FENOMENA BEBAN GANDA SUAMI TENAGA KERJA WANITA (TKW) (Studi Kasus Desa Padangsari Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah)

Sahidin, 3401412005 (2017) FENOMENA BEBAN GANDA SUAMI TENAGA KERJA WANITA (TKW) (Studi Kasus Desa Padangsari Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (212Kb)

    Abstract

    Tekanan ekonomi menjadi dasar perempuan untuk bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita. Kondisi ketika perempuan atau ibu memutuskan untuk menjadi Tenaga Kerja wanita (TKW) secara otomatis meninggalkan peran domestik dalam keluarga. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Mengetahui pembagian peran gender dalam keluarga TKW sebelum istri menjadi tenaga kerja wanita (TKW), (2) Mengetahui pelaksanaan peran yang dilakukan oleh suami tenaga kerja wanita (TKW), (3) Mengetahui pandangan terhadap peran istri yang dilakukan oleh suami tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan Konsep pembagian peran sesuai jenis kelamin dan Konsep redefinisi peran. Penelitian ini berlokasi di di Desa Padangsari, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji validitas data dilakukan melalui teknik triangulasi data. Teknik analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pembagian peran gender keluarga sebelum istri menjadi TKW meliputi pembagian peran keluarga secara tegas.dan pembagian peran keluarga relatif terbuka. (2) Pembagian peran pada keluarga TKW, suami tidak saja melakukan peran pencari nafkah namun suami juga menggantikan peran yang ditinggalan oleh istri selama menjadi TKW. Selama istri menjadi TKW suami melakukan peran perempuan/seorang istri sementara waktu. Kondisi dimana suami terbiasa dengan peran perempuan sejak dini menjadi salah satu faktor yang mendukung suami dalam menjalankan peran istri. Faktor lain yang mendukung adalah adanya bantuan dari keluarga besar yang membantu setiap kesulitan suami TKW. Dukungan dalam melaksanakan peran istri juga tidak terlepas dari kesulitan yang dialami suami dikarenakan laki-laki kurang terampil dan managerial yang tidak baik. (3) Pada awalnya suami mengalami proses adaptasi terhadap peran yang ditinggalakan oleh istri. Pada proses adaptasi tersebut suami mengalami beban terhadap peran istri, hingga sampai pada suami menyadari peran istri juga merupakan peran sebagai seorang suami. Selama istri bekerja menjadi TKW suami harus mampu menggantika peran yang ditinggalkan oleh istri dan tetap melakukan tugas sebagai suami. Gambaran tampak sesuai dengan apa yang disebut redefinesi peran atau pemaknaan kembali terhadap tatanan yang sudah baku selama ini. Kondisi dimana suami TKW melakukan peran yang ditinggalkan oleh istri. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagi pemerintah, adanya sosialisasi mengenai kesetaraan gender untuk menanamkan pengertian suami mengenai kesamaan hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan. (2) Bagi masyarakat Desa Padangsari berperan memperhatikan kehidupan keluarga TKW untuk keberlangsungan fungsi kemasyarakatan dari Keluarga TKW.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: beban ganda, TKW, peran gender, redifinisi peran
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > Social Relation
    H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > Female Worker
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
    Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
    Date Deposited: 14 Dec 2018 09:53
    Last Modified: 05 Apr 2019 10:31

    Actions (login required)

    View Item