LAKON WAYANG SEMAR MBANGUN KAYANGAN OLEH DHALANG KI HADI SUGITO

Purnaningrum Lestari Damayanti, 2102407166 (2011) LAKON WAYANG SEMAR MBANGUN KAYANGAN OLEH DHALANG KI HADI SUGITO. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (LAKON WAYANG SEMAR MBANGUN KAYANGAN OLEH DHALANG KI HADI SUGITO)
Download (4Mb)

    Abstract

    Damayanti, Purnaningrum Lestari. Lakon Wayang Semar Mbangun Kayangan Oleh Ki Dhalang Hadi Sugito. Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Drs. Sukadaryanto, M. Hum., pembimbing II: Drs. Widodo. Kata kunci: wayang purwa, struktur lakon. Pertunjukan wayang purwa yang sering diadakan di Jawa mengambil lakon Mahabarata dan Ramayana. Dalam pertunjukan wayang purwa sudah banyak lakon yang ditampilkan oleh para dhalang, misalnya Bima Maneges, Gathutkaca Gugur, Semar Mbangun Kayangan, dan lain-lain. Dari sekian banyak lakon dalam pertunjukan wayang purwa, lakon Semar Mbangun Kayangan Oleh Ki Dhalang Hadi Sugito yang terpilih menjadi objek kajian dalam skripsi ini. Permasalahan yang akan diteliti yaitu tentang struktur lakon Semar Mbangun Kayangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menjelaskan struktur lakon Semar Mbangun Kayangan. Secara teoretis diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai pengembangan ilmu pengetahuan terutama di bidang pewayangan. Secara praktis diharapkan penelitian ini dapat digunakan mahasiswa lain sebagai referensi penelitian selanjutnya, serta dapat digunakan sebagai sumber pengetahuan bagi guru dan elemen masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif. Pendekatan ini digunakan untuk penelitian yang meneliti tentang unsur-unsur intrinsik suatu karya sastra. Unsurunsur intrinsik ini dibagi menjadi alur (plot), penokohan (perwatakan), latar (setting), serta tema dan amanat. Setelah dilakukan penelitian terhadap lakon Semar Mbangun Kayangan, struktur lakon dari lakon ini meliputi alur, penokohan, latar, tema dan amanat, serta pembagian tahapan pathet. Dilihat dari segi mutunya, alur yang digunakan dalam lakon Semar Mbangun Kayangan adalah alur longgar. Menurut jumlahnya, alur lakon Semar Mbangun Kayangan adalah alur tunggal. Dilihat dari segi prosesnya, alur dalam lakon ini termasuk alur menanjak (rising plot). Tahapan alur dalam lakon ini yaitu eksposisi, konflik, komplikasi, krisis, resolusi, dan keputusan. Pembagian tahapan pathet dalam lakon Semar Mbangun Kayangan meliputi pathet lima, pathet sanga, dan pathet manyura. Tokoh protagonis dalam lakon Semar Mbangun Kayangan yaitu Ki Semar Badranaya, Raden Sadewa, Raden Antasena, Sang Hyang Padawenang, dan Bathara Kaneka Putra. Tokoh antagonis dalam lakon Semar Mbangun Kayangan yaitu Bathara Kresna, Bathara Guru, Bathari Durga, dan Maling Sukma. Tokoh durjana dalam lakon Semar Mbangun Kayangan yaitu Bathara Kresna. Aspek ruang dalam lakon ini terdapat di Kraton Ngamarta, Sitinggil Binatutata, Kayangan Jonggring Saloka, Pedhukuhan Karang Kapulutan, dan Pertapaan Kendhalisada. Aspek waktu dalam lakon ini tidak digambarkan dengan jelas sehingga tidak diketahui peristiwa ini terjadi pada masa apa. Aspek suasana dalam lakon Semar Mbangun Kayangan berupa suasana hikmad, tegang, dan gembira. Tema yang diangkat dalam lakon Semar Mbangun Kayangan adalah perjalanan menuju kebenaran. Amanat lakon Semar Mbangun Kayangan ada dua, yaitu bagi para pemimpin untuk mau mendengar suara rakyat, selalu bijaksana, tak hanya mau menang sendiri, dan tidak semena-mena dalam menegakkan keadilan. Amanat yang kedua yaitu bagi rakyat untuk berani menyuarakan kebenaran dan gigih dalam mempertahankan kebenaran itu meski banyak aral yang melintang karena kebenaran pasti akan menang.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (S1)
    Depositing User: Users 3261 not found.
    Date Deposited: 13 Nov 2011 20:59
    Last Modified: 25 Apr 2015 02:37

    Actions (login required)

    View Item