KAWIN CERAI PADA DALANG WAYANG KULIT DI KOTA SEMARANG

Nuryati , 3401412026 (2017) KAWIN CERAI PADA DALANG WAYANG KULIT DI KOTA SEMARANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (340Kb)

    Abstract

    Perkawinan termasuk sebagai sebuah kebutuhan dasar (asasi) setiap manusia untuk mencapai kebahagian, walaupun terjadinya perkawinan juga memungkinkan terjadinya perceraian. Seperti yang juga terjadi pada seorang dalang wayang kulit. Tujuan penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui pandangan religi dalang wayang kulit tentang perkawinan dan perceraian. 2. Untuk mengetahui faktor yang menyebabkan dalang wayang kulit melakukan kawin cerai. 3. Untuk mengetahui motivasi dalang wayang kulit dalam memutuskan kawin cerai. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, berlokasi di Semarang. Informan utama dalam penelitian dalang wayang kulit yang melakukan kawin cerai, adapun informan pendukung dalam penelitian ini adalah orang-orang terdekat dalang baik dari keluarga maupun dari lingkungan sosialnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji validitas data dilakukan melalui teknik triangulasi data. Teknik analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan faktor sosial budaya terjadinya perceraian dalam keluarga dalang wayang kulit adalah, kesibukan dalam pekerjaan, perselisihan dalam rumah tangga dan faktor perselingkuhan. Motivasi dalang wayang kulit melakukan kawin cerai terdiri dari motivasi agama (religi), motivasi prestise, dan motivasi ekonomi dan juga nafsu seksual. Pilihan rasional dalang wayang kulit dalam melakukan kawin cerai didasarkan atas pertimbangan kebutuhan biologis yang berkorelasi pada pertimbangan agama. Sex merupakan kebutuhan biologis manusia nafsu seksua, ketika kita berbicara tentang perkawinan maka kita melihatnya dari dua sisi yaitu perkawinan sebagai perintah agama dan perkawinan merupakan jalan satusatunya penyaluran seksual yang disahkan oleh agama, maka ketika kebututuhan seksual merupakan kebutuhan biologis maka agama dalam hal ini memiliki peran untuk mengaturnya. Pilihan rasional lain juga didasarkan pada pertimbangan prestise yang korelasi pada pertimbangan kebutuhan sosial. Saran penelitian Bagi dalang wayang kulit, bahwa sebagai seorang dalang dan juga merupakan tokoh masyarakat harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat pendukungnya. Bagi masyarakat, hendaknya tidak mengeneralisasikan bahwa profsi dalang dekat dengan kawin cerai, karena tidak semua dalang melakukan kawin cerai.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Dalang. Perceraian, Perkawinan, Wayang Kulit
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
    Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
    Date Deposited: 14 Dec 2018 10:10
    Last Modified: 04 Apr 2019 13:09

    Actions (login required)

    View Item