Evaluasi Sebaran Spasial Lokasi Stasiun Pelayanan Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Di Kota Semarang Berbasis Sistem Informasi Geografis

Annas Sarasadi , 3250405019 (2011) Evaluasi Sebaran Spasial Lokasi Stasiun Pelayanan Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Di Kota Semarang Berbasis Sistem Informasi Geografis. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Evaluasi Sebaran Spasial Lokasi Stasiun Pelayanan Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Di Kota Semarang Berbasis Sistem Informasi Geografis) - Published Version
Download (8Mb)

    Abstract

    Perkembangan bisnis Stasiun Pelayanan Bahan Bakar Umum (SPBU) meningkat secara tajam setelah era reformasi. Jumlah SPBU telah tumbuh dan berkembang demikian pesat dan tersebar di berbagai lokasi yang kurang mempertimbangkan aspek lingkungan dan aspek etika bisnis. Pokok masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana pola sebaran spasial lokasi SPBU di wilayah Kota Semarang; (2) sejauhmana tingkat kesesuaian lokasi SPBU di wilayah Kota Semarang. Tujuan penelitian ini adalah (1) melakukan pemetaan sebaran spasial lokasi SPBU di wilayah Kota Semarang, (2) melakukan evaluasi kelas kesesuaian lokasi SPBU di wilayah Kota Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah SPBU di wilayah Kota Semarang berjumlah 60 buah, yang tersebar di 16 Kecamatan. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, sehingga semua anggota populasi dijadikan subyek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pengukuran lapangan (dengan GPS), wawancara dengan Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi, PT. Pertamina Unit Pemasaran IV, serta wawancara dengan pelanggan BBM secara incidental sampling. Analisis data dilakukan dengan cara analisis kuantitatif (sistem pengharkatan), dan analisis spasial dengan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan perangkat lunak Arc/View 3.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sebaran secara spasial SPBU di wilayah Kota Semarang bervariasi, yaitu: pola mengelompok di suatu wilayah dataran rendah Semarang bawah; pola memanjang jalur koridor Jakarta – Surabaya (jalur pantura); dan pola menyebar secara insidental di wilayah-wilayah kecamatan pinggiran. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang kuat antara populasi jumlah SPBU dengan populasi jumlah kendaraan bermotor yang ada di setiap wilayah kecamatan. Termasuk juga tidak terkait dengan tingkat kepadatan penduduk suatu wilayah. Sementara itu, data penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian lokasi SPBU di wilayah Kota Semarang secara umum masuk kriteria Sesuai (S2) ada 47 SPBU (78.33%), Kurang Sesuai (S3) 7 SPBU (11.66%); dan SPBU yang masuk kriteria Sangat Sesuai (S1) hanya ada sejumlah 6 SPBU (10%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) pola sebaran spasial SPBU di Kota Semarang mengelompok pada wilayah dataran rendah Semarang bawah yang merupakan pusat konsentrasi kegiatan; dan sebagian pola memanjang di koridor jalur Pantura; (2) secara umum loaksi SPBU dalam tingkat sesuai (S2), Adapun saran dalam penelitian ini: (1) pihak pemerintah dan PT. Pertamina hendaknya lebih ketat dalam memberikan persyaratan ijin lokasi, terutama memasukkan unsur keberlanjutan baik dari sisi ekonomi, sosial, dan ekologis pada persyaratan perijinan; (2) perlu dilakukan kajian yang mendalam tentang aspek parameter persyaratan lokasi SPBU secara akademis agar lingkungan tertap terjaga.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Pemetaan, Lokasi SPBU, Sistem Informasi Geografis (SIG)
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Geografi, S1
    Depositing User: budi santoso perpustakaan
    Date Deposited: 01 Oct 2011 00:43
    Last Modified: 25 Apr 2015 01:51

    Actions (login required)

    View Item