Pola Pembinaan Korban Kekerasan Anak dalam Keluarga di Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) “Satria” Baturaden

Hening Irawanti , 3401407026 (2011) Pola Pembinaan Korban Kekerasan Anak dalam Keluarga di Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) “Satria” Baturaden. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Pola Pembinaan Korban Kekerasan Anak dalam Keluarga di Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) “Satria” Baturaden) - Published Version
Download (1287Kb)

    Abstract

    Anak merupakan harapan bangsa yaitu sebagai generasi penerus perjuangan bangsa. Tetapi keluarga terkadang lupa akan kewajiban serta tanggung jawab terhadap anaknya sehingga mereka berbuat yang tidak semestinya, yaitu melakukan kekerasan fisik, psikis, penelantaran, dan lain-lain. Oleh karena itu perlindungan dan pelaksanaan kesejahteraan hak-hak anak juga menjadi tanggung jawab pemerintah. Salah satu lembaga sosial yang menangani perlindungan terhadap anak yaitu Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) “Satria” Baturaden. PSPA “Satria” Baturaden melakukan perlindungan dengan memberikan pembinaan terhadap anak korban kekerasan dalam keluarga. Permasalahan utama penelitian ini adalah (1) Bagaimana pola pembinaan korban kekerasan anak dalam keluarga di Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) “Satria” Baturaden, (2) Hambatan-hambatan apa sajakah yang dihadapi terkait pola pembinaan korban kekerasan anak dalam keluarga di Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) “Satria” Baturaden, (3) Bagaimana cara menyelesaikan hambatan-hambatan yang dihadapi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pola pembinaan korban kekerasan anak dalam keluarga di Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) “Satria” Baturaden, (2) Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi terkait pola pembinaan korban kekerasan anak dalam keluarga di Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) “Satria” Baturaden, (3) Untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam menyelesaikan hambatan-hambatan terkait pola pembinanaan korban kekerasan anak dalam keluarga di Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) “Satria” Baturaden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) “Satria” Baturaden. Sumber data penelitian meliputi data primer dan sekunder. Data primer didapatkan dari wawancara dan observasi dengan informan. Data sekunder adalah data yang didapatkan dari hasil-hasil dokumentasi dari peneliti dalam mendukung analisis data. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Validitas data yaitu dengan menggunakan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan dengan beberapa tahap yaitu tahap pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Latar belakang pola asuh dalamkeluarga anak korban kekerasan yaitu penerima manfaat yang berada pada Rumah Perlindungan Sosial Anak di PSPA “Satria” Baturaden mempunyai latar belakang kehidupan keluarga yang berbeda-beda. Kekerasan yang dialami oleh penerima manfaat disebabkan oleh faktor ekonomi dan faktor perceraian orang tuanya. Penerima manfaat berasal dari keluarga ekonomi lemah dan broken home. Orang tua mereka sibuk mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Pola pembinaan terhadap korban kekerasan anak dalam keluarga terdiri dari: (1) Pembinaan mental dilakukan dengan cara sholat berjamaah, Tempat Pendidikan Al Qur’an (TPA), dan Kultum. Tujuan pembinaan mental yaitu untuk menghilangkan rasa trauma, semangat diri, dan menumbuhkan iman kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga penerima manfaat mempunyai mental yang sehat. (2) Pembinaan sosial dilakukan dengan cara mengajarkan etika sosial dan kegiatan rekreatif. Pembinaan sosial bertujuan untuk membentuk kehidupan sosial anak dalam bermasyarakat, serta beretika baik sesuai dengan norma agama, kesopanan, dan hukum. (3) Pembinaan keterampilan dilakukan dengan cara mengajarkan kerajinan tangan, keterampilan komputer dan belajar, keterampilan merawat diri sendiri, keterampilan kerumahtanggaan, kegiatan olahraga. Pembinaan keterampilan bertujuan agar anak dapat mengembangkan potensi yang dimiliki serta bangkit dari ketidakberdayaannya sehingga dapat tumbuh sebagaimana mestinya. Hambatan yang dihadapi terkait pola pembinaan korban kekerasan anak dalam keluarga yaitu: (1) Perkembangan anak yang berbeda, (2) Kurangnya keterbukaan dalam diri anak, (3) Sarana dan prasarana yang kurang memadai. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut yaitu: (1) Dalam memberikan pembinaan terhadap anak tidak menyeragamkan antara anak yang satu dengan yang lain agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara wajar tanpa adanya rasa tertekan, (2) Tidak memaksakan anak untuk bersikap terbuka, akan tetapi pengurus menggunakan metode kasih sayang sebagaimana orang tua yang memberikan kasih sayang kepada anaknya, (3) Melengkapi semua sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan dalam pembinaan agar pembinaan yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar, serta meningkatkan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang menangani masalah perlindungan anak. Saran yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Kepada Rumah Perlindungan Sosial Anak di PSPA ”Satria” Baturaden diharapkan agar cara yang ditempuh dalam pembinaan mental, sosial, dan keterampilan terhadap anak korban kekerasan dalam keluarga terus ditingkatkan. Serta kerja sama dengan mitra kerja terus ditingkatkan dan diperluas agar dapat memperlancar pelaksanaan perlindungan terhadap korban kekerasan anak dalam keluarga. (2) Kepada korban kekerasan anak dalam keluarga diharapkan menanamkan sikap disiplin dalam mengikuti kegiatan pembinaan agar dapat mengurangi rasa trauma yang dialami dan menumbuhkan semangat dalam diri anak karena semua permasalahan pasti akan ada jalan keluarnya. (3) Kepada keluarga atau orang tua diharapkan untuk selalu menjalin komunikasi dengan anaknya yang berada di Panti Sosial Petirahan Anak ”Satria” Baturaden.(4) Kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap korban kekerasan anak dalam keluarga.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Pola Pembinaan Anak, Korban Kekerasan Anak dalam Keluarga, Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA)
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    K Law > K Law (General)
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
    Depositing User: budi santoso perpustakaan
    Date Deposited: 12 Oct 2011 22:30
    Last Modified: 25 Apr 2015 02:00

    Actions (login required)

    View Item