MODEL PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI BANDENG PRESTO DI KELURAHAN KROBOKAN KECAMATAN SEMARANG BARAT KOTA SEMARANG

Bagus Perdana Mulya , 7111411049 (2017) MODEL PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI BANDENG PRESTO DI KELURAHAN KROBOKAN KECAMATAN SEMARANG BARAT KOTA SEMARANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (956Kb)

    Abstract

    Industri pengolahan ikan bandeng (Bandeng presto) di Kelurahan Krobokan Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang mempunyai peran besar bagi peningkatan perekonomian masyakarat Kota Semarang khususnya dan Provinsi Jawa Tengah umumnya. Dengan tingkat produksi yang terus meningkat setiap tahunnya dan tingkat penyerapan tenaga kerja yang cukup besar dan dalam rangka menghadapi berlakunya perekonomian bebas di ASEAN, industri pengolahan ikan bandeng presto Kelurahan Krobokan perlu mendapatkan model pengembangan industri yang lebih kompetitif dan berdaya saing yang tinggi. Dalam penelitian ini menggunakan data primer melalui instrumen kuesioner terhadap sampel yaitu sebanyak 15 responden pengusaha bandeng presto, dan menggunakan data sekunder yaitu data dari instansi-instansi terkait serta literatur buku. Lokasi penelitian ditentukan di Kelurahan Krobokan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2016. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan model klaster industri bandeng presto di Kelurahan Krobokan dan mekanisme bekerjanya menemui kendala. Profil sumber daya manusia pada industri kecil bandeng presto di Kelurahan Krobokan dalam kondisi kurang baik. Kondisi teknologi dalam kondisi kurang baik. Kondisi permodalan dalam kondisi kurang baik. Kondisi pemasaran dalam kondisi kurang baik. Rata-rata besarnya biaya produksi industri bandeng presto sebesar Rp 89.071.640, Sedangkan rata-rata keuntungan yang diperoleh pengusaha bandeng presto adalah sebesar Rp 46.595.027. Tingkat efisiensi usaha industri bandeng presto di Kelurahan Krobokan adalah sebesar 1,52. Nilai R/C rasionya lebih besar dari satu, yang memiliki arti bahwa setiap Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan oleh industri bandeng presto dalam proses produksi memberikan penerimaan sebesar 1,52 kali dari biaya yang telah dikeluarkan oleh industri bandeng presto. Dari hasil penelitian dapat diberi saran yaitu (1) peningkatkan kualitas sumber daya manusia, teknologi tanpa mengesampikan permodalan dan pemasaran (2) Perlu adanya inovasi dalam segi desain kemasan produk dan kios kelompok (3) Perlu adanya kerjasama lebih dengan berbagai instansi pemerintah yang terkait.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Biaya Produksi, Bahan Baku, Efisiensi Usaha, Keuntungan
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > Home Industri
    H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
    Fakultas: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Pembangunan, S1
    Depositing User: Eko Handoyo Eko
    Date Deposited: 02 Feb 2018 07:20
    Last Modified: 02 Feb 2018 07:20

    Actions (login required)

    View Item