PENGGUNAAN KOHESI DAN KOHERENSI ANTARKALIMAT DALAM KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 SAPURAN KABUPATEN WONOSOBO

Eko Gunawan, 2102407036 (2011) PENGGUNAAN KOHESI DAN KOHERENSI ANTARKALIMAT DALAM KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 SAPURAN KABUPATEN WONOSOBO. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Abstract

Gunawan, Eko. 2011. Penggunaan Kohesi dan Koherensi Antarkalimat dalam Karangan Deskripsi Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Sapuran Kabupaten Wonosobo. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Drs. Widodo, Pembimbing II: Ermi Dyah Kurnia, S.S., M.Hum. Kata kunci: kohesi, koherensi, karangan deskripsi, siswa Menulis karangan merupakan salah satu kompetensi dasar yang diajarkan pada pembelajaran bahasa Jawa di sekolah, salah satunya di SMP N 2 Sapuran Kabupaten Wonosobo. Menulis karangan yang baik perlu menggunakan aspek keutuhan wacana yang terdiri atas kohesi dan koherensi. Berdasar pengamatan pada penerapan kohesi dan koherensi antarkalimat dalam karangan deskripsi siswa kelas IX SMP N 2 Sapuran, diduga terdapat variasi pada penerapan kohesi dan koherensi antarkalimat. Hal inilah yang mendasari dilakukannya penelitian. Masalah yang diteliti yaitu kohesi dan koherensi antarkalimat apa saja yang digunakan dalam karangan deskripsi siswa kelas IX SMP N 2 Sapuran Kabupaten Wonosobo. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi kohesi dan koherensi antarkalimat dalam karangan deskripsi siswa kelas IX SMP N 2 Sapuran. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana dan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa potongan wacana yang diduga mengandung kohesi dan koherensi. Sumber data penelitian ini yaitu karangan deskripsi siswa kelas IX SMP N 2 Sapuran. Data dikumpulkan dengan metode simak dan teknik catat. Data dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik lanjutan berupa teknik ganti, teknik perluas, dan teknik baca markah. Berdasar hasil penelitian, diketahui terdapat dua jenis kohesi dan tujuh jenis koherensi antarkalimat yang digunakan dalam karangan deskripsi siswa kelas IX SMP N 2 Sapuran. Kohesi terdiri atas kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. Kohesi gramatikal terbagi menjadi pengacuan (berupa pengacuan endofora anaforis menggunakan penanda kuwi „itu‟, iku „itu‟, iki „ini‟, kene „sini‟, kana „sana‟, kono „situ‟, sufiks –e „-nya‟, dan klitik –ku; endofora kataforis menggunakan penanda berupa klitik –ku; dan pengacuan eksofora menggunakan penanda aku), penggantian, pelesapan, dan perangkaian (menggunakan konjungsi antarkalimat berupa kata sakliane „selain‟, mugane „maka‟, banjur „selanjutnya‟, nanging „akan tetapi‟, mula „maka‟). Kohesi leksikal terbagi menjadi repetisi, sinonimi, antonimi, kolokasi, hiponimi, dan ekuivalensi. Koherensi yang diterapkan dalam karangan siswa terdiri atas koherensi penambahan, perlawanan, penekanan, sebab akibat, cara, penjelasan, dan perturutan. Penelitian tentang analisis wacana dalam karangan siswa belum banyak dilakukan. Saran untuk peneliti lain adalah untuk meneliti jenis wacana lain yang bisa berasal dari karangan siswa SMA atau karangan mahasiswa. Penelitian bisa dikembangkan dengan mengkaji kohesi dan koherensi antarparagraf, atau aspek wacana yang lain, seperti kesinambungan topik dan analisis konteks wacana.

Item Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: kohesi, koherensi, karangan deskripsi, siswa
Subjects: L Education > L Education (General)
L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (S1)
Depositing User: Users 3261 not found.
Date Deposited: 13 Nov 2011 20:56
Last Modified: 13 Nov 2011 20:56

Actions (login required)

View Item