KEEFEKTIFAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN KARYA TOPENG KELAS V SDN GUGUS SRIKANDI KOTA SEMARANG

SIWI MITAYANI , 1401412156 (2016) KEEFEKTIFAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN KARYA TOPENG KELAS V SDN GUGUS SRIKANDI KOTA SEMARANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (881Kb)

    Abstract

    Pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) Karya Topeng di kelas V SDN Gugus Srikandi berdasarkan pra penelitian hasil belajar siswa belum mencapai KKM. SD kandri 1 55,8 % belum mencapai KKM dan 44,2% sudah mencapai KKM. SD Pongangan 60% belum mencapai KKM dan 40% sudah mencapai KKM. Selama pembelajaran guru menggunakan metode ceramah mengakibatkan hasil belajar SBK belum optimal. Oleh karena itu guru perlu menggunakan model pembelajaran mengedepankan kegiatan praktik. Dapat dirumuskan masalah, bagaimanakah keefektifan model Explicit Instruction terhadap hasil belajar SBK materi karya topeng siswa kelas V SDN Gugus Srikandi. Tujuan penelitian untuk menguji keefektifan model explicit instruction terhadap hasil belajar SBK materi Karya Topeng kelas V SDN Gugus Srikandi. Jenis penelitian yang digunakan eksperimen semu, desain penelitian pretestpostest control group design, populasi seluruh siswa kelas V SDN Gugus Srikandi, sampel menggunakan teknik cluster sampling hasil SDN Kandri 1 sebanyak 34 siswa sebagai kelas eksperimen dan SDN Pongangan terdiri dari 30 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji kolmogorov semirnov untuk normalitas data, uji levene untuk uji homogenitas dan uji independent sample ttest untuk uji hipotesis karena sampel berdistribusi normal dan homogen. Semua perhitungan menggunakan bantuan program SPSS versi 21 Hasil uji independent sample t-test Harga t-hitung < t-tabel (1,008 < 1,980) dan signifikansi (0,317 > 0,05) artinya Ho diterima, sehingga tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar SBK materi karya topeng antara kelas eksperimen dan kontrol pada saat pretest. Hasil posttest menunjukkan harga t-hitung > t-tabel (8,377 > 1,980) dan signifikansi (0,00 < 0,05), artinya Ha diterima sehingga ada perbedaan rata-rata skor posttest materi karya topeng nusantara antara kelas kontrol dan eksperimen, rata-rata skor posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dibuktikkan adanya (mean difference) sebesar 19,7. Besar peningkatan kelas eksperimen terlihat pada rata-rata gain 0,555 (kategori sedang) dan kelas kontrol 0,159 (kategori rendah) . Aktivitas siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Jadi dapat disimpulkan, model explicit instruction lebih efektif digunakan pada pembelajaran SBK materi Karya Topeng dibandingkan dengan metode ceramah.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: keefektifan, explicit instruction, hasil belajar SBK
    Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1)
    L Education > LB Theory and practice of education > Learning Model
    L Education > LB Theory and practice of education > Evaluation of Learning
    Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1)
    Depositing User: Akhmad Abdul Hakim
    Date Deposited: 18 Jan 2018 08:26
    Last Modified: 18 Jan 2018 08:26

    Actions (login required)

    View Item