IDENTITAS KEAGAMAAN PEREMPUAN JAWA DALAM PERKAWINAN BEDA AGAMA DI DESA KALIMANGGIS, KABUPATEN TEMANGGUNG

Novita Windiarti , 3401413061 (2017) IDENTITAS KEAGAMAAN PEREMPUAN JAWA DALAM PERKAWINAN BEDA AGAMA DI DESA KALIMANGGIS, KABUPATEN TEMANGGUNG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (314Kb)

    Abstract

    Perkawinan beda agama banyak dijumpai di Desa Kalimanggis, Kaloran, Temanggung, sebagai hasil kerukunan antar umat beragama di sana. Perkawinan beda agama yang menyatukan dua individu dengan latar belakang agama yang berbeda, memungkinkan pasangan beda agama mengalami perubahan identitas, khususnya identitas keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui potret kehidupan perkawinan beda agama di Desa Kalimanggis, (2) mengetahui identitas keagamaan perempuan Jawa dalam perkawinan beda agama di Desa Kalimanggis, (3) faktor sosial budaya yang mengakibatkan perempuan Jawa mempertahankan identitas keagamaan. Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif dengan menggunakan Konsep Identitas Keagamaan, Teori Panggung Depan Panggung Belakang, dan Konsep Kuasa Perempuan Jawa. Lokasi penelitian di desa Kalimanggis, Temanggung. Informan utama penelitian adalah perempuan Jawa dalam perkawinan beda agama. Informan pendukung penelitian adalah anggota keluarga perkawinan beda agama, tokoh agama, dan masyarakat Kalimanggis. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data memakai Teknik Triangulasi. Analisis data menggunakan Metode Analisis Data Kualitatif yang terdiri atas Pengumpulan Data, Reduksi Data, Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kerukunan dan toleransi pasangan beda agama diintegrasikan seluruhnya pada berbagai aspek kehidupan rumah tangga, termasuk dalam pelaksanaan ritual keagamaan. Perempuan Jawa tetap menjalankan ritual ibadah sesuai agama terdahulunya, meski telah mengubah identitas agamanya sesuai dengan agama suami. (2)Dalam perkawinan beda agama, terjadi negosiasi identitas keagamaan pada pasangan beda agama. Perempuan dengan kekuasaannya yang diperoleh dari kepasifan dan kelembutan, justru membuat pihak suami merubah dan mengikuti identitas keagamaan sang istri.(3) Persepsi dan pemahaman masyarakat Kalimanggis yang khas tentang agama, serta budaya rukun masyarakat Kalimanggis yang diwujudkan dalam keharmonisan dan toleransi umat beragama, menjadi faktor sosial budaya yang menyebabkan perempuan Jawa mempertahankan identitas keagamaannya. Saran bagi masyarakat Kalimanggis,dapat meningkatkan kerukunan antar umat beragama dengan mengintensifkan kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan yang berbasis lintas agama. Bagi peneliti, dapat melakukan penelitian lanjutan untuk melengkapi penelitian ini.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Identitas Keagamaan, Perempuan Jawa, Perkawinan Beda Agama
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
    Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
    Date Deposited: 21 Dec 2018 06:49
    Last Modified: 21 Dec 2018 06:50

    Actions (login required)

    View Item