KEEFEKTIFAN MODEL TWO STAY TWO STRAY DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SDN 04 TEMUIRENG KABUPATEN PEMALANG

Dian Anggraeni , 1401412134 (2016) KEEFEKTIFAN MODEL TWO STAY TWO STRAY DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SDN 04 TEMUIRENG KABUPATEN PEMALANG. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (329Kb)

    Abstract

    Pada umumnya pembelajaran IPA di SD masih menggunakan model konvensional. Model pembelajaran tersebut tidak memberikan kesempatan lebih kepada siswa untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuannya, sehingga kualitas belajar siswa juga tidak optimal. Perlu adanya pengembangan model pembelajaran yang efektif, bervariasi, dan lebih terpusat kepada siswa, sehingga diharapkan terciptanya pembelajaran yang efektif. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran IPA yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dan Student Teams Achievement Division (STAD), namun belum diketahui model pembelajaran manakah yang lebih efektif terhadap hasil belajar IPA di antara model TSTS dan STAD. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keefektifan penerapan model TSTS dan STAD terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 04 Temuireng Kabupaten Pemalang. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN 04 Temuireng dan IVA SDN 04 Loning sebagai kelas eksperimen 1, 2 dan kontrol dengan jumlah populasi sebanyak 80 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi studi dokumenter, wawancara tidak terstruktur, observasi, dan tes hasil belajar. Analisis data penelitian menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Analisis inferensial menggunakan uji Anova dengan uji lanjut Independent Samples Test dan uji keefektifan.Uji lanjut berfungsi untuk menganalisis perbedaan antar kelas. Berdasarkan hasil analisis hasil belajar diperoleh rata-rata nilai kelas eksperimen 1 sebesar 89,62, kelas eksperimen 2 sebesar 88,27, dan kelas kontrol sebesar 82,68. Uji Anova menghasilkan signifikansi 0,007 (0,007 < 0,05), sehingga terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara kelas eksperimen 1, eksperimen 2, dan kontrol. Uji Independent Samples Test pada hipotesis satu menghasilkan signifikansi 0,005 (0,005 < 0,05), hipotesis dua menghasilkan signifikansi 0,002 (0,023 < 0,05), hipotesis tiga menghasilkan signifikansi (0,526 > 0,05). Hasil uji keefektifan pada hipotesis empat menunjukkan thitung>ttabel (4,739>2,060), hipotesis lima menunjukkan thitung>ttabel (3,689>2,060) dan hipotesis enam menunjukkan thitung<ttabel (0,925<2,060). Pada uji Anova dapat disimpulkan terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kontrol, akan tetapi pada uji keefektifan menunjukkan tidak terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar antara kelas eksperimen 1 dan 2. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TSTS dan STAD sama-sama efektif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Student Teams Achievement Division.
    Subjects: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1)
    L Education > L Education (General) > Learning Model
    L Education > LB Theory and practice of education > Evaluation of Learning
    Fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1)
    Depositing User: Akhmad Abdul Hakim
    Date Deposited: 16 Jan 2018 12:45
    Last Modified: 16 Jan 2018 12:45

    Actions (login required)

    View Item