Identifikasi Hambatan Pelaksanaan Kurikulum 2004 Berbasis Kompetensi Bagi Guru SMP Se- Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Tahun Pembelajaran 2005/ 2006

Sri Subekti , 3214000025 (2006) Identifikasi Hambatan Pelaksanaan Kurikulum 2004 Berbasis Kompetensi Bagi Guru SMP Se- Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Tahun Pembelajaran 2005/ 2006. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Identifikasi Hambatan Pelaksanaan Kurikulum 2004 Berbasis Kompetensi Bagi Guru SMP Se- Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Tahun Pembelajaran 2005/ 2006) - Published Version
Download (19Kb)

    Abstract

    Subekti, Sri. “Identifikasi Hambatan Pelaksanaan Kurikulum 2004 Berbasis Kompetensi Bagi Guru SMP Se- Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Tahun Pembelajaran 2005/ 2006”. Pendidikan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang. 115 h. 10 tabel. 13 lampiran. 2 gambar. Kata kunci : Identifikasi, Pelaksanaan, Kurikulum 2004. Guru yang diperlukan dalam kurikulum 2004 adalah guru yang mempunyai kualifikasi atau kompetensi khusus untuk menunjang pencapaian kompetensi lulusan pada suatu pendidikan. Guru bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran dan melakukan pembimbingan serta pelatihan. SMP/ MTs Gunungpati pada tahun pembelajaran 2004 sudah melaksanakan kurikulum 2004 berbasis kompetensi kecuali satu SMP belum menerapkan. Oleh karena itu, untuk mengetahui hambatan yang dialami guru SMP/ MTs kelas VII dalam pelaksanaan kurikulum 2004 di Kecamatan Gunungpati, maka perlu diidentifikasi melalui kegiatan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Apakah hambatan yang dihadapi guru dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran?, (2) Apakah hambatan yang dihadapi guru berkaitan dengan strategi dan metode pembelajaran?, (3) Apakah hambatan yang dihadapi guru berkaitan dengan sarana dan media pembelajaran?, (4) Apakah hambatan yang dihadapi guru berkaitan dengan kondisi siswa?, (5) Apakah hambatan yang dihadapi guru berkaitan dengan penilaian?. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui hambatan yang dihadapi guru dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran, (2) mengetahui hambatan yang dihadapi guru berkaitan dengan strategi dan metode pembelajaran, (3) mengetahui hambatan yang dihadapi guru berkaitan dengan sarana dan media pembelajaran, (4) mengetahui hambatan yang dihadapi guru berkaitan dengan kondisi siswa, (5) mengetahui hambatan yang dihadapi guru berkaitan dengan penilaian. Populasi penelitian ini adalah guru mata pelajaran geografi SMP/ MTs kelas VII se-Kecamatan Gunungpati yang berjumlah 12 guru dan siswa kelas VIII SMP/ MTs se-Kecamatan Gunungpati tahun 2006. Sampel guru berjumlah 12 yang diambil dengan menggunakan total sampling. Sedangkan sampel siswa berjumlah 260 yang diambil dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Penelitian ini terdiri dari lima variabel, yaitu: (1) perangkat pembelajaran, (2) strategi dan metode pembelajaran, (3) sarana dan media pembelajaran, (4) kondisi siswa, dan (5) penilaian. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, dokumentasi dan wawancara. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kurikulum 2004 berbasis kompetensi mata pelajaran geografi di SMP/ MTs se- Kecamatan Gunungpati masih kurang optimal. Guru masih mengalami beberapa hambatan dalam pelaksanaannya baik pada perangkat pembelajaran, strategi dan metode pembelajaran, sarana dan media pembelajaran, kondisi siswa maupun penilaiannya. Perangkat pembelajaran pada silabus dan rencana pembelajaran masih belum lengkap yaitu pada komponen indikator, remedial dan pengayaan. Pada strategi dan metode pembelajaran, pemodelan dan refleksi, membawa informan atau ahli ke kelas, mengunjungi instansi terkait, lingkungan alam dan lingkungan penduduk jarang/ tidak pernah dilakuakn oleh guru. Sarana dan media pembelajaran yang tersedia di sekolah sangat sedikit, terutama pada buku bacaan fiksi, nonfiksi, VCD, Chart, peta khusus, video dan instansi terkait. Kondisi siswa pada penerapan masih sangat jarang dilakukan. Penilaian yang dilaksanakan masih sebatas pada penilaian tertulis dan penugasan. Hasi angket yang disebarkan ke siswa dari empat variabel menunjukkan kriteria baik, yaitu: (1) strategi dan metode pembelajaran 74,33%, (2) sarana dan media pembelajaran (76,33), (3) kondisi siswa 75,67% dan (4) penilaian 71,00%. Disarankan kepada guru, hendaknya lebih aktif lagi dalam mempelajari kurikulum 2004 secara menyeluruh. Guru hendaknya mengikuti pelatihan-pelatihan atau seminar lokakarya yang diadakan oleh pemerintah atau instansi terkait. Kepada kepala sekolah hendaknya melengkapi dan memperbanyak saran dan media pembelajaran geografi seperti laboratorium geografi, VCD, panthograf, peta, globe dan media lain yang mendukungmateri geografi sehingga siswa lebih tertarik pada pelajaran geografi. Kepala Dinas Pendidikan kota Semarang hendaknya ikut berperan aktif dalam pembinaan kepada sekolah tentang pelaksanaan kurikulum 2004. Kepada masyarakat/ wali murid hendaknya berperan aktif dalam pelaksanaan kurikulum 2004 yaitu ikut memperhatikan kegiatan siswa di luar sekolah.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Identifikasi, Pelaksanaan, Kurikulum 2004.
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Geografi, S1
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 18 Sep 2011 23:21
    Last Modified: 18 Sep 2011 23:21

    Actions (login required)

    View Item