AKULTURASI BUDAYA MASYARAKAT TIONGHOA DENGAN MASYARAKAT PRIBUMI DI DESA KARANGTURI, KECAMATAN LASEM, KABUPATEN REMBANG

Bima Renditya Wardana , 3301413104 (2017) AKULTURASI BUDAYA MASYARAKAT TIONGHOA DENGAN MASYARAKAT PRIBUMI DI DESA KARANGTURI, KECAMATAN LASEM, KABUPATEN REMBANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (256Kb)

    Abstract

    Perbedaan antar etnik dan kebudayaan di masyarakat seringkali menimbulkan konflik antar sesama anggota masyarakat. Pada dasarnya tiap-tiap tradisi dan budaya dalam kehidupan masyarakat itu sendiri telah mengalami proses akulturasi antara satu budaya dengan budaya lainya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses akulturasi budaya dalam kehidupan masyarakat, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat akulturasi, kemudian hasil akulturasi budaya yang terjadi masyarakat, Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dimana data yang didapatkan melalui metode obervasi langsung, wawancara, dan dokumentasi terhadap beberapa narasumber akan disusun secara deskriptif. Langkah-langkah analisis data yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pengumpulan Data, Reduksi Data, Penyajian Data, Penarikan Kesimpulan. Dalam membahas penelitian ini terdapat empat fokus penelitian yaitu, kehidupan sosial budaya masyarakat, proses akulturasi yang terjadi, faktor pendorong dan penghambat, dan hasil dari terwujudnya akulturasi budaya. Setelah melakukan penelitian di lapangan, peneliti menemukan terdapat dua kelompok sosial yang memiliki perbedaan. Kelompok yang dimaksudkan dalam hal ini adalah masyarakat keturunan Tionghoa dan masyarakat Pribumi atau Jawa. Perbedaan mencolok yang terlihat pada kedua kelompok masyarakat ini terlihat dari segi budaya, tradisi, ritual, dan nilai-nilai agama yang dianut masing-masing kelompok. Dimana masyarakat keturunan Tionghoa yang mayoritas menganut agama katholik dan lebih mendasarkan tradisi dan perilaku yang diwariskan oleh nenek moyang mereka dari Cina. Sedangkan masyarakat Pribumi menganut agama Islam sehingga lebih mendasarkan tradisi dan perilaku mereka terhadap ajaran-ajaran Islam dan kearifan lokal masyarakat Jawa. Perbedaan yang ada tidak membuat masyarakat menjadi terpecah belah. Kegiatan-kegiatan masyarakat yang mendukung keteraturan interaksi sosial masyarakat mendukung terwujudnya akulturasi di Desa Karangturi. Akulturasi budaya yang terjadi di masyarakat Desa Karangturi berlangsung dengan baik selama bertahun-tahun, Hal ini dapat dilihat dari beberapa tradisi dan budaya masyarakat yang lahir dari proses akulturasi budaya, yang bersifat umum dan dapat dilaksanakan secara bersama-sama oleh setiap warga masyarakat. sehingga terwujud kehidupan masyarakat yang penuh rasa toleransi menghargai satu sama lain. Masyarakat Desa Karangturi diharapkan terus dapat menjaga hubungan dan harmonisasi antar warga dengan baik, serta menjaga budaya yang ada yaitu dengan tidak berprasangka negatif kepada sesama warga, dan berfikirlah positif dan belajar untuk saling menghormati, dan diharapkan dapat terus menjaga budaya yang terbentuk dari proses akulturasi baik yang terbentuk sejak peninggalan pendahulu mereka maupun sekarang, kemudian meneruskan tradisi dan karya seni seperti membatik yang ada selama ini agar tidak hilang seiring berkembangnya jaman, sehingga hasil dari akulturasi budaya dapat tetap dilestarikan.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Akulturasi Budaya, Masyarakat Tionghoa, Masyarakat Pribumi
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > Social Relation
    H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > Interfaith Tolerance
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
    Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
    Date Deposited: 10 Dec 2018 10:47
    Last Modified: 05 Apr 2019 10:42

    Actions (login required)

    View Item