PENDIDIKAN BUDI PEKERTI PADA PAGUYUBAN NGESTI TUNGGAL (PANGESTU) CABANG SEMARANG WILAYAH KOORDINATORAT JAWA TENGAH II

Hafid Priawitantio, 3301413095 (2017) PENDIDIKAN BUDI PEKERTI PADA PAGUYUBAN NGESTI TUNGGAL (PANGESTU) CABANG SEMARANG WILAYAH KOORDINATORAT JAWA TENGAH II. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (376Kb)

    Abstract

    Krisis multidimensi seperti halnya pelanggaran norma, lunturnya sopan lunturnya sopan santun dalam kehidupan sehari-hari, intoleran, kenakalan remaja, berkurangnya rasa menghargai antar sesama harus diatasi melalui upaya kuratif dan preventif. Cara yang paling relevan sebagai upaya tersebut adalah melalui pendidikan budi pekerti. Salah satu subjek yang memberikan pendidikan budi pekerti kepada masyarakat adalah Paguyuban Ngesti Tunggal (Pangestu). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan (1) nilai-nilai budi pekerti yang diajarkan pada Paguyuban Ngesti Tunggal (Pangestu); (2) penerapan pendidikan budi pekerti pada Paguyuban Ngesti Tunggal (Pangestu). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah (1) nilai budi pekerti pada pokok ajaran Hasta sila; (2) nilai budi pekerti pada pokok ajaran Paliwara; (3) nilai budi pekerti pada pokok ajaran Jalan Rahayu; (4) penerapan pendidikan budi pekerti yang dilakukan oleh Paguyuban Ngesti Tunggal. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paguyuban Ngesti Tunggal cabang Semarang wilayah koordinatorat Jawa Tengah II mengajarkan pendidikan budi pekerti melalui pokok-pokok ajaran Hasta sila, Paliwara, dan Jalan Rahayu. Pendidikan budi pekerti tersebut dilakukan sebagai upaya pemeliharaan ajaran yang terdapat dalam Pangestu. Nilai budi pekerti pada pada pokok ajaran Hasta sila antara lain terdiri dari sikap jiwa tri sila, yaitu eling, sadar, taat (mituhu) serta watak utama panca sila, yaitu rela, narima, jujur, sabar, dan budi luhur. Nilai budi pekerti pada pokok ajaran Paliwara antara lain, yaitu jangan menyembah kepada selain Allah, berhati-hati dengan hal syahwat, jangan makan atau menggunakan makanan/minuman dan jangan melakukan perbuatan yang memudahkan rusaknya badan jasmani dan rohani, jangan melanggar undang-undang dan peraturan negara, serta jangan bertengkar. Nilai budi pekerti pada pokok ajaran Jalan Rahayu antara lain, yaitu mampu menghayati isi paugeran (Syahadat), melaksanakan panembah atau beribadah sesuai dengan keyakinan/agama masingmasing, memiliki sikap budi dharma, mengekang dan mengendalikan hawa nafsu, dan budi luhur, yaitu watak tertinggi dari perilaku-perilaku baik. Penerapan pendidikan budi pekerti yang dilakukan Paguyuban Ngesti Tunggal cabang Semarang wilayah koordinatorat Jawa Tengah II dilakukan melalui beberapa kegiatan, di antaranya (1) kegiatan Olah Rasa umum, pemuda, wanita dan adiyuswa; (2) kegiatan ajar pustaka, yaitu mendisuksikan dan membahas buku wajib Pangestu; (3) kegiatan pamiwahan untuk anak-anak dan remaja. Penerapan pendidikan budi pekerti yang dilakukan Pangetsu umumnya dilakukan di gedung Dana Warih Krapyak, ataupun di gedung Dana Warih Banyumanik, kota Semarang. Selain itu, terdapat pula penerapan pendidikan budi pekerti yang diterapkan kepada internal keluarga masing-masing anggota Pangestu khususnya terhadap anak, yaitu melalui pembiasaan, keteladanan, pemberiaan nasihat dan mengikutsertakan anggota keluarganya dalam kegiatan Pangestu. Saran yang diberikan penulis bagi warga Paguyuban Ngesti Tunggal, yaitu setiap warga diharapkan dapat melaksanakan nilai-nilai budi pekerti tersebut dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan pergaulan (peer group), keluarga, maupun di masyarakat. Selain itu dari segi keorganisasian, Paguyuban Ngesti Tunggal dapat menegaskan status keorganisasiannya dengan mendaftarkan diri sebagai organisasi kepada Kementerian Dalam Negeri maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu diharapkan ada penelitian lebih lanjut yang mengkaji lebih luas tentang pendidikan budi pekerti maupun tentang Paguyuban Ngesti Tunggal.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Pendidikan Budi Pekerti, Paguyuban Ngesti Tunggal
    Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > Interfaith Tolerance
    L Education > Special Education > Non-formal education
    L Education > Special Education > Civic Education
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1
    Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
    Date Deposited: 10 Dec 2018 08:21
    Last Modified: 04 Apr 2019 13:49

    Actions (login required)

    View Item