Pengaruh Penambahan Pengusaha Kena Pajak, Surat Pemberitahuan Masa PPN yang dilaporkan, dan Surat Setoran Pajak yang dilaporkan terhadap penerimaan Pajak Pertambahan Nilai di KPP Pratama Semarang Candisari

Apik Aji Masithoh , 7250406009 (2011) Pengaruh Penambahan Pengusaha Kena Pajak, Surat Pemberitahuan Masa PPN yang dilaporkan, dan Surat Setoran Pajak yang dilaporkan terhadap penerimaan Pajak Pertambahan Nilai di KPP Pratama Semarang Candisari. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Pengaruh Penambahan Pengusaha Kena Pajak, Surat Pemberitahuan Masa PPN yang dilaporkan, dan Surat Setoran Pajak yang dilaporkan terhadap penerimaan Pajak Pertambahan Nilai di KPP Pratama Semarang Candisari) - Published Version
Download (1323Kb)

    Abstract

    Hampir seluruh barang-barang kebutuhan hidup rakyat Indonesia merupakan hasil produksi yang atas penyerahanya terutang Pajak Pertambahan Nilai, dengan kata lain semua transaksi atau penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak pada prinsipnya terutang Pajak Pertambahan Nilai. PPN dikenakan terhadap setiap orang di dalam daerah pabean yang mengkonsumsi BKP dan/atau JKP yang menjadi objek pemungutan PPN, meskipun belum memiliki NPWP. Hasil pemungutan PPN nantinya akan disetorkan ke kas negara dan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dimana Pengusaha Kena Pajak yang bersangkutan terdaftar. Permasalahan dalam penelitian ini apakah penambahan PKP, SPT Masa PPN yang dilaporkan, SSP PPN yang dilaporkan berpengeruh terhadap peneriman Pajak Pertambahan Nilai. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh bukti empiris pengaruh penambahan PKP, SPT Masa PPN yang dilaporkan, SSP PPN yang dilaporkan berpengaruh terhadap penerimaan Pajak Pertambahan Nilai . Populasi dalam penelitian ini adalah pengusaha kena pajak yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Semarang Candisari tahun 2008-2010. Sampel berjumlah 863 PKP yang terdaftar di KPP Pratama Semarang Candisari . Variabel penelitian terdiri dari variable bebas yaitu penambahan PKP, SPT Masa PPN yang dilaporkan dan SSP PPN yang dilaporkan. Variabel terikat yaitu penerimaan Pajak Pertambahan Nilai. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengujian secara parsial penambahan PKP memiliki pengaruh sebesar 96,84% terhadap penerimaan PPN, SPT Masa PPN yang dilaporkan memiliki pengaruh sebesar 20,70% terhadap penerimaan PPN dan SSP PPN yang dilaporkan memiliki pengaruh sebesar 21,9% terhadap penerimaan PPN. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa semakin banyak penambahan PKP, SPT Masa PPNyang dilaporkan dan ix SSP PPN yang dilaporkan akan meningkatkan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai. Saran dari penelitian ini, kaitannya dalam meningkatkan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai, diharapkan adanya kerjasama antara aparat pajak dengan wajib pajak dalam menyukseskan penerimaan, hendaknya aparat pajak senantiasa menyosialisasikan untuk peningkatan penambahan PKP, SPT Masa PPN yang dilaporkan dan SSP PPN yang dilaporkan demi peningkatan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai, Nilai adjusted R2 dari hasil analisis penelitian ini yaitu sebesar 78,1% sehingga 21,9% masih dipengaruhi variable bebas lainnya. Oleh karena itu, terdapat kemungkinan untuk menampilkan variable-variabel baru antara lain wajib pajak ditingkatkan dengan menumbuhkan kesadaran pajak.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Pengusaha Kena Pajak, Surat Pemberitahuan, Surat Setoran Pajak, Pajak Pertambahan Nilai.
    Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
    H Social Sciences > HJ Public Finance
    Fakultas: Fakultas Ekonomi > Akuntansi, S1
    Depositing User: budi santoso perpustakaan
    Date Deposited: 15 Nov 2011 03:37
    Last Modified: 25 Apr 2015 02:58

    Actions (login required)

    View Item