KONTRIBUSI PEMULUNG YANG MELAKUKAN MOBILITAS NON PERMANEN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG

NINA WULAN SARI , 3250404044 (2009) KONTRIBUSI PEMULUNG YANG MELAKUKAN MOBILITAS NON PERMANEN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (KONTRIBUSI PEMULUNG YANG MELAKUKAN MOBILITAS NON PERMANEN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG) - Published Version
Download (968Kb)

    Abstract

    Pemulung merupakan orang yang bekerja mencari sampah, pekerjaan ini dilakukan setiap hari untuk mendapatkan penghasilan, hal tersebut memperkuat keputusan mereka untuk melakukan mobilitas. Bekerja sebagai pemulung memerlukan keberanian, karena pandangan masyarakat yang ”miring” mengenai pemulung. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: a) Bagaimana sebaran daerah asal pemulung yang melakukan mobilitas non permanen di Kecamatan Banyumanik?. b) Jenis-jenis mobilitas non permanen apa saja yang dilakukan pemulung?. c) Berapa sumbangan pendapatan pemulung terhadap pendapatan keluarga pemulung?. d) Mengapa pemulung melakukan mobilitas non permanen di Kecamatan Banyumanik. Tujuan dari penelitian ini adalah: a) Untuk mengetahui sebaran daerah asal pemulung yang melakukan mobilitas non permanen di Kecamatan Banyumanik. b) Untuk mengetahui jenis mobilitas non permanen pemulung. c) Untuk mengetahui sumbangan pendapatan pemulung terhadap pendapatan keluarga. d) Mengetahui alasan pemulung melakukan mobilitas non permanen di Kecamatan Banyumanik. Populasi penelitian ini adalah 240 pemulung. Dalam penelitian ini digunakan teknik proporsional random sampling. Sampel yang diambil pada penelitian ini sebanyak 60 pemulung (10% dari 240 pemulung). Variabel penelitian ini berupa jenis mobilitas non permanen (mondok atau ulang-alik) dan karakter pemulung yang meliputi, karakter demografi, sosial (pendidikan), ekonomi (pendapatan), daerah asal serta alasan pemulung melakukan mobilitas. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa angket, wawancara, dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif, analisis tabel dan presentase. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar (60%) pemulung berasal dari Grobogan. Daerah kerja pemulung selalu berpindah-pindah dan tidak menetap, mereka mencari tempat yang banyak sampahnya. Sebagian besar atau 86%, pemulung berdomisili di tempat pengepul dan mereka melakukan mobilitas non permanen berupa mondok sehingga mereka jarang pulang ke rumah atau ke daerah asal. Kontribusi pendapatan pemulung sebesar 72,43% dari seluruh pendapatan keluarga yang diperoleh. Melalui hasil tersebut terlihat bahwa aktivitas memulung cukup memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan keluarga. Pemulung melakukan mobilitas dengan cara meninggalkan desa yang sudah di tempatinya ke tempat lokasinya strategis (60%). Simpulan yang dapat disampaikan yaitu (1) sebagian besar responden berdomisili di tempat bos pemulung (86.7%), sedangkan alasan pemulung melakukan mobilitas non permanen ke Banyumanik karena alasan lokasi yang lebih strategis (60%) dibandingkan di daerah asal mereka. (2) Kontribusi pendapatan keluarga pemulung setiap hari sebesar 72,43% dari seluruh pendapatan keluarga yang mereka peroleh. Saran yang dapat disampaikan yaitu (1) pemulung sebaiknya menambah hasil barang-barang memulung, agar memperoleh pendapatan yang tinggi dan layak untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. (2) Pemulung harus berperilaku sesuai norma yang berlaku, apabila mereka ingin di hargai oleh masyarakat.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Pemulung, mobilitas non permanen, pendapatan keluarga.
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
    G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 03 Apr 2011 20:46
    Last Modified: 25 Apr 2015 00:10

    Actions (login required)

    View Item