Analisis Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Pelengkap Penilaian Kinerja PDAM Kota Pekalongan.

Mohammad Fandy Yusuf, 2009 (2009) Analisis Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Pelengkap Penilaian Kinerja PDAM Kota Pekalongan. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Analisis Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Pelengkap Penilaian Kinerja PDAM Kota Pekalongan.) - Published Version
Download (29Kb)

    Abstract

    Yusuf, Mohammad Fandy. 2009, Analisis Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Pelengkap Penilaian Kinerja PDAM Kota Pekalongan. Skripsi Jurusan Akuntansi S1, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing Drs. Heriyanto, MBA dan Drs. Subkhan. Kata Kunci: Balanced Scorecard, Finansial, Pelanggan, Proses Bisnis Internal, Pembelajaran dan Pertumbuhan, Indikator. Untuk dapat meningkatkan inovasi, efisisensi dan pengembangan usahanya, suatu perusahaan membutuhkan pengendalian manajemen yang baik, salah satu caranya yaitu dengan menilai kinerja manajemen perusahaan melalui pengukuran kinerja yang terukur dan teruji, yaitu pengukuran kinerja yang berfokus pada aspek finansial dan non finansial. Suatu sistem pengukuran kinerja yang berfokus pada aspek finansial dan non finansial yang ada pada saat ini yaitu Balanced Scorecard. Sebagai Perusahaan Daerah, PDAM Kota Pekalongan juga membutuhkan alat analisis kinerja perusahaan yang terukur dan teruji untuk meningkatkan kinerja perusahaannya. Oleh karena itu, peneliti mencoba menerapkan Balanced Scorecard sebagai pengukuran kinerja PDAM. Permasalahan dan Tujuan yang terdapat dalam penelitian ini yaitu, Bagaimanakah kinerja PDAM Kota Pekalongan dengan menggunakan pendekatan balanced scorecard (BSC), yang meliputi perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan?. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PDAM, data pelanggan dan karyawan PDAM serta seluruh pelanggan dan karyawan PDAM Sampel dalam penelitian ini yaitu laporan keuangan dari tahun 2005 sampai 2007, data pelanggan dan karyawan dari tahun 2005 dan 2007, 100 pelanggan dan 50 karyawan PDAM. Variabel dalam penelitian ini adalah Balanced Scorecard dengan indikator-indikatornya yaitu: perspektif finansial,dengan sub indikator Return on Assets dan Profit Margin dimana keduanya dianalisis dengan menggunakan trend least square. Perspektif pelanggan dianalisis menggunakan Customer Retention, Customer Acquisition, dan Customer Satisfaction. Perspektif proses bisnis internal menggunakan indikator pendapatan produk baru. Sedangkan, indikator perspektif pembelajaran dan pertumbuhan adalah mengenai tingkat kesetiaan karyawan dan tingkat kepuasan karyawan. Hasil penelitian ini diperoleh kondisi PDAM Jika dinilai menggunakan Balanced Scorecard mempunyai skor keseluruhan 67,38 %. Dengan nilai masing-masing perspektifnya yaitu: Perspektif finansial mempunyai skor 25 %, perspektif Pelanggan 20,20 %. Perspektif proses internal bisnis 0,30%, Persektif pertumbuhan dan pembelajaran 21,88%. Berdasarkan hasil analisis terhadap keempat perspektif Balanced Scorecard, dapat disimpulkan bahwa perspektif finansial dinilai baik karena Return on Assets dan Profit Margin meningkat dengan nilai trend positif (b>0). Sedangkan perspektif pelanggan dinilai belum baik karena, walaupun perusahaan dapat dengan baik dalam mempertahankan pelanggannya namun pelanggan belum merasa puas dengan kinerja PDAM dan juga Perusahaan belum mampu memperoleh jumlah pelanggan sesuai dengan targetnya. Perspektif proses bisnis internal belum baik karena hasil dari produk baru yang di luncurkan PDAM masih relatif kecil. Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran belum baik karena Kepuasan karyawan belum terpenuhi, walaupun perusahaan dapat dengan baik mempertahankan karyawannya. Berdasarkan kesimpulan di atas dapat diketahui hanya perspektif finansial saja yang masuk dalam katagori baik, sedangkan untuk ketiga perspektif balanced scorecard lainnya masih memerlukan perbaikan agar kinerja PDAM bisa menjadi lebih baik. Pada perspektif pelanggan, PDAM masih perlu meningkatkan pelayanannya demi terciptanya kepuasan pelanggan. Pada perspektif proses bisnis internal, PDAM masih perlu mengupayakan kemajuan produk barunya. Sedangkan untuk perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, PDAM perlu melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kepuasan karyawannya.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Balanced Scorecard, Finansial, Pelanggan, Proses Bisnis Internal, Pembelajaran dan Pertumbuhan, Indikator
    Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
    Fakultas: Fakultas Ekonomi > Akuntansi, S1
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 12 Oct 2011 21:06
    Last Modified: 18 Oct 2011 22:39

    Actions (login required)

    View Item