KONFLIK CINA-JAWA DI KOTA PEKALONGAN TAHUN 1995

Ribut Tulus Rahayu, 3111412010 (2016) KONFLIK CINA-JAWA DI KOTA PEKALONGAN TAHUN 1995. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (359Kb)

    Abstract

    Konflik sosial sering terjadi di Indonesia dan mengalami peningkatan secara pesat menjelang berakhirnya Orde Baru. Salah satunya terjadi di Kota Pekalongan pada tahun 1995. Konflik ini melibatkan etnis Tionghoa (Cina) dan pribumi (etnis Jawa). Kondisi masyarakat Pekalongan mayoritas beragama Islam dengan tingkat religiusnya tinggi. Saat seorang Tionghoa dikabarkan telah menyobek Al Qur’an, hal tersebut kemudian memicu kerusuhan yang terjadi selama tiga hari. Dalam penelitian ini dirumuskan tiga masalah yaitu: latar belakang dan kronologi konflik, dampak konflik, dan upaya penanganan konflik Cina-Jawa di Kota Pekalongan tahun 1995. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apa yang melatarbelakangi dan kronologi terjadinya konflik, dampak konflik serta upaya penanganan konflik Cina-Jawa di Kota Pekalongan Tahun 1995. Manfaat dari hasil penelitian konflik Cina-Jawa di Kota Pekalongan tahun 1995 diharapkan dapat memberikan informasi tentang hubungan etnis Tionghoa (Cina) dan etnis Jawa di Kota Pekalongan khususnya, dan menambah ilmu pengetahuan bagi pembaca pada umumnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang mencakup empat hal yaitu, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mencakup studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa konflik sosial di Kota Pekalongan dilatarbelakangi oleh beberapa faktor yaitu, faktor politik, faktor ekonomi, dan faktor sosial yang menimbulkan konflik laten di masyarakat Kota Pekalongan. Konflik laten tersebut akhirnya muncul ke permukaan saat seorang etnis Tionghoa menyobek Al Qur’an dan menimbulkan kemarahan etnis Jawa yang beragama Islam sehingga menimbulkan kerusuhan. Belakangan diketahui bahwa pelaku penyobekan merupakan penderita gangguan jiwa. Konflik tersebut terjadi selama mulai 22 Nov. 1995 dan memuncak pada 24 Nov. 1995. Konflik tersebut telah menimbulkan dampak sosial dan ekonomi di masyarakat Pekalongan. Penanganan konflik dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekalongan bersama aparat keamanan, Muspida, dan tokoh masyarakat menghimbau agar masyarakat Kota Pekalongan yang beragama Islam tidak terpancing emosi dan melakukan tindakan anarkis. Beberapa hari kemudian pelaku penyobekan Al Qur’an meninggal saat berada di sel tahanan. Setelah kejadian tersebut, konflik akhirnya berakhir dan keadaan kembali normal.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Konflik, Cina, Jawa
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > Social Conflict
    H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > Interfaith Tolerance
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Ilmu Sejarah, S1
    Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
    Date Deposited: 21 Nov 2018 14:40
    Last Modified: 21 Nov 2018 14:40

    Actions (login required)

    View Item