Strategi Pendidikan Moral dalam Kegiatan Kepramukaan di SMP Negeri 1 Patean Kabupaten Kendal.

Hidayatulloh Khumaidi, 2009 (2009) Strategi Pendidikan Moral dalam Kegiatan Kepramukaan di SMP Negeri 1 Patean Kabupaten Kendal. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Strategi Pendidikan Moral dalam Kegiatan Kepramukaan di SMP Negeri 1 Patean Kabupaten Kendal.) - Published Version
Download (27Kb)

    Abstract

    Hidayatulloh, Khumaidi, 2009. Strategi Pendidikan Moral dalam Kegiatan Kepramukaan di SMP Negeri 1 Patean Kabupaten Kendal. Jurusan Politik dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Dr. Masrukhi, M.Pd, Pembimbing II : Puji Lestari, S.Pd., M.Si. 83 h. Kata Kunci : Pramuka, Strategi Pendidikan Moral, SMP 1 Patean Kabupaten Kendal Kepramukaan merupakan kegiatan yang mengajarkan tentang moral, selain mata pelajaran PKn. Pembinaan moral sudah diterapkan dalam kegiatan Pramuka di SMP N 1 Patean Kendal. Proses pembelajarannya mengarah pada upaya memanusiakan dan membudayakan serta memberdayakan anak didik (diri dan kehidupannya) menjadi warga negara yang baik sebagaimana tuntutan konstitusional bangsa. Penelitian ini mengangkat permasalahan: 1) bagaimana strategi pendidikan moral yang terjadi pada kegiatan kepramukaan di SMP N 1 Patean Kabupaten Kendal? 2) bagaimana cara penanaman pendidikan moral dalam kegiatan Pramuka di SMP Negeri 1 Patean Kabupaten Kendal? 3) kendala apakah yang terjadi dalam pengembangan pendidikan moral melalui kegiatan Pramuka di SMP N 1 Patean Kabupaten Kendal? 4) bagaimana cara mengatasi kendala dalam pengembangan pendidikan moral melalui kegiatan Pramuka di SMP N 1 Patean Kabupaten Kendal?. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui lebih jelas tentang pendidikan gerakan Pramuka agar dapat dijadikan strategi pendidikan moral dalam mengembangkan etika kemanusiaan Di SMP N 1 Patean Kabupaten Kendal; 2) sebagai bahan pertimbangan bagi pengelola pendidikan generasi muda di Kabupaten Kendal dalam menunjang pengambilan keputusan tentang perlunya memberikan pendidikan moral, terutama dalam menanamkan dan mengembangkan etika kemanusiaan di lingkungan jenjang SMP; 3) untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam menyelesaikan studi Strata Satu pada jurusan PKn, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan rancangan studi kasus observasional, sedangkan rancang bangun studi kasus ini bersifat terpancang, artinya peneliti akan memusatkan perhatiannya pada kasus-kasus tertentu yang telah ditetapkan pada fokus penelitian. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif, dimana hasil dari penelitian ini berupa data-data deskriptif tentang strategi pendidikan moral di SMP N 1 Patean Kabupaten Kendal (kajian terhadap kegiatan kepramukaan). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: 1) kepramukaan bukan ilmu yang harus dipelajari secara khusus, bukan kumpulan pelajaran melainkan satu bentuk permainan yang menyenangkan, suatu proses kegiatan yang diiringi oleh hal-hal menyenangkan yang bertujuan pendidikan dan pembinaan serta pengembangan watak, mental, kecakapan, keterampilan. Kepramukaan merupakan suatu proses kegiatan pendidikan praktis tentang sistem among, dedikasi dan pembentukan karakter seseorang; 2) cara penanaman pendidikan moral pada kegiatan kepramukaan di SMP N 1 Patean Kendal yaitu dalam proses pembelajarannya mengarah pada program pendidikan programatik-prosedural yakni berupaya memanusiakan dan membudayakan serta memberdayakan anak didik (diri dan kehidupannya) menjadi warga negara yang baik sebagaimana tuntutan konstitusional bangsa. Metode latihan yang diterapkan unik, karena terbentuk dalam kegiatan dengan sistem beregu, sistem tanda kecakapan, kegiatan di alam terbuka, suasana belajar yang tidak terkesan menggurui, tidak terkesan memaksa, menekan atau menghakimi; 3) pada pelaksanaan pendidikan moral dalam kepramukaan di SMP N 1 Patean Kendal, kendala yang dihadapi, diantaranya: tidak semua peserta didik memiliki kesadaran penuh akan pentingnya pendidikan moral pada kepramukaan, masih ada yang mengikuti kegiatan kepramukaan karena tidak ingin dihukum, dan masih kurangnya kesadaran peserta dan kebiasaan perilaku yang cenderung anti moral dalam kehidupan, karena merasa pembinaan kepramukaan adalah sia-sia. Cara mengatasi kendala pada pendidikan moral yang diajarkan kepramukaan di SMP N 1 Patean Kendal, antara lain: pendekatan proses, metode pembelajaran dengan menggunakan metode peragaan dan percontohan, dan sanksi yang tegas. Saran yang dapat peneliti sampaikan: 1) pendidikan moral yang diajarkan kepramukaan harus dilakukan secara terus-menerus tidak terbatas dalam proses pembelajaran PKn saja, tetapi harus diterapkan dalam pola keteladanan dan kontinyuitas dalam membina adalah salah satu cara baik dalam membentuk peserta yang bermoral; 2) pendidikan moral harus dilakukan dengan menggabungkan ajaran tradisional dan keagamaan serta tradisi masyarakat yang berbudaya dalam proses programatik-prosedural; 3) pendidikan moral yang dilakukan pembina Pramuka di SMP N 1 Patean Kendal seyogyanya dilandaskan pada satu kesadaran bahwa pesatnya kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, kadangkala menjauhkan manusia dari sifat sosial, akan muncul sikap egoisme, individualisme dan materialisme; 4) pendidikan moral yang dilakukan selayaknya merupakan bantuan yang diberikan oleh seseorang yang telah terlatih dengan baik dan memiliki kepribadian dan pendidikan yang memadai kepada seseorang untuk membantunya mengatur kegiatan, keputusan sendiri dan menanggung bebannya sendiri, sehingga dalam kehidupan sehari-hari nantinya dapat berperan dengan baik di masyarakat; 5) pendidikan moral dapat ditanamkan dengan pemberian sanksi yang tegas, sehingga dapat memperbaiki sikap dan perilakunya dan mau mengamalkan atau melaksanakan Tri Satya serta Dasa Dharma dalam lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-harinya

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Pramuka, Strategi Pendidikan Moral, SMP 1 Patean Kabupaten Kendal
    Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
    J Political Science > JA Political science (General)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 11 Oct 2011 21:09
    Last Modified: 18 Oct 2011 22:58

    Actions (login required)

    View Item