PEMBINAAN SOSIAL WANITA TUNA SUSILA (WTS) DI RESOSIALISASI ARGOREJO KOTA SEMARANG

RIZKI NUR UTAMI , 1201413090 (2017) PEMBINAAN SOSIAL WANITA TUNA SUSILA (WTS) DI RESOSIALISASI ARGOREJO KOTA SEMARANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1270Kb)

    Abstract

    Keberadaan Sunan Kuning sebagai tempat prostitusi atau yang sekarang disebut sebagai Resosialisasi Argorejo masih berdiri kokoh sampai sekarang. Salah satu alasan keberadaan resosialisasi ini tidak ditutup adalah adanya kegiatan pembinaan yang dilakukan secara rutin untuk para WTS. Kegiatan Resosialisasi Argorejo bertujuan sebagai upaya pengentasan. Rumusan masalah yang dikaji adalah bagaimana pelaksanaan pembinaan sosial WTS di Resosialisasi Argorejo? bagaimana kendala dalam pelaksanaan pembinaan sosial WTS di Resosialisasi Argorejo? serta bagaimana faktor pendukung dalam pelaksanaan pembinaan sosial WTS di Resosialisasi Argorejo?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan pembinaan sosial WTS di Resosialisasi Argorejo beserta kendala dan faktor pendukung dalam pelaksanaan pembinaan sosial WTS di Resosialisasi Argorejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari Kepala Kelurahan Kalibanteng Kulon, Ketua Resosialisasi Argorejo, Ketua LSM Lentera Asa, Pembina, WTS, Pengasuh/Mucikari, dan Masyarakat. Adapun pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah interactive model yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang pelaksanaan pembinaan sosial WTS sudah berjalan sesuai dengan unsur-unsur yang dapat menunjang pelaksanaan kegiatan, diantaranya Pembina, peserta, materi, metode, dan masyarakat. Penggunaan metode ceramah dirasa kurang efektif karena membuat WTS menjadi mudah bosan dan tidak tertarik untuk mendengarkan materi sehingga menimbulkan suasana yang kurang kondusif dan komunikatif selama kegiatan berlangsung. Sistem denda juga kurang efektif untuk diterapkan bagi WTS. Selain itu faktor yang mendukung kegiatan ini juga berasal dari Pembina, masyarakat dan pengasuh/mucikari. Adanya kerjasama yang baik antara Pembina dari berbagai instansi dengan pihak Resos, selain itu masyarakat juga memberikan respon yang positif terhadap kegiatan pembinaan sosial, sedangkan pengasuh/mucikari ikut berperan dalam membantu mentertibkan anak asuh untuk mengikuti kegiatan pembinaan sosial. Simpulan dari penelitian ini yaitu pelaksanaan pembinaan sosial WTS sudah berjalan sesuai dengan unsur-unsur yang dapat menunjang pelaksanaan kegiatan seperti Pembina, peserta, materi, metode, serta masyarakat. Adapun saran yang diberikan untuk Resosialisasi Argorejo yaitu mengevaluasi kembali keefektifan sistem denda bagi WTS serta melibatkan masyarakat terhadap kegiatan yang dijalankan untuk WTS.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: pembinaan sosial, WTS, resosialisasi.
    Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > Disability
    H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > Disability

    L Education > L Education (General) > Instructional Media
    L Education > L Education (General) > Motivating Learners
    Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah (S1)
    Depositing User: Akhmad Abdul Hakim
    Date Deposited: 08 Feb 2018 06:47
    Last Modified: 08 Feb 2018 06:47

    Actions (login required)

    View Item