memberikan variasi metode pembelajaran agar tidak terkesan monoton dan membuat siswa jenuh dengan mata pelajaran Penjasorkes dengan memanfaatkan media atau sarana pendukung pembelajaran guna mencapai tujuan pembelajaran yang sesungguhnya. Berkaitan dengan kompetensi profesional guru Penjasorkes perlu meningkatkan kemampuannya dalam bidang iptek seperti penggunaan komputer dan penggunaan internet, sehingga dapat memanfaatkan media tersebut sebagai sumber informasi dan media pembelajaran.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Persepsi, Kinerja Guru Penjasorkes
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure
    Fakultas: Fakultas Ilmu Keolahragaan > Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, S1
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 04 Apr 2011 00:38
    Last Modified: 25 Apr 2015 00:11

    Actions (login required)

    View Item