PERAN PENDIDIKAN PANTI ASUHAN DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN ANAK (Studi kasus: Panti Asuhan Aisyiyah Semarang)

Dwita Ratih Natasha , 3401412119 (2016) PERAN PENDIDIKAN PANTI ASUHAN DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN ANAK (Studi kasus: Panti Asuhan Aisyiyah Semarang). Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (469Kb)

    Abstract

    Maraknya fenomena masalah sosial banyak ditemui pengamen usia anak dan remaja yang diduga mengalami putus sekolah mendorong pemerintah untuk menangani secara serius, agar golongan miskin tersebut mendapat kesempatan yang sama terutama di bidang pendidikan salah satunya melalui lembaga sosial Panti Asuhan. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan peran pendidikan di panti asuhan dalam mengembangkan kemandirian anak dan 2) mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan pendidikan di panti asuhan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Panti Asuhan Aisyiyah Semarang. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan utama dan informan pendukung. Informan utama adalah pengasuh panti asuhan, sedangkan informan pendukung adalah anak asuh. Teknik pengumpulan data penelitian dengan menggunakan teknik observasi,wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi data. Penelitian ini menggunakan teori Pendidikan Pembebasan yang dikemukakan oleh Paulo Freire. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa: 1) Peran Panti Asuhan Aisyiyah Semarang dalam membentuk kemandirian anak asuh melalui pendidikan informal berupa pendidikan keterampilan dan pendidikan kegamaan. 2) Pendidikan keterampilan yang meliputi menjahit, kerajinan tangan, public speaking dan keterampilan individu berperan untuk melatih anak menjadi aktif, kreatif, percaya diri, berani daa bertanggung jawab, 3) bentuk pendidikan kegamaan berupa pembinaan shalat fardu berjama’ah dan pengajian yang meliputi ceramah mengenai kajian islam yang berperan sebagai kontrol diri anak asuh. Faktor pendukung dalam pembentukan kemandirian anak asuh antara lain adanya anak asuh, adanya wali, pengasuh, dukungan masyarakat, sarana yang menunjang, tersedianya dana yang memadai. Faktor penghambatnya adalah lingkungan luar dan sekolah. Peran pendidikan yang diterapkan oleh panti asuhan Aisyiyah Semarang sesuai dengan teori Pendidikan Pembebasan oleh Paulo Freire. Saran 1) bagi pihak panti asuhan agar lebih memotivasi anak asuh untuk melaksanakan tata tertib panti asuhan 2) menjadwal ulang pendidikan keterampilan agar anak asuh belajar kembali dan mempunyai skill lebih banyak lagi sebagai bekal untuk hidup di dalam masyarakat.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Kemandirian, Pendidikan, Peran
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    L Education > Special Education > Non-formal education
    Fakultas: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, S1
    Depositing User: S.Kom Heru Setyanto
    Date Deposited: 11 Jan 2018 08:58
    Last Modified: 11 Jan 2018 08:58

    Actions (login required)

    View Item