Pemetaan Industri Rokok di Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus.

Suwiani Pusposari, 3252302539 (2005) Pemetaan Industri Rokok di Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF (Pemetaan Industri Rokok di Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. ) - Published Version
Download (193Kb)

    Abstract

    Adanya industri rokok di Kecamatan Mejobo telah mampu menyerap tenaga kerja baik dari daerah setempat, daerah sekitarnya maupun dari daerahdaerah di luar Kabupaten Kudus. Untuk dapat menentukan suatu lokasi industri rokok dengan tepat, maka industri di Kabupaten Kudus perlu memperhatikan factor geografi yang berpegang pada aspek kewilayahan, kelingkungan dalam konteks keruangan. Tujuan utama penetuan suatu lokasi industri adalah untuk memperbesar keuntungan dengan jalan menekan biaya masukan. Biaya masukan ini meliputi bahan baku, tenaga kerja, dan biaya transportasi serta sumber tenaga. Tujuan dari pemetaan industri rokok ini adalah untuk mengetahui lokasi suatu industri rokok dan untuk mengetahui factor pendukung yang mempengaruhi persebaran industri rokok. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan metode survei,dari hasil survei diperoleh data-data kemudian data tersebut dibuat tabeltabel, kemudian diinterpretasikan atau dideskripsikan, selanjutnya dilakukan proses pemetaan untuk menghasilkan peta lokasi industri rokok. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya masterplan dari Kabupaten Kudus yang mengharuskan industri berlokasi di daerah pinggiran untuk pemekaran kota. Masterplan dari Kabupaten mengatur tempat-tempat tertentu untuk industri agar pembangunan di daerah-daerah lebih terencana dan terarah. Selain itu alasan lain industri rokok didirikan di Kecamatan Mejobo adalah karena transportasi yang mudah di jangkau, letaknya dekat dengan jalan raya utama dan juga faktor tenaga kerja yang melimpah, serta sikap masyarakat yang mau menerima keberadaan industri rokok berlokasi di daerah tersebut, karena akan membuka peluang kerja bagi masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan harga tanah pada waktu itu yang relatif lebih murah jika dibandingkan saat ini. Bahan baku yang digunakan dalam industri rokok adalah tembakau, cengkeh, saos/flavour, lem dan kertas. Hambatan dalam memperoleh bahan baku adalah tidak stabilnya harga cengkeh dan kertas. Pemasaran industri rokok meliputi dalam dan luar negeri. Hambatan dalam pemasaran adalah persaingan yang bersifat kompetitif, namun para produsen menempatkan hasil produksinya pada pangsa pasarnya masing-masing. Tenaga kerja pada industri rokok sebagian besar berasal dari Kecamatan Mejobo dan lainnya berasal dari kota Kudus dan luar Kabupaten Kudus. Dalam merekrut tenaga kerja perusahaan rokok menggunakan dasar ijasah dan ketrampilan atau pengalaman kerja, sedang dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja adalah dengan kepelatihan, pendidikan lanjut dan seminar atau lokakarya. Sebagian besar tenaga pada perusahaan rokok adalah wanita, hal ini disebabkan oleh faktor ketrampilan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa adanya industri rokok di bangun di kota Mejobo adalah adanya masterplan dari Kabupaten Kudus yang mengharuskan persebaran-persebaran industri di bangun di daerah pinggiran untuk pemekaran kota. Dan alasan lain adalah transportasi dan tenaga kerja, merupakan factor utama karena letaknya yang strategis sedang faktor tenaga kerja disebabkan di Kudus tersedia banyak tenaga kerja, sehingga tidak ada hambatan dalam memperoleh tenaga kerja.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Survei dan Pemetaan Wilayah, D3
    Depositing User: Hapsoro Adi Perpus
    Date Deposited: 27 Mar 2011 22:20
    Last Modified: 24 Apr 2015 23:59

    Actions (login required)

    View Item