INTERAKSI SOSIAL INTER DAN ANTAR SISWA KELAS 2 DAN 3 SD NEGERI KRATON 1 KOTA TEGAL

Amelia Shifa Royani , 1401412149 (2016) INTERAKSI SOSIAL INTER DAN ANTAR SISWA KELAS 2 DAN 3 SD NEGERI KRATON 1 KOTA TEGAL. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (366Kb)

    Abstract

    Sesuai dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2003, sekolah hendaknya dapat mengembangkan kecerdasan interpersonal dan intrapersonal siswa. Menurut Chatib (2012:56) seseorang yang memiliki kecerdasan interpersonal akan mampu bergaul dengan orang lain. Kemampuan siswa dalam bergaul dengan orang lain dapat diamati dalam interaksi sosial mereka. Interaksi sosial merupakan hubunganhubungan sosial yang dinamis antara individu dengan individu, antara kelompokkelompok manusia, maupun antara individu dengan kelompok manusia (Soekanto, 2006:55). SD Negeri Kraton 1 merupakan salah satu SD di Kota Tegal yang memiliki daya tarik lebih di masyarakat. Masyarakat menganggap bahwa siswasiswi di SD Negeri Kraton 1 memiliki kemampuan intelektual yang cukup bagus, namun intelektual seseorang tidak selalu berbanding lurus dengan keterampilan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi sosial inter dan antar siswa kelas 2 dan 3 serta faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial di antara mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, dokumentasi, wawancara dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif model interaktif miles dan Huberman. Hasil penelitian ini yaitu: pertama, interaksi sosial inter siswa kelas 2 dan kelas 3 cenderung mengarah ke interaksi sosial verbal. Interaksi asosiatif terjadi ketika siswa melaksanakan piket, bermain bersama dan saling membantu. Sedangkan interaksi disosiatif terjadi karena konflik yang disebabkan oleh perilaku siswa yang saling mengejek nama orang tua atau kejahilan antar siswa. Kedua, interaksi sosial non verbal mendominasi interaksi sosial antar siswa kelas 2 dan 3. Interaksi asosiatif terlihat ketika mereka bermain bersama. Rendahnya intensitas interaksi sosial antar siswa kelas 2 dan 3 membuat sedikitnya interaksi disosiatif di antara mereka. Ketiga, faktor pendukung interaksi sosial antar kelas 2 dan 3 adalah letak kelas yang bersebelahan dan hubungan kerabat antar siswa, sedangkan faktor penghambat dalam interaksi antara kelas 2 dan 3 yaitu pengetahuan siswa yang tidak dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, lahan sekolah yang sempit, rendahnya kepedulian dan rasa saling membaur, adanya paradigma bahwa teman sekelas mereka lebih baik daripada teman kelas lain, serta tidak diselenggarakannya kegiatan bersama antar kelas. Kesimpulannya, interaksi sosial inter kelas 2 dan 3 didominasi oleh interaksi sosial verbal sedangkan interaksi antar siswa kelas 2 dan 3 cenderung mengarah pada interaksi sosial non verbal. Interaksi sosial inter dan antar siswa kelas 2 dan 3 dipengaruhi oleh faktor pendukung dan penghambat.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Interaksi Sosial, Siswa, Faktor Pendukung, Faktor Penghambat
    Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1)
    L Education > LB Theory and practice of education > Evaluation of Learning
    Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1)
    Depositing User: Akhmad Abdul Hakim
    Date Deposited: 18 Jan 2018 08:25
    Last Modified: 18 Jan 2018 08:25

    Actions (login required)

    View Item