Kesiapan Guru Sejarah Dalam Penyusunan Soal Ujian Sekolah (UAS) SMA Kabupaten Boyolali Tahun Ajaran 2007/2008

Dewi Anggraini, 2009 (2009) Kesiapan Guru Sejarah Dalam Penyusunan Soal Ujian Sekolah (UAS) SMA Kabupaten Boyolali Tahun Ajaran 2007/2008. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Kesiapan Guru Sejarah Dalam Penyusunan Soal Ujian Sekolah (UAS) SMA Kabupaten Boyolali Tahun Ajaran 2007/2008) - Published Version
Download (25Kb)

    Abstract

    Anggraini, Dewi . 2009. Kesiapan Guru Sejarah Dalam Penyusunan Soal Ujian Sekolah (UAS) SMA Kabupaten Boyolali Tahun Ajaran 2007/2008. Skripsi. Jurusan Sejarah, FIS, UNNES. Fakultas Ilmu Sosial.Universitas Negeri Semarang. Kata Kunci : UAS, evaluasi belajar siswa, KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) Pendidikan dipandang sebagai salah satu faktor bagi terciptanya masyarakat yang berkualitas, dan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja terdidik. Adapun usaha yang diperlukan oleh pemerintah demi tercapainya tujuan tersebut, pemerintah melakukan berbagai perubahan dan pembangunan dalam berbagai aspek yang meliputi kurikulum, sarana dan prasarana, guru, siswa serta metode pengajarannya. Hubungannya dengan hal tersebut, untuk memenuhi tuntutan seorang guru dalam dunia pendidikan, membuat guru memiliki kewajiban meningkatkan mutu dan profesionalisme keguruannya. Apalagi dalam upaya penyusunan soal ujian akhir sekolah. Ujian memainkan peranan penting dalam evaluasi belajar siswa. Hal ini karena dengan ujian, seorang guru dapat membuat keputusan tentang nilai siswa sesuai dengan kemampuan yang ditunjukan siswa dengan menjawab soal ujian. Untuk berhasil lulus ujian sesuai dengan kriteria ketuntasan minimum. Penentu keberhasilan dalam penyelenggaraan UAS terletak pada alat ujian yang berupa butir-butir soal. Karena dengan soal yang memenuhi syarat akan berpengaruh terhadap hasil yang diperoleh seorang siswa. Adapun syarat-syarat dalam penyusunan terhadap soal diantaranya, validitas, reliabilitas, praktibilitas, objektifitas, ekonomis, daya pembeda, dan tingkat kesukaran diperlukan perencanaan yang cermat, penelaahan yang teliti dan uji coba. Dalam penyusunan soal tersebut hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan profesional dalam penyusunan soal. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh gambaran secara objektif mengenai kesiapan guru sejarah dalam merencanakan tes, menulis soal, menskor dan menilai kualitas tes. Mengenai subjek dalam penelitian ini adalah guru sejarah SMA Kabupaten Boyolali yang menjadi penyusun soal UAS tahun ajaran 2007/2008. adapun jumlah guru yang menjadi subjek penelitian ini adalah 10 orang dari 9 sekolahan di kabupaten boyolali. Adapun pengambilan sampel ini dengan menggunakan purposive, karena dengan teknik ini untuk mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random/ daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Data yang diperoleh dari penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun teknik pengumpulan adalah wawancara dan dokumentasi serta diverivikasi sehingga memiliki validitas yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sejarah SMA di kabupaten Boyolali yang menjadi penyusun soal UAS tahun ajaran 2007/2008, sudah cukup dan mampu dalam menyusun soal. Kesimpulan tersebut dapat diketehui berdasarkan pemahaman guru sejarah terhadap berbagai hal atau kegiatan yang berhubungan dengan penyusunan soal, diantaranya dalam perencanaan tes, dalam penulisan soal, dalam penilaian hasil ujian serta penilaian terhadap kualitas tes. Kesiapan guru sejarah SMA dalam perencanaan tes. Dalam hal perencanaan tes guru sejarah SMA kabupaten Boyolali sudah memahami kegiatan dalam perencanaan tes. Kegiatan tersebut diantaranya; harus mengetahui tujuan tes, mengedakan pembatasan terhadapa bahan yang akan diteskan, menyusun tabel kisi-kisi, memilih materi sesuai dengan SK,KD, indikator, mudah dipahami siswa. Mengenai kisi-kisi adalah suatu format yang memuat tentang soal yang diperlukan atau hendak disusun. Kisi-kisi ini digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan soal. Untuk materi diambil dari kelas X, Kelas XI dan kelas XII dengan perbandingan 20%:30%:50% Kesiapan guru sejarahSMA dalam penulisan soal. Dalam penyusunan soal berdasarkan dari informasi, perlu memperhatikan kaidah penulisan soal. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami siswa. Tidak berbelit-belit. Soal dibuat dari kriteria yang mudah hingga yang sukar. Sesuai dengan EYD. Mengenai ku nci jawaban dibuat:, Kunci jawaban sebaiknya tidak membingungkan siswa, Kunci jawaban terserah pada guru tetapi tetap pada aturan, terdapat keseimbanhan antar option , tidak melenceng dari soal, perlu menghindari satu kunci jawaban secara berurutan, soal dibuat berdasarkan pada ide pokok Kesiapan guru sejarahSMA dalam penskoran hasil. Pilihan ganda jawaban diberikan skor 1dengan bobot 70%, uraian jawaban betul diberikan skor 5 dengan bobot 30%, nilai ujian penjumlahan dari nilai piliha ganda dengan uraian, nilai akhir penjumlahan nilai ulangan harian, nilai tengah semester dan nilai ujian.. Kesiapan guru sejarahSMA dalam menilai kualitas soal. Mengenai menilai kualitas sebagian besar guru sudah menguasai hal tersebut. Validitas tes adalah kualitas yang menunjukkan hubungan antara suatu pengukuran (diagnosis) dengan tujuan kriteria belajar atau tingkah laku Teknik pengujiannya dengan menggunakan koefisien korelasi dengan kriteria: 0,00-0,20 sangat rendah, 0,20-0,40 rendah, 0,40-0,70 cukup, 0,70-0,90 tinggi, 0,90-1,00 sangat tinggi. Reliabilitas adalah ketepatan atau ketelitian suatu alat evaluasi Pengujiannya dengan melakukan uji coba dengan kriteria; 30-60% betul adalah sukar, 61-80% betul adalah soal sedang , 81-100% betul adalah mudah. Analisis butir soal adalah suatu proses untuk mencari soal tes yang baik dan mana yang tidak baik. Teknik penganalisisannya dengan menghitung tingkat kesukaran dan daya pembeda

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: UAS, evaluasi belajar siswa, KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah, S1
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 30 Sep 2011 02:28
    Last Modified: 30 Sep 2011 02:29

    Actions (login required)

    View Item