Pemanfaatan Data Citra Penginderaan Jauh Untuk Analisis Aksesibilitas Wilayah Kecamatan Di Kabupaten Kudus

Khoirul Anwar , 3250406032 (2011) Pemanfaatan Data Citra Penginderaan Jauh Untuk Analisis Aksesibilitas Wilayah Kecamatan Di Kabupaten Kudus. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Pemanfaatan Data Citra Penginderaan Jauh Untuk Analisis Aksesibilitas Wilayah Kecamatan Di Kabupaten Kudus) - Published Version
Download (11Mb)

    Abstract

    Data citra penginderaan jauh dengan kenampakan sistem jaringan jalan yang ada dapat digunakan sebagai acuan untuk analisis aksesibilitas wilayah. Suatu wilayah dapat berkembang baik apabila aksesibilitas wilayah tersebut baik pula, sehingga dapat menunjang perkembangan wilayah tersebut. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah, bagaimana tingkat aksesibilitas, tingkat perkembangan wilayah serta hubungan antara keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat aksesibilitas, tingkat perkembangan wilayah serta hubungan antara keduanya. Teknik penginderaan jauh yang digunakan adalah teknik interpretasi citra satelit yang dilakukan secara manual, dilanjutkan dengan analisis jaringan jalan hasil interpretasi. Tingkat aksesibilitas wilayah dihitung dengan menggunakan Indeks Alfa. Setelah data aksesibilitas diketahui selanjutnya adalah mengetahui tingkat perkembangan wilayah dengan menggunakan teknik analisis Location Quotient (LQ). Sebagai tahap terakhir yaitu mengetahui hubungan antara tingkat aksesibilitas dengan tingkat perkembangan wilayah dengan menggunakan analisis korelasi. Berdasarkan hasil interpretasi citra diketahui bahwa di Kabupaten Kudus terdapat 7.111 ruas jalan dan 3.788 simpul jaringan. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, kecamatan yang memiliki tingkat aksesibilitas yang paling tinggi adalah Kecamatan Jati dan yang paling rendah adalah Kecamatan Undaan. Tahap selanjutnya adalah mengetahui tingkat perkembangan wilayah pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Kudus. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan diketahui bahwa wilayah Kecamatan Kota Kudus memiliki tingkat perkembangan wilayah yang sangat tinggi dan Kecamatan Dawe yang memiliki tingkat perkembangan paling rendah. Hasil perhitungan analisis korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat aksesibilitas dengan tingkat perkembangan wilayah kecamatan di Kabupaten Kudus namun tidak signifikan. Hal ini dikarenakan tingkat perkembangan wilayah tidak hanya dipengaruhi oleh aksesibilitas, namun karena potensi wilayah yang dimiliki kecamatan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ada beberapa saran dihasilkan yaitu pertama, pemerataan jaringan jalan terutama di wilayah kecamatan yang memiliki tingkat aksesibilitas rendah yaitu Kecamatan Undaan, Kecamatan Mejobo, dan Kecamatan Bae. Kedua adalah pemerataan pembangunan fasilitas-fasilitas vital seperti fasilitas pedidikan dan perdagangan di wilayah yang berada jauh dari pusat kota, agar masyarakat yang berada jauh dari pusat kota dapat mengakses fasilitas-fasilitas tersebut dengan mudah.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: data citra penginderaan jauh, aksesibilitas wilayah,
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
    Depositing User: budi santoso perpustakaan
    Date Deposited: 13 Nov 2011 22:59
    Last Modified: 25 Apr 2015 02:56

    Actions (login required)

    View Item