Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Geografi Pada Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tengaran Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2007/2008

Iffah Rahmi Puspitaningsih, 2009 (2009) Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Geografi Pada Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tengaran Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2007/2008. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Geografi Pada Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tengaran Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2007/2008) - Published Version
Download (21Kb)

    Abstract

    Iffah Rahmi Puspitaningsih. 2009. Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Geografi Pada Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tengaran Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2007/2008. Skripsi. Jurusan Geografi. FIS. UNNES.104 Hal Kata Kunci: Kesulitan Belajar, Mata Pelajaran Geografi Prestasi belajar mata pelajaran Geografi pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tengaran belum optimal. Hal ini dibuktikan oleh rendahnya rata-rata nilai ulangan harian geografi kelas XI IPS yaitu 51,43. Apabila nilai rata-rata geografi kurang dari 61 berarti siswa mengalami kesulitan belajar geografi, karena standar KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) mata pelajaran geografi adalah 61. Rendahnya hasil belajar geografi ini dipengaruhi oleh faktor kesulitan belajar yang terdiri atas faktor internal dan eksternal siswa. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini yaitu faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan kesulitan belajar mata pelajaran geografi; dan apa saja faktor yang paling dominan mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran geografi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan belajar mata pelajaran Geografi dan untuk mengetahui faktor mana yang paling dominan mempengaruhi kesulitan belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tengaran. Adapun manfaat dari penelitian ini; Bagi siswa dapat mengurangi atau menekan seminimal mungkin kesulitan yang dihadapi, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar pada periode berikutnya; Bagi guru, penelitian ini dapat dijadikan bahan penilaian atau kontrol terhadap pencapaian hasil belajar mengajar, sehingga guru dapat memilih metode pengajaran yang lebih tepat serta mampu mengkondisikan proses pembelajaran tiap kelas dengan berbagai karakter yang dimiliki siswa; Bagi lembaga yaitu pihak sekolah, penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dengan melakukan kontrol terhadap proses belajar mengajar, pemenuhan sarana dan prasarana yang memadai, penyempurnaan kurikulum, penilaian, metode pengajaran yang tepat bagi guru serta penemuan cara belajar yang tepat bagi siswa. Populasi di dalam penelitian ini adalah 164 siswa yang terdiri dari siswa kelas XI IPS 1, XI, IPS 2, XI IPS 3, dan XI IPS 4. Sampel yang diambil 62 responden yang diperoleh dengan menggunakan teknik proportional cluster random sampling. Instrumen yang dibagikan kepada responden merupakan instrumen yang telah diuji dengan menggunakan rumus validitas dan reliabilitas yang tadinya berjumlah 50 item, dengan item yang tidak valid 5 item, sehingga berkurang menjadi 45 item. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian diperoleh persentase jumlah responden yang mengalami kesulitan belajar yaitu faktor internal, yang terdiri dari faktor kesehatan fisik (23.12%), faktor perhatian siswa terhadap pelajaran (37.97%), dan faktor minat siswa terhadap pelajaran (44.76%). Dari ketiga faktor internal tersebut, yang paling dominan mempengaruhi kesulitan belajar siswa adalah faktor minat siswa terhadap pelajaran (44.76%). Faktor eksternal, yang terdiri dari faktor keluarga (7.85%) dengan indikator orangtua (15.05%), suasana rumah (5.37%), dan ekonomi keluarga (3.12%). Faktor sekolah (48.79%) dengan indikator strategi atau metode guru di dalam pembelajaran (68.82%), alat pelajaran (53.77%), sumber belajar siswa (44.62%), kurikulum sekolah (48.93%), lingkungan sekolah (35.48%), dan disiplin sekolah (41.13%). Faktor masyarakat (23.66%) dengan indikator media massa (17.74%), teman bergaul (30.64%), dan indikator aktivitas siswa didalam masyarakat (22.97%). Dari ketiga faktor eksternal tersebut, yang paling dominan mempengaruhi kesulitan belajar siswa adalah faktor sekolah (48.79%). Faktor paling dominan dihasilkan dari dua kriteria kesulitan belajar yaitu kriteria tidak menghambat dan kriteria menghambat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan, antara lain: 1) Terdapat dua faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar yaitu faktor internal dan eksternal; 2) Pada faktor internal terdapat beberapa hambatan pada indikator yaitu kesehatan fisik, perhatian siswa terhadap pelajaran, dan minat siswa terhadap pelajaran. Untuk faktor eksternal terdapat hambatan pada faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat. Faktor yang paling dominan dari faktor internal adalah hambatan pada faktor minat siswa terhadap pelajaran dan faktor eksternal yang paling dominan mempengaruhi kesulitan belajar siswa adalah faktor sekolah. Saran: 1) Sebaiknya pihak sekolah lebih mengoptimalkan potensi tenaga pendidik di dalam proses belajar mengajar dengan pendidikan dan pelatihan ketrampilan mengajar (teaching skill), 2) Meningkatkan layanan bimbingan kesulitan belajar kepada siswa, 3) Mendayagunakan sumber dan media pembelajaran; dan 4) Meningkatkan peranan keluarga dalam membimbing kesulitan belajar anak, misalnya dengan mengontrol waktu belajar anak, menciptakan suasana yang kondusif serta nyaman untuk belajar anak.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Kesulitan Belajar, Mata Pelajaran Geografi
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Geografi, S1
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 27 Sep 2011 23:07
    Last Modified: 27 Sep 2011 23:07

    Actions (login required)

    View Item