BENTUK DAN FUNGSI PERTUNJUKAN SENI BARONGAN DI DESA KETILENG KECAMATAN KRAMAT KABUPATEN TEGAL

Rini Yulistiyo Utomo , 2501411039 (2015) BENTUK DAN FUNGSI PERTUNJUKAN SENI BARONGAN DI DESA KETILENG KECAMATAN KRAMAT KABUPATEN TEGAL. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (297Kb)

    Abstract

    Seni dapat diartikan perbuatan manusia yang timbul dari perasaan sehingga menggerakan jiwa perasaan manusia. Seiring dengan kemajuan zaman, seni berkembang sampai sekarang ini. Salah satunya adalah seni Barongan dan yang berasal dari Desa Ketileng, seni ini sudah lama ada. Permasalahan yang diajukan adalah (1) Bagaimana bentuk pertunjukan Seni Barongan? (2) Bagaimana fungsi pertunjukan Seni Barongan?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Seni Barongan baik dari segi bentuk maupun fungsi dalam proses pertunjukan. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menambah khasanah tentang perbendaharaan mengenai bentuk dan fungsi pertunjukan Seni Barongan. Metode penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, dimana pendekatan etnografi sebagai catatan lapangan yang dipakai sebagai data untuk bahan penelitian. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan langkah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Sedangkan teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi, yang didalamnya terdapat tiga unsur yaitu sumber, teknik, dan waktu. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa bentuk dari pertunjukan Seni Barongan didalamnya terdapat enam aspek yaitu (1) pelaku atau pemain yang terdiri dari pemain Seni Barongan, Pawang, dan Pemain Musik, (2) Gerak Tari yang didalamnya terdapat berbagai ragam yaitu seperti, (3) Musik atau iringan, menggunakan alat musim seperti peking/sentit, gambang, demung, saron, kendhang dan ketipung, gong dan kempul, terompet. (4) tema, didalam pertunjukan Seni Barongan didalamnya tidak terdapat tema khusus, (5) tata busana dan tata rias, busana yang digunakan ikat kepala, baju lengan panjang, celana panjang tanggung ukuran ¾ berwarna hitam, sedangkan tata rias menggunakan make up wajah alami (5) tata pentas, pertunjukan dilakukan di halaman rumah orang yang menanggap. Sedangkan fungsi dari pertunjukan terbagi menjadi tiga pokok, yaitu adanya sarana hiburan pribadi yaitu bersifat untuk menghibur orang yang menanggap atau anak yang dikhitan, sarana ritual yaitu di dalam pertunjukan adanya ritual untuk memanggil roh halus, dan sarana estetis yaitu didalamnya terdapat nilai keindahan yang ada di dalamnya baik dari segi gerak maupun musik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan, saran yang dapat dikemukakan yaitu Seni Barongan harus selalu dipertahankan dan dilestarikan oleh masyarakat Desa Ketileng dan juga para pemain Seni Barongan dengan wujud selalu menjadikan Barongan sebagai salah satu Seni yang harus dipentaskan secara rutin dan Seni Barongan merupakan salah satu kekayaan tradisi Jawa yang akan berguna bagi generasi muda yang akan datang.

    Item Type: Thesis (Under Graduates)
    Uncontrolled Keywords: Bentuk, Fungsi, Pertunjukan, dan Seni Barongan.
    Subjects: L Education > L Education (General)
    N Fine Arts > NX Arts in general
    Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, S1 (Pendidikan Seni Tari)
    Depositing User: Eko Handoyo Eko
    Date Deposited: 10 Jan 2018 08:46
    Last Modified: 10 Jan 2018 08:46

    Actions (login required)

    View Item