(ABSTRAK) ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH MEBEL DI KOTA KENDAL

Yonasfiko Hendratmiko , 3352405066 (2010) (ABSTRAK) ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH MEBEL DI KOTA KENDAL. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF ((ABSTRAK) ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH MEBEL DI KOTA KENDAL) - Published Version
Download (68Kb)

    Abstract

    Perusahaan adalah suatu unit (kesatuan) yang melakukan kegiatan ekonomi, bertujuan menghasilkan barang atau jasa, terletak pada suatu bangunan atau lokasi tertentu, dan mempunyai catatan administrasi tersendiri mengenai produk dan struktur biaya serta ada seseorang atau lebih yang bertanggung jawab atas usaha tersebut. Masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan industri adalah masalah produksi Salah satu cara penekanan biaya produksi adalah dengan menekan persediaan bahan baku seminimal mungkin. Sektor industri kecil menengah mempunyai peran penting dalam perekonomian, terutama bila dikaitkan dengan jumlah tenaga kerja yang mampu diserap oleh industri ini. Dalam membuat suatu produk setiap perusahaan harus memperhatikan beberapa faktor, salah satunya adalah bahan baku untuk proses produksinya,bila tidak sesuai dengan kebutuhan akan mengakibatkan terganggunya proses produksi. Sehingga harus menenentukan jumlah persediaan bahan baku optimal, ada beberapa metode yang dapat digunakan oleh perusahaan salah satunya metode EOQ. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Apakah metode EOQ dalam pengendalian bahan baku merupakan metode yang lebih efisien. (2) Seberapa besar efisiensi yang diperoleh. Obyek penelitian ini adalah Galih Indah, Mebel H. Mashudi, FA, dan Mebel Yatin yang terletak di kota Kendal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan metode interview, sedangkan untuk analisis data yang digunakan adalah analisis uji beda menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan metode EOQ lebih efisien dari metode konvensional perusahaan. Dapat dilihat dari selisih TIC dari kedua metode, dan yang lebih menunjukan efisien adalah metode EOQ. Dari Galih Indah diperoleh total efisiensi dari tahun 2007-2009 sebesar Rp 8.164.355,4. Pada Mebel H. Mashudi, FA sebesar Rp 10.788.349,07. Dan Mebel Yatin sebesar Rp 4.224.448,81. Dari hasil uji t diperoleh thitung 7,217 den ttabel 2,31. Sehingga dapat diperoleh bahwa ada perbedaan antara TIC metode EOQ dengan TIC metode konvensional perusahaan. Dari penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa metode EOQ merupakan metode yang lebih efisien. Total biaya persediaan bahan baku yang dihitung menurut EOQ lebih sedikit dibandingkan yang dikeluarkan oleh perusahaan, maka ada penghematan biaya persediaan bahan baku bila perusahaan menggunakan metode EOQ dalam persediaan bahan bakunya.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Persediaan bahan baku, EOQ
    Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
    Fakultas: Fakultas Ekonomi > Manajemen, S1
    Depositing User: dwi perpus unnes
    Date Deposited: 03 Nov 2011 20:36
    Last Modified: 03 Nov 2011 20:36

    Actions (login required)

    View Item