STRUKTUR SERAT NITILEKSANA MODEL TODOROV

Mustakim , 2102407070 (2011) STRUKTUR SERAT NITILEKSANA MODEL TODOROV. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (STRUKTUR SERAT NITILEKSANA MODEL TODOROV) - Published Version
Download (559Kb)

    Abstract

    Mustakim. 2011. Serat Nitileksana dalam Kajian Semiotik. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Yusro Edy Nugroho, S.S., M.Hum., Pembimbing II: Drs. Sukadaryanto, M.Hum. Kata Kunci: struktur, sintaksis, semantik, verbal, Serat Nitileksana Salah satu hasil karya sastra Jawa adalah Serat Nitileksana yang ditulis oleh R. Ng. Pujahardja. Serat Nitileksana dikategorikan ke dalam prosa Jawa Modern yang menyerupai crita cekak (cerkak). Barang kali inilah yang menjadi cikal bakal kelahiran genre sastra cerkak pada masa-masa awal lahirnya sastra modern. Serat Nitileksana dipilih sebagai bahan penelitian karena Serat Nitileksana berbentuk prosa sementara pada zaman dahulu umumnya karya sastra lama berbentuk tembang. Hal inilah yang mendasari dilakukannya penelitian ini. Masalah yang diteliti yaitu bagaimana struktur teks pada Serat Nitileksana yang mencakup aspek sintaksis, aspek semantik dan aspek verbal? Tujuan penelitian ini adalah mengungkap unsur pembangun teks Serat Nitileksana dari aspek sintaksis, semantik, dan verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian berupa pendekatan objektif, dengan metode struktural model Todorov. Data penelitian ini berupa peristiwa-peristiwa dalam Serat Nitileksana yang diduga memuat ketiga aspek yang terdiri dari aspek semantik, aspek sintaksis, dan aspek verbal. Sumber data penelitian ini yaitu teks Serat Nitileksana karya R. Ng. Pujahardja yang dialih bahasakan oleh Dra. Ratnawati Rachmat pada tahun 1980, diterbitkan oleh proyek penerbitan buku sastra Indonesia dan Daerah. Data dikumpulkan dengan teknik studi pustaka, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis struktural. Hasil analisis penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Aspek sintaksis dalam Serat Nitileksana berupa urutan peristiwa yang menjelaskan tentang perjalanan Ki Nitileksana yang meliputi: Nitileksana berkelana mengelilingi pulau Jawa, Nitileksana pulang ke kampung halaman, Nitileksana dinikahkan oleh kedua orang tuanya, Nitileksana melakukan perjalanan yang kedua, Nitileksana tiba di kampung halaman dan tidak menghasilkan yang diinginkannya, Nitileksana giat bekerja di kampung halamannya, Nitileksana menjadi panutan warga, Nitileksana kedatangan sahabat karibnya yang sudah lama tidak pernah bertemu, Haji Abdul Samad mencari kulit kerbau Landa, Haji Abdul Samad menyuruh anak buahnya untuk mencari ke lokasi yang berbeda, Haji Abdul Samad menjelaskan keampuhan kulit kerbau landa, Nitileksana kedatangan tamu yang mencari Haji Abdul Samad, Sutareja bertemu dengan orang yang memiliki kulit kerbau landa, Haji Abdul Samad kebingungan mendengar pernyataan dari Sutareja, Nitileksana bercerita pengalaman perjalanannya kepada para tamunya, Nitileksana dalam perjalanan pulang dan sampai di desa Tara, Nitileksana bertemu dengan seseorang yang mencari besi kuning, Nitileksana meyakinkan hati para tamunya, Ranukariya menanggapi pendapat Nitileksana, Nitileksana menyampaikan ajaran-ajaran, Haji Abdul Samad dan teman-temannya menjalankan ajaran Nitileksana, Tetangga-tetangga iri kepada Haji Abdul Samad, Haji Abdul samad menyebarkan ajaran-ajaran yang dituliskan Nitileksana kepada warga, Nitileksana menjadi orang yang dituakan oleh warga. (2) Aspek semantic pada Serat Nitileksana meliputi: simbol dan makna bahasa yang digunakan dalam teks Serat Nitileksana, simbol dan makna kata Nitileksana, simbol dan makna kulit kerbau Landa, simbol dan makna besi kuning. (3) Aspek verbal pada Serat Nitileksana meliputi (a) modus dalam Serat Nitileksana dimana Nitileksana berperan sebagai orang yang memberi ajaran kepada masyarakat. (b) Kala dalam Serat Nitileksana menjelaskan jalur waktu dalam cerita fiktif. (c) Sudut pandang dan penceritaan menjelaskan tentang cara pengarang menyajikan suatu tokoh, dimana pengarang menyampaikan cerita menggunakan sudut pandang. (d) Ragam bahasa mengetahui ragam bahasa apa yang disampaikan oleh pengarang pada Serat Nitileksana. (e) Majas/Gaya bahasa yang terkandung dalam Serat Nitileksana yang meliputi metafora,alegori dan personifikasi. (f) Amanat yang ditulis ke dalam bentuk ajaran-ajaran yang terkandung dalam teks Serat Nitileksana meliputi: Ajaran mengenai syarat pesugihan, ajaran memantapi hati satu, ajaran pandai, baik, dan rukun, ajaran senyum, ajaran tahayul, ajaran kebutuhan, ajaran senang dan susah. Teks Serat Nitileksana termasuk dalam jenis prosa pada masa awal yang betuknya menyerupai crita cekak, segi kebahasaan pada Serat Nitileksana masih menggunakan bahasa krama dan isinya berupa ajaran-ajaran, sedangkan crita cekak pada zaman sekarang umumnya menggunakan bahasa ngoko dan isinya bersifat menghibur para pembacanya sehingga minat baca akan karya sastra itu kesannya tidak membosankan Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan para pembaca terhadap karya sastra Jawa yang di dalamnya mengandung ajaran-ajaran dan nasihat-nasihat sebagai pedoman hidup. Diharapkan pula penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan penelitian selanjutnya.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: struktur, sintaksis, semantik, verbal, Serat Nitileksana
    Subjects: L Education > L Education (General)
    N Fine Arts > NX Arts in general
    Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (S1)
    Depositing User: Users 3260 not found.
    Date Deposited: 13 Nov 2011 19:47
    Last Modified: 25 Apr 2015 02:50

    Actions (login required)

    View Item