Pengaruh Motivasi, Kepuasan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Saka Farma Laboratories Semarang

Hendra Setya Nugroho, 3352404521 (2011) Pengaruh Motivasi, Kepuasan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Saka Farma Laboratories Semarang. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Hendra Setya Nugroho. 2011. Pengaruh Motivasi, Kepuasan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Saka Farma Laboratories Semarang. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Drs. S. Martono, M.Si, Pembimbing II : Dorojatun Prihandono, S.E, MM. Kata Kunci : Motivasi, Kepuasan Kerja Dan Disiplin Kerja Karyawan sebagai sumber daya manusia yang terdapat dalam perusahaan merupakan salah satu sumber daya yang berperan penting dalam meningkatkan hasil produksi perusahaan secara keseluruhan. Agar pegawai dapat bekerja sesuai yang diharapkan, maka dalam diri seorang pegawai harus ditumbuhkan motivasi bekerja untuk meraih segala sesuatu yang diinginkan. Apabila semangat kerja menjadi tinggi maka semua pekerjaan yang dibebankan kepadanya akan lebih cepat dan tepat selesai. Pekerjaan yang dengan cepat dan tepat selesai adalah merupakan suatu prestasi kerja yang baik. PT. Saka Farma Laboratories Semarang akhir-akhir ini mengalami penurunan jumlah karyawannya yang diakibatkan adanya penurunan kinerja karyawan, sehingga mengakibatkan perusahaan tidak bisa memenuhi standar produksi yang telah ditentukan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh antara motivasi, kepuasan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan, sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel motivasi, kepuasan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Saka Farma Laboratories Semarang sebanyak 221 orang termasuk direksi dan staf direksi. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebesar 143 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan random sampling. Variabel dalam penelitian ini yaitu motivasi, kepuasan kerja dan disiplin kerja sebagai variabel bebas serta kinerja karyawan sebagai variabel terikat. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode angket, wawancara dan observasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif persentase dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian diperoleh = 1.607 + 0,114X1 + 0.194X2 + 0.586 X3 dan hasil uji secara parsial X1 thitung sebesar 2,922 dengan probabilitas 0,004 < 0,05 sehingga hipotesis yang berbunyi ada pengaruh antara motivasi terhadap kinerja karyawan diterima. X2 thitung sebesar 3,152 dengan probabilitas 0,002 < 0,05 sehingga hipoteisi yang berbunyi ada pengaruh antara kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan diterima. X3 thitung sebesar 6,734 dengan probabilitas 0,000 < 0,05 sehingga hipotesis yang berbunyi ada pengaruh antara disiplin kerja terhadap kinerja karyawan diterima. Dan secara uji simultan (uji F), Fhitung sebesar 86,249 ^Y dengan probabilitas 0,000 < 0,05 sehingga hipotesis yang berbunyi ada pengaruh antara motivasi, kepuasan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan diterima. Hasil uji Koefisien Determinasi (R2) r untuk variabel bebas sebesar 0,807 dan r2 sebesar 0,651, dengan demikian ada pengaruh positif antara motivasi, kepuasan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 65,1%, dan selebihnya 34,9% dari kinerja karyawan dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada pengaruh positif antara motivasi terhadap kinerja karyawan sebesar 64,09%, kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 61,83% dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 66,69%. Ada pengaruh positf antara motivasi, kepuasan kerja dan disiplin kerja terhdap kinerja karyawan sebesar 65,1%. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah 1) Motivasi memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan, maka pimpinan dan perusahaan dapat memberikan motivasi atau semangat kerja kepada karyawannya, misalnya dengan cara memacu karyawannya untuk berprestasi agar mereka bisa mengisi posisi yang lebih tinggi. 2) Variabel kepuasan kerja memiliki pengaruh yang lebih kecil dibanding dengan variabel motivasi dan disiplin kerja. Untuk itu perusahaan hendaknya memperhatikan kepuasan kerja karyawan bukan hanya dari sisi gaji. Kenyamanan karyawan dalam bekerja juga dapat meningkatkan kepuasan kerja mereka yang beimbas terhadap kinerja. 3) Mengingat variabel disiplin kerja merupakan variabel yang paling dominan, maka sebaiknya perusahaan semakin menerapkan disiplin. Dan penerapan disiplin diberikan dalam bentuk sanksi dari tingkat kesalahan berupa teguran secara lisan atau tertulis atau skorsing bahkan pemutusan hubungan kerja.Misal, dalam satu bulan telat sampai 3 kali maka sanksi yang diberikan adalah teguran lisan dan jika 4 kali maka sanksi yang diberikan adalah teguran secara tertulis. Lebih dari 4 maka sanksi yang diberikan adalah pemutusan hubungan kerja dan penghargaan bagi karyawan yang berprestasi.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Motivasi, Kepuasan Kerja Dan Disiplin Kerja
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Fakultas: Fakultas Ekonomi > Manajemen, S1
Depositing User: ragil setiawan fisika
Date Deposited: 20 Nov 2011 06:34
Last Modified: 20 Nov 2011 06:34

Actions (login required)

View Item